The BEGINING…

•July 24, 2009 • 2 Comments

Setelah berpikir agak ngasal dan sedikit merendahkan, akhirnya aku memutuskan ini :

VISI HIDUP

“Menjadi muslimah yang cerdas, tangguh, berkomitmen”

doanya yah…

-Nadia Juli Indrani-

11.49

sedang usaha…

Keluarga kuh (yang sangat Aku Sayang)..

•January 19, 2010 • 2 Comments
my lovely family

my lovely family

yups…

Keluarga ku merupakan keluarga yang sangat mengikuti aturan pemerintah : 2 anak cukup. Tetapi keadaannya sekarang sebenarnya tidak seperti gambar diatas, karena ayah dan mamahku sudah bercerai dan membentuk keluarganya masing-masing.

Oke akan aku perkenalkan satu per satu..

Ayah

Ayahku, Welly Suprianto, Seorang laki-laki yang lahir 9 Januari 1961, beliau orang yang baik hati dan ga terlalu pelit (inget ya ga terlalu pelit, karena kadang-kadang dia pelit pisan..hehe). Mungkin yah hikmah dari perceraiannya dengan mamahku adalah dia menjadi orang yang lebih taat pada agama. Sebenernya keluarga ayahku ini emang agak tergolong soleh (terutama nenekku, kalo yang lainnya ga juga sih..hhohoo..) jadi sebenernya wajar kalo ayah juga seharusnya jadi orang yang sholeh tetapi pada kenyataannya dulu ayah bukan orang yang begitu saklek pada pengajaran agama anak-anaknya maksudnya ya wajar ajalah di suruh ngaji, belajar sholat, ya begitu-begitu aja (sebenernya aku mah lupa da soalnya pisah ama ayah tuh pas umur aku masih 4 tahun). Tapi sekarang dia tidak begitu dia jadi lebih sholeh, janggutan, pakaiannya baju koko terus, kalau sholat pasti di masjid, pokoknya dia menjadi lebih paham akan hal-hal keagamaan. Ini mungkin saja tidak terjadi jika beliau tidak bercerai dengan mamah, karena ya selama pernikahannya dengan mama tak ada perubahan pada dirinya, ini bukti nyata. Sekarang ayahku sudah tua, namun sepertinya hidup dalam sisi keduniaannya belum terlalu bahagia, masih rajin bekerja, mencari nafkah sana sini untuk membiayai anak-anak dari istrinya yang baru. Maaf ya yah, belum bisa membantu..hehe.. Aku sayang ayah.

My Lovely Mamah

Mamahku, Lilia Dwi Pratiwi, seorang wanita yang lahir tanggal 10 Mei 1965. Mungkin yang seharusnya paling menderita dari perceraiannya adalah mamah, yah korban sebenarnya dari perceraian adalah mamahku. Karena berkat perceraian ini mamah jadi harus bekerja sangat keras mencari uang untuk biaya aku dan kakaku sehari-hari, belum lagi saat itu beliau juga harus mengasuh anak kakaknya yang tidak diurus dan menanggung biaya ibunya (nenek). Sepertinya beban mamahku sangat berat saat itu, bulanan yang tidak seberapa dari ayahku tentu saja tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Mulai dari mencari biaya untuk ongkos sekolah, listrik, air, kontrakan setiap tahun, bulanan sekolah, biaya makan, menyebabkan mamahku bekerja sangat keras, berangkat pagi hari dan baru pulang saat malam hari, wajar saja jika saat itu hutang keluargaku jadi sangat banyak. Meski tahu bahwa riba diharamkan hanya saat itu mungkin tidak ada pilihan lain untuk mamah.  Jika aku ingat-ingat dahulu mamahku tidak memasak seperti mamah yang lain, mamahku tidak menyuruh aku belajar seperti mamah yang lain, mamahku tidak melakukan apa yang ibu rumah tangga biasa lakukan, dan saat itu aku dengan sangat tidak pengertiannya menjudge mamahku bukan ibu yang pengertian (yang sangat aku sesalkan samapai saat ini..) sehingga aku tidak pernah ada saat mamah memerlukan aku untuk sekedar membagi cerita atau bergurau saat dia sangat lelah, aku tidak pernah mau disuruh oleh mamah, selalu marah-marah pada mamahku karena beliau tidak bisa menghadiri rapat orang tua saat sekolah, tidak bisa mengambil rapot, bayar iuran terlambat, tidak membeli tas baru saat ajaran baru, pindah-pindah rumah,tapi mamahku tidak pernah marah akan itu semua, Mamah selalu meminta maaf karena tidak bisa menjadi orang tua yang aku inginkan, yang selalu ada untuk anak-anaknya. Jika aku ingat sekarang rasanya aku membenci diriku yang dahulu. Mamah maafkan aku mah, akupun selalu sedih akan hal ini jika aku mengingatnya. Mamahku juga selalu mencoba untuk bercerita tentang apapun tetapi selalu aku tak hiraukan, tidak peduli akan keluhannya, yah mungkin aku yang dulu sangat tidak menyayangi mamahku. Apalagi saat nenekku meninggal mamah sangat sedih dan selalu menangis, tetapi aku yang melihat itu tidak mencoba untuk menghiburnya. Maafkan aku mamah. Setelah kakakku selesai S1 dan mendapat pekerjaan, mamahku tidak bekerja sekeras dulu lagi, hutang-hutang dan biaya lainnya kakakku yang menanggung, dan setelah 13 tahun beliau menjalankan hari-hari beratnya dengan sangat ikhlas agar anak-anaknya dapat makan, sekolah, dan mendapatkan tempat tinggal akhirnya mamah menikah lagi (namun saat itu aku tetap satu-satunya orang yang tidak setuju, keegoisan sekali). Mamahku orang yang sangat saying pada anak-anaknya, semua hal yang aku lakukan selalu dia maafkan, awaktu aku masuk rumah sakit beliaulah yang selalu mengurus aku, membelikan apa yang aku mau, dan rela tidur dilantai untuk menemani aku. Saat ini meski sudah tidak memikirkan biaya-biaya terlalu berat tetapi beliau belum bahagia dengan utuh. Ya Allah jangan Engkau ambil ibuku dahulu ya Allah. Aku belum bisa membalas semua pengorbanannya untukku, belum mampu untuk membahagiakannya ya Allah, maka jangan ambil mamahku dulu. Semoga Engakau sediakan surge paling indah untuk beliau, bahagiakanlah dunia akhirat, ampuni dosa-dosanya, berkahilah hidupnya, tunjukkan selalu jalan yang lurus ya Allah. Amin. Terima kasih mamah, semoga aku bisa membahagiakanmu. Amin. Aku sangat sayang mamah.

Kakak

Kakakku, Ratih Dewi Andrianny, seorang wanita yang lahir 15 Mei 1982. Dia adalah satu panutan bagiku. Saat orang tua kami bercerai dia masih kelas 6 SD, tepat disaat remaja mengalami emosi yang labil. Tetapi untung saja kakakku orang yang sangat sholeh, dia tidak pernah meminta yang macam-macam dan selalu menuruti apa yang orang tuaku bilang, sangat berbeda dengan aku yang selalu membantah. Kakakku orang yang sangat pintar, selalu rangking 1 saat SD masuk ke sekolah favorit dan masuk ITB di jurusan yang passing gradenya tinggi, bahkan di kampusnya dia juga sangat pintar, selalu mendapatkan beasiswa dan lulus dengan predikat cum laude (sangat jauh dengan diriku dalam masalah kepintaran), S2 gratis, dan S3nya pun begitu. Kakakku juga anak yang tidak neko-neko dia tidak meminta dibelikan tas baru saat masuk sekolah hingga tasnya rusak, tidak meminta dibelikan sepatu baru sebelum sepatunya rusak, tidak pernah marah ketika iurannya terlambat sampai 3 bulan, dan dia adalah anak yang rajin. Sebenarnya aku tidak tau apa yang kakakku rasakan karena perceraian orang tuaku, tidak tau apa yang dia pikirkan sehari-harinya karena dahulu hubungan kami sangat jauh. Hampir jarang mengobrol, aku selalu senang bermain bersama teman-teanku hingga pulang sore hari langsung menonton atau melakukan aktivitas lain. Aku tidak pernah tahu kakaku sibuk apa, pokoknya kami adik kakak yang sangat tidak dekat meskipun ada dalam satu rumah. Namun ini sedikit berubah setelah dia lulus S1 dan bekerja, aku sudah SMA kami jadi sering mengobrol dan bercerita setelah dia lulus S2 juga jadi lebih sering mengobrol dan menjadi dekat, aku malah merasa punya kakak saat SMA. Kakakku juga orang yang sangat bertanggung jawab setelah dia bekerja semua gajinya dia atur dan bagi-bagi untuk keluarga. Sekarang semua biayaku di biayai oleh kakak, mulai dari semesteran, bulanan, buku, kulap, beli ini itu kakaku yang menanggung. Dia juga menanggung biaya saudaraku, mamahku, pokoknya semua hal, kontrakan rumah, listrik air, membeli perlengkapan elektronik, dan semuanya hingga untuk dirinya sendiri terkadang dia kekurangan. Mungkin karena kakakku orang yang sholeh dan baik hati, disaat dia benar-benar merasa membutuhkan pendamping untuk menunjang kehidupannya (karena gajinya habis untuk menunjang keluarga) Allah mempertemukannya dengan (suaminya), Fauzan Saiffudin, seorang laki-laki yang baik dan menerima kakakku apa adanya. Saat pas dan serasi, semoga kakakku selalu bahagia dunia akhirat, dan semua amalannya diterima oleh Allah SWT.amin. Sekarang kakakku memiliki seorang anak perempuan Hanin Khairunnisa Fauzan. Ya jika dibandingkan dengan aku rela deh dibilang lucuan hanin. Hanin itu bayi yang pintar dan tidak pernah rewel, sangat baik. Jika dia rewel dan kita bilang “ Hanin jangan rewel ya saying” dia akan langsung diam dan tertawa..Ah lucu sekali, pipinya seperti bakpaw, pantatnya besar, anak yang menggemaskan, hanin kaya the cutest angel in the world. Sebenarnya pengen nyulik hanin deh kalo liat dia. Aku sangat sayang kakakku dan Hanin.

Aku

Jika Hanin Khairunnisa Fauzan artinya seorang putrid dari fauzan yang paling baik dan lembut maka Nadia Juli Indrani memiliki arti seorang wanita yang lahir pada tanggal 20 Juli 1988 yang sangat lucu, menggemaskan, baik hati, cute, baik, bijaksana, rajin menabung, dan berbakti pada orang tua, hehehehe… Sebelum perceraian orang tuaku aku lupa bagaimana kehidupanku maklum lah masih kecil, yang aku ingat hanyalah pertengkaran, cara aku meminta susu, dan bagaimana cara aku menyusu. Setelah perceraian orang tuanya otomatis saat itu aku tidak merasakan kasih sayang seorang ayah. Lingkungan yang selalu ada pertengkaran (bukan pertengkaran orangtuanya), selalu berpindah-pindah, selalu diikuti apa yang diinginkan, dan dijajah saat dirinya berada di SD, menyebabkan adanya kecacatan dalam pembentukakn karakternya yang sekarang (jelas sekali masa kecilnya ini adalah masa yang paling tidak diingat oleh dirinya). Seseorang dengan pribadi yang supel, riang, dan kuat adalah pribadi yang orang kenal, tetapi orang-orang tidak tahu bahwa sebenarnya dia adalah orang yang minder, tidak peduli, pendiam, pemurung, dan penyendiri. Aku merasa aku memiliki kepribadian yang aneh dan berusaha mengatasinya namun yah apa daya tak ada kapasitas. Aku sangat berbeda dengan kakakku, jika kakakku selalu ada dalam peringkat atas itu tidak berlaku bagi diriku, aku tidak masuk SMP dan SMA favorit (bahkan cenderung gagal, hehe..) gagal SPMB untuk yang pertama sampai akhirnya keterima saat uji coba kedua, yah kegagalan sepertinya sangat akrab dahulu dengan diriku, ini dikarenakan karena diriku sendiri, karena daya juangku sangat rendah, pemalas, dan cenderung meremehkan. Semoga tidak kali ini, aku tidak mau mengalami kekecewaan itu untuk ke-4 kalinya rasanya sudah cukup itu semua. Yah sekarang aku sedang mencari pendamping yang sesuai yang bisa sama-sama mensurgakan. Amin. Doain yah..

Suami ku

Ih..ih siapa yah???hohoho… yang pasti dia orang yang dapat membimbing aku ke surga, bisa membuat bahagia dunia akhirat, dan tidak berpoligami. Amin.

Aku Sayang Keluargaku…

Ya Allah jagalah mereka dimanapun mereka berada. Amin.

hihihi…ayo siapa yang fotonya mau dipajang di bagian yang kosong diatas ngacung..ngacung…hihihi…

-Nadia Juli Indrani-

Gambarnya kapan lengkap yah???

hohoho..

Jangan Bingung . . .

•January 9, 2010 • 1 Comment

Sebenarnya bagian mana yang membuatmu bingung dan ragu??

Jangan bingung dan ragu..

Aku benar-benar telah meletakkan hatiku..

Silahkan engkau berjalan dengannya..

Karena dalam tangispun aku akan tetap mendoakanmu..

Jangan bingung karena ini..

Teguhkan dan pilihlah..

Apapun yang kau pilih semoga dapat membuatmu bahagia..

Karena meskipun mengakui bahwa aku menyukaimu memahami dirimu pun tidak..

Dan ini yang paling aku sadari..

Aku tidak tahu bagaimana caranya membuat kamu bahagia..

Aku tidak tahu bagaimana caranya menjadi yang terbaik untukmu..

Maka jangan bingung..

Majulah kedepan dan sapalah dia..

Jangan lagi kau menengok ke belakang..

Karena ketika mata ini bertemu lagi, aku ragu, apakah aku bisa melepaskanmu lagi..

Dan akupun tahu, kamu hanya boleh ada di ruang kecil dalam sudut terdalam dalam khayalku, bukan mataku, bukan kenyataanku..

Aku melepasmu…

-Nadia Juli Indrani-

Semoga dia diberi keteguhan..

Amin..

FINAL DECISION..

•January 2, 2010 • 3 Comments

Hampir dua tahun -atau baru dua tahun- aku mengenalnya (atau lebih tepat mengaguminya), teringat saat pertama melihatnya dalam sebuah acara dimana dia menjadi pembicaranya, mendengarkan suara lembutnya, melihat keteduhan dalam wajahnya, dan meracuni otakku sendiri bahwa dia adalah seorang imam yang dapat membimbingku ke surga kelak. Dia bagai sesosok sempurna: baik, sholeh, pintar, menawan, menarik hati, menyenangkan, ah segala-galanya. Mungkin bahkan posisi dia di depan Rabbnya pun sudah adadalam posisi yang terjamin. Sudah dua tahun pikira-pikiran ini meracuni hati dan otakku bahkan pikiran ini seakan mendarah daging dengan diriku. Setelah awal 2008, hidupku serasa tidak berjalan sampai saat ini. Berulang kali aku mencoba melangkah, berlari, berpaling namun porosku tetap saja dirinya. Entah mengapa dimataku dirinya sangat menawan, sangat mempesona, dan sangat jarang. Dua tahun ini berulang kali aku mencoba melupakannya namun seakan tidak mau kalah, kegagalan itu berhasil menyamakan kedudukan.

“Ya Allah..aku tahu seharusnya hanya ada Engakau dalam hariku, hanya ada Engkau dalam hatiku, Hanya ada Engkau dalam setiap hembus nafasku, Hanya ada Engkau dalam setiap detak jantungku, dan aku benar-benar tidak berniat menduakanMu, oleh karena itu jadikanlah aku dengannya satu.”

Kegilaanku tidak berakhir sampai disitu, pernah suatu waktu aku merasa sangat merindukannya, ingin melihatnya walau hanya sekejab namun aku tahu itu pekerjaan yang sia-sia karena itu sudah malam dan tahu tempat dia kost saja tidak. Akhirnya aku berusaha melupakannya dengan menyetel film favoritku, film-film korea, namun apa aku jadi merasa dimana tokoh wanitanya itu adalah aku dan tokoh prianya adalah dia, SINTING!. Ada satu lagu yang sangat aku sukai yang memiliki makna yang sangat dalam yang ingin sekali aku kirimkan padanya, aku sekuat tenaga untuk menghiraukan itu namun berkat dorongan dua temanku aku mengirimkannya, ini sangat diluar batas orang normal yang menyukai seorang laki-laki. Jelas sekali dalam lagu ini –tidak dapat dipungkiri- merupakan suatu pernyataan hati yang mendalam yang belum pernah aku lakukan, hummfff menyukainya saja membuat aku sakit jiwa dan ingin amnesia.

“Ya Allah aku tidak ingin memanjatkan doa seperti yang orang-orang selalu bilang (Ya Allah jika dia adalah jodohku maka dekatkanlah dan jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah) karena yang aku ingin aku dan dia memang berjodoh”

Okeh untuk memperjelas posisiku dan posisinya dalam cerita ini, biar aku jelaskan –dengan berat hati-.  Aku mengenalnya, mengetahui kesibukkannya, mengetahui kebaikannya, mengetahui kisahnya sehari-hari, intinya dia itu penting bagiku, selalu ada dalam otakku, ada dalam hatiku, ada dalam detak jantungku, ada dalam bayanganku (okeh lebay mode:on) namun aku baginya : adalah kebalikan dari semua itu!! Ini adalah fakta yang amat menyakitkan yang tidak dapat aku ubah, tidak dengan pendekatan-pendekatan biasa yang dapat dilakukan seorang wanita jika ia sedang jatuh hati pada seorang pria. Karena apa, karena dia memang berbeda.

“Ya Allah, Engkau Sang Maha Cinta yang sempurna, hanya Engkau yang mempu membalik-balikan hati manusia, Engkau yang memberikan rasa, dan jika Engkau meridhai, maka ridhailah rasa ini dan ubahlah hatinya lalu persatukanlah”

Aku sering kali berkata aku tidak suka padanya, pura-pura tidak tertarik jika temanku membicarakannya, dan cenderung mendukung temanku yang tidak suka padanya. Tetapi semua usaha itu bohong, sia-sia, setiap melihat tulisan namanya, nama organisasinya, jaket himpunannya, melihat seseorang mengenakan jas almamater, mengenakan kacamata, mengenakan pakaian coklat pikiranku akan langsung tertuju padanya. Sulit, jantungku sudah berdegup dan tidak terkendali dengan semua itu. Apalagi jika orang itu benar-benar dia, ingin rasanya aku langsung berlari pergi menghindar karena oksigen dibumi ini serasa habis entah kemana.

“Ya Allah, jika rasa ini sudah sesakit ini maka semoga ini dapat menjadi pelebur dosaku”

Batu krypton -dalam kisah Superman- mampu melumpuhkan seorang superhero menjadi seorang yang sangat lemah, tak berdaya, dan kehilangan kekuatan saat batu itu ada didekatnya. Itulah dirinya, si batu krypton, meskipun batu itu disingkirkan namun bekasnya tak mampu dihilangkan dengan menggunakan apapun. Batu krypton akan tetap ada dan fungsinya tidak pernah berubah dan takkan tergantikan yaitu tetap menyakiti Superman. Maka jika dia adalah batu krypton maka aku tetap rela menjadi Superman meski berada dalam kesengsaraan saat berada didekatnya.

“Ya Allah, jadi apapun dia semoga aku selalu bisa menjadi pasangannya dan tempatku tidak dapat digantikan dengan yang lain tanpa peduli apa itu aku”

Coklat, dia sangat suka coklat. Pernah aku melihat dia, serba coklat aku kira dia menyukai –hanya- warna coklat, namun ternyata dia menyukai semua coklat, baik makanan maupun warna. Dan dia semakin tampan dengan semua coklatnya.

“Jika kau ingin dia menyukaimu maka mulailah dengan menyukai apa yang dia sukai

–kecuali wanita lain tentu saja-..”

Dia pernah sangat melambungkan hatiku, saat bulan puasa tahun itu aku sedang rapat di daerah sekitar masjid dekat kampusku. Tiba-tiba dia datang dengan senyumnya tapi senyum itu bukan untukku, senyum itu untuk orang-orang yang dia kenal, namun senyum itu tetap saja membuat aku merasa telah berpuasa tujuh hari tujuh malam, lemas!! Bersikap biasa dan mencoba tetap focus pada pemimpin rapat tiba-tiba sesuatu menyentuh kakiku, coklat, lalu aku melihat dia “untuk tajil, bagikan ke akhwat –wanita muslim- lain“. Saat itu, saat seperti itu entah apa yang membuat aku senang dan hampir melayang, apakah waktu berbuka yang sebentar lagi tiba, coklat karena aku sangat suka coklat, karena dia yang memberi, atau karena itu pertama kalinya dia berbicara untukku. SEMUANYA!! Dan aku masih berdegup sampai sekarang jika ingat adegan itu.

“Ya Allah, terima kasih karena memberi kebahagiaan kepadaku.”

(berguman dalam hati one step closer..)

Lama, sangat lama tanpa interaksi dengannya (memang tidak pernah!!), jangankan berinteraksi melihatnya di sekitar kampusku pun tidak, kemana dia? Dimana dia? Apa yang dilakukannya? Ada apa dengannya? Mengapa dia tidak mengisi acara-acara kampus lagi? Aku benar-benar rindu dengan wajahnya yang teduh, kata-kata yang teruntai indah yang keluar dari mulutnya, sejuk bila ada didekatnya, ingin melihatnya itu saja dan aku penasaran dengan itu semua. Apakah permintaan ini terlalu berlebihan mengingat aku dan dia berada dalam satu kampus yang sama?? Ah dia bagaikan bulan. Indah namun seringkali bersembunyi di balik awan dan hanya dapat dilihat di malam hari.

“Ya Allah, izinkan aku melihatnya seperti aku melihat terbitnya sang surya, aku mohon.”

Setelah pelajaran Biokimia selesai ada sesuatu yang menarikku untuk kearah depan, segera,. Tiba-tiba saat akan menyebrangi jalan, yang setengahnya aku lakukan dengan biasa namun yang setengahnya lagi aku lakukan dengan penuh perjuangan (dramatisir!) Menyebrang jalan saat itu merupakan penyebrangan yang paling menegangkan, bukan karena banyak mobil yang berlalu lalang tapi karena saat aku menyebrang tiba-tiba dia muncul, muncul begitu saja tanpa aku tahu dari mana dia dengan arah yang berlawanan. Dengan rambutnya terbelah pinggir yang masih agak basah (atau basah karena minyak aku tidak tahu), kemeja biru, suara tawanya yang sangat khas (karena dia sedang berbincang dengan temannya), dan senyumnya yang saat itu mampu menghentikan langkahku di tengah jalan dan kami saling bertatapan. Satu detik.. dua detik.. tiga detik.. TIIIDDDDIIIIITTTTT!! suara klakson mobil berhasil membuyarkan itu semua, dan aku berjalan kearah tepi begitupun dia terus berjalan menyebrang hingga kami berpapasan diantaranya dan terdiam, serasa semua sepi dan slow motion.

“Ya, Allah tadi duniaku berhenti.. dan jantungku belum bisa berdetak normal.. terima kasih ya Allah.. jangan biarkan aku melupakan momen ini dalam ingatanku.”

“Aku bisa membuatmu..

jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku..

beri sedikit waktu..

agar cinta datang karena tlah terbiasa..”

(Dewa 19, Risalah Hati)

Cinta datang karena telah terbiasa, mulai dari interaksi yang menyenangkan hingga obrolan yang bisa melambungkan jiwa. Hal-hal simpel yang tanpa disadari para lelaki lakukan bisa membuat wanita-wanita jatuh hati tapi –curangnya- untuk membuat laki-laki jatuh hati para wanita harus melakukan hal-hal di luar hal-hal normal bukan hal-hal simpel. Interaksi, sejak kejadian itu banyak interaksi yang terjadi –okeh, bukan interaksi tapi pertemuan- dan pertemuan itu benar-benar membuat melambung dan ingin selalu tersenyum.

“Ya Allah..jika kesenangan ini tidak abadi maka hentikan saja waktu karena aku tahu setelah kesenangan akan ada kesedihan jadi aku mohon hentikanlah waktu..”

Mulutmu Harimaumu, mungkin itu kata-kata yang tepat. Hati-hatilah menggunakan mulut karena itu terjadi padaku –sayangnya jika hanya diucapkan mungkin yang mendengar akan lupa tapi ini dalam bentuk tulisan- saat itu bermain dengan kata-kata merupakan hal yang mengasikkan, apalagi dilakukan dengan orang-orang yang memang senang melakukan itu. Aku ingat malam itu hujan, tiba-tiba temanku mengirim sebuah pesan pendek yang intinya lebih baik buka blog sekarang. Aku pun membuka blog, bingung, pusing, dan hambar ah tak tahulah apa rasanya sangat campur aduk sulit menggambarkan itu karena sel-sel dalam tubuhku serasa tidak dapat menghasilkan ATP lagi. Aku hanya ingin tidur dan berharap besok akan keadaan masih sama aku belum ingin dia tahu siapa aku –namun ternyata sudah!-.

“Ya Allah, what must I do?”

Hari-hari setelahnya terasa sangat berat dan hambar, entah mengapa setelah tahu bahwa dia mengetahui aku –atau lebih tepatnya orang yang selalu ,mengganggunya dengan email-email aneh-, aku menjadi seperti orang yang kehilangan kompas saat tersesat di hutan. Aku kehilangan arah dan tidak lagi bersemangat. Seperti malam tanpa rembulan, ada yang kurang disana. Aku hanya merasa aku tidak dapat menyukainya lagi. Meski setelah itu banyak pertemuan-pertemuan namun terasa lain, terasa ada yang menusuk hati ini dengan entah apa dan meninggalkan luka yang sangat dalam.

“Rabb, kembalikan bulanku atau jangan Engkau ciptakan malam.”

Yah.. aku tidak ingin ada malam jika memang dia tidak ada. Karena malam hanya akan mengingatkan pada bulanku. Berapa puluh malam aku habiskan hanya untuk dia, memikirkan dia, dan menebak apa yang dia pikirkan –dan langsung mendapat jawabannya, dia sudah sangat pasti tidak memikirkan aku- tapi kenapa aku harus memikirkannya, menderita dalam pikiranku sendiri, aku harus bangun meski semangatku telah diambil dariku. Althought I’ve suffered with you but I’m happy thinking of it. I know my love has made you suffer.

“Seorang wanita harus tahu kapan saatnya dia menyerah.”

(Kotoko, Itazura na kiss)

Pedang Tessaiga –dalam Inuyasha- sekali tebas dapat menyebabkan semua akan hilang dalam bentuk serpihan, tidak berbentuk dan tidak dapat tersusun kembali. Saat itu bagai terkena sebatan pedang tessaiga hatiku langsung menjadi serpihan, dia berhasil menebasnya tepat di urat utama sehingga akan menimbulkan efek “Hard to Fix It” yahh sebut saja begitu. Dia sudah menentukan siapa yang akan menjadi istrinya. Sedih namun tidak dapat berbuat apa-apa, tak ingin melepasnya namun menggenggamnya saja belum. Aku tahu terlalu berlebihan jika berharap dia menganggapku ada, apalagi memikirkan perasaanku. Akhirnya haruskah aku memutuskan untuk melepasnya? Inikah saatnya?

“Rabb, aku ingin melepasnya, tapi Engkau belum. Engkau seakan masih memakunya dalam hatiku, apa yang Engkau rencanakan ya Rabb? Ini tentangnya dan mudah-mudahan ini yang terakhir.”

Masih ingat ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom pada tanggal 14 Agustus 1945? Ya Hanya dengan bom atom kedua kota di Negara Jepang itu langsung hancur berkeping-keping bahkan sampai saat ini efek dari bom atom  itu masih terasa, ini dibuktikan dengan masih banyaknya bayi yang lahir dalam keadaan cacat akibat radiasi uranium itu. Itulah gambaran hati ku pada hari itu, saat aku melihat dia berjalan dengan wanita yang telah dia pilih untuk menjadi istrinya, wajahnya penuh dengan tawa, suaranya sangat nyaring. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi yang pasti kedua orang itu sedang bahagia, sangat jelas ada gurat senyum pada wanita itu, senyum tulus tapi tidak menyenangkan bagiku. Jantung secara berlari, mataku langsung tertunduk, aku tidak ingin melihat itu, namun sebelum aku tertunduk aku dan dia sempat bertatapan, tatapan matanya itu membuat aku yakin bahwa pelepasan itu hanya ada dimulutku bukan di hatiku. Sakit, dan ingin menangis, entahlah.. Apakah Cinta membuat seseorang lemah dan lembek?

“Rabb, apakah akan ada kesenangan setelah kesedihan yang dalam ini?”

“serpihan hati ini kupeluk erat
akan kubawa sampai kumati
memendam rasa ini sendirian
ku tak tahu mengapa aku tak bisa melupakanmu”

(Utopia, Serpihan Hati)

Aku telah melepasnya, memutuskan untuk melupakannya, tapi percuma. Aku tahu itu, berusaha tidak mengingat semua sama saja seperti disuruh untuk berlari 1000.000 km tanpa berhenti. Belum mencoba namun membayangkannya saja sudah tahu akan mustahil. Biarlah toh hati ini sudah menjadi serpihan, apa lagi yang bisa dia hancurkan?

“Rabb, aku tak mengenal diriku lagi, ada apa denganku? Mengapa aku tidak bisa keluar dari siklus ini?aku berlari dalam lingkaran yang sama dan dia, tetap saja menjadi porosnya”

Namun ternyata ada, ada yang mampu dia hancurkan, harapanku. Harapanku yang memandang dia sebagai makhluk yang sempurna telah dia hancurkan. Dalam sekejab rasa itu hancur, aku sadar bahwa aku dan dia memang tidak sama. Personalitynya sangat tidak sesuai dengan personalityku. Dia terlalu baik, ingin rasanya aku menonjok mukanya lalu berpaling. Tetapi sekali lagi, ada bisikan dalam hatiku apakah benar aku akan rela? Seruang kecil dari serpihan hati ini  tetap tidak rela aku melepaskan rasa ini. Harapanku dengannya hanya 0,0000001% sangat tipis dan benar-benar limit menuju nol, namun Allah lah yang memiliki 99,9999999% bukan dia, maka bolehkah aku menyukai dia lagi?

“Ya Allah, dia bagai racun dalam hidupku namun dia juga penawarnya.”

kupercaya satu hari nanti

aku akan merebut hatimu

walau harus menunggu sampai ku tak mampu

menunggumu lagi

(Utopia, Serpihan Hati)

Inilah keadaannya sekarang, saat ini, saat aku menuliskan kisah ini. Mungkin dia sedang asik menuyun masa depannya, mulai dari rencana studinya, tempat kerja, cita-citanya dan pernikahannya Tetapi lihat aku, dengan hati yang hanya seserpih ini tetap ingin dia yang memiliki, masih memikirkan dirinya (menyedihkan!). Tidak ada kejelasan namun ada batas waktu 2011, di 2011 dia telah memutuskan akan menikah. Ini yang menjadi pertimbangan, dia telah memutuskan siapa wanita yang ingin dia nikahi tapi Allah belum. 2011, hanya 1 tahun lagi, mungkin 1 tahun yang sangat berat atau sangat menyenangkan benar-benar tidak tahu. Apakah aku mampu bertahan 1 tahun lagi?

“Ya Allah.. aku bingung, hanya Engkau yang tahu akhirnya, Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak. Jika aku harus menikah lebih dulu maka jangan tinggalkan penyesalan karena tidak menunggunya, namun jika dia yang menikah lebih dulu berilah keikhlasan yang utuh untukku, jangan tinggalkan kesengsaraan diantara menunggu atau tidak menunggu. Rabb, Aku telah banyak meminta, aku malu ya Allah, semua nikmat yang Kau berikan saja aku tak mampu bersyukur, maafkan hambaMu yang tak tahu diri ini. Tapi maukah Engkau mengabulkan satu pintaku lagi, aku mohon apapun yang kau rencanakan untuk aku dan untuk dia semoga ini benar-benar yang terbaik.”

Amin..

1 tahun lagi.. yah hanya 1 tahun lagi..

Untuk abiku –jika itu bukan dia- : maaf, karena aku hanya mampu memberikan seserpih hatiku, dan jangan larang aku untuk tetap membiarkan dia di hatiku nanti. Karena entah mengapa aku tetap ingin dia ada di hatiku.

2 Januari 2010

-Nadia Juli Indrani-

Bismillahirohmanirohim

Final decision..

DIA, masihkah??

•December 23, 2009 • Leave a Comment

masihkah??

menunggu??

melepaskan??

aku tidak sekuat itu…

tapi aku tidak ingin seperti ini ending ceritanya…

DIA..MASIHKAH…….????

-Nadia Juli Indrani-

di ambang keputusan..akhir tahun!!!!

Jikan Yo Tomare -OST.ITAZUNA NA KISS-

•December 23, 2009 • Leave a Comment

denger deh lagunya..

trus liat artinya..dalem banget…huhuhu…

LOVE IRIE NAOKI SO MUCH….

===========================

kimi to sugosu toki atto iuma
kidzukeba de-to wa mou shuuban
hanaretakunai kaeritakunai
toki wo tomete zutto isshoni itai

terekakushi na serifu mo
mitsumeau shunkan mo
anata to iru jikan mo
tarinai kedo
saishuu densha miokuru made
nigiri shimete kureta te
sarigenai yasashisa ga ureshii yo

otogibanashi nara
sugu ni anata no iru asu e yukeru no ni …
every time, everyday, everything…
kotoba ni shinakute mo
anata wa watashi no tokubetsu na basho
moshi mo tatta hitotsu negai ga kanau nara
futari dake no jikan wo kamisama tomete yo …

jikan yo tomare kono mama
boku no tatta hitotsu no wagamama
dakedo sore wa kanawanai
kono modo kashisa tsutaetai yo
ichi nichi tatta nijuu-yon jikan
tarinai ato hyakku jikan
sore dake are motto motto
mitsukeru yo kimi no ii toko

kondo wa itsu aeru no?
nando mo ittara shitsukoku omowaresou
fuan to kibou hanbun zutsu
kono omoi wa kawaranai tabun zutto
kimi wa boku wo dou omotteiru no ka?

every time, everyday, everything…
koishii nukumori to
kotoba ni naranai kokoro no koe wo
korekara wa sunao ni tsutaete miseru kara
ugoki hajimeta toki wo kamisama tomete yo …
wagamama de ii no
kaeshitakunai to itte yo
anata ga watashi wo nozomu no nara
mayowazu ni kokoro ni hana wo soeru yo

every time, everyday, everything…
kotoba ni shinakutemo
anata wa watashi no tokubetsu na basho
moshi mo tatta hitotsu negai ga kanau nara
futari dake no jikan wo kamisama tomete yo …

every time, everyday, everything
moshi hanarete mo boku ga tsunagi tomeru yo
anata wa watashi no tokubetsu na hito
everytime everyday everything
shinjiru yo toki ga tomaranakute mo
unmei nara itsu datte meguri aeru yo ne ?

unmei nara bokutachi wa meguri aeru yo ne ?

Artinya…

The time I spend with you is surprising
When I realize it, the date is already at its final stage
I don’t want to let go, I don’t want to return
Stop the time, I want to be together forever

The words I hide in my embarrassment
The moments when our eyes met
The times I’m with you
They’re not enough, but
Until I see the last train depart
I’ll tightly hold the hand you gave me
Your nonchalant kindness makes me happy

If it’s a fairytale
I’ll quickly go to the tomorrow where you exist
Every time, everyday, everything
Even though it doesn’t become words
You are my special place
If my only wish could become true
God, please stop the time that is only ours

Stop the time, just like this
My only selfishness
But that won’t come true
I want to tell you about this impatience
There’s only twenty-four hours in a day
It’s not enough, after a hundred hours
If that’s the only thing that exists, more and more
I’ll find your endless good

When will we meet again?
No matter how many times I say it, I keep thinking about it
A half of me is anxious and the other half is hoping
This feeling won’t change, maybe, surely
What do you think of me?

Every time, everyday, everything
If it’s a beloved warmth
Not becoming words, the voice of the heart
Because I’ll show it to you honestly from now on
God, please stop the time when it starts to move
It’s fine even if it’s in selfishness
I’ll say that I won’t return it
If you’re the one I wish for
Without hesitating, I’ll attach a flower on my heart

Every time, everyday, everything
Even though it doesn’t become words
You are my special place
If my only wish could become true
God, please stop the time that is only ours

Every time, everyday, everything
Even if we’re apart, I’ll connect the two of us together again
You are my special person
Every time, everyday, everything
Believe, even if time can’t be stopped
If it’s fate, we’ll always meet, right?

If it’s fate, we’ll meet each other, right?

Teringat seseorang, teringat target, teringat dia, teringat semuanyaa….huhuhuhu…..

-Nadia Juli Indrani-

Teringat lagi, why??

Kenapa Aku Harus Menikah -cepat-?

•December 6, 2009 • 2 Comments

Pilihan antara menikah dan tidak menikah sebenarnya sepenuhnya tergantung pada diri anda sendiri, benar-benar mutlak dan tidak dapat diganggu gugat sebenarnya, namun ada beberapa kalangan yang masih bimbang dan mempertanyakan mengapa aku harus menikah? postingan dibawah ini akan menjawab beberapa pertanyaan mengapa aku harus menikah, tetapi karena tentu saja aku yang menulis maka alasan ini adalah alasan diri saya sendiri untuk menikah…^_^..

1. Sunnah Rasul..

seperti yang ada di dalam al-Quran dan Hadits, catatan tentang menikah memiliki porsi yang cukup banyak disinggung, contohnya adalah sebagai berikut :

“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik” (Qs. An Nahl (16) : 72).

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

Nah dari beberapa surat dalam al-quran dan hadist, bahkan Rasulullah SAW saja sudah menganjurkan apa lagi yang akan membuat kamu ragu?

2. Melengkapkan Setengah Agama

menurut  hadist:

“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi” (Hadist riwayat Thabrani dan Hakim)

so..siapa coba yang ga mau ngelengkapin agamanya^^..

3. Melanjutkan Keturunan

khusus untuk perempuan..kayanya dapat menghasilkan sebuah keturunan merupakan kebanggaan tersendiri, apalagi anak tersebut merupakan anak dari hasil cinta kasih dan merupakan anak yang sangat dinantikan, membayangkannya saja sudah membuat senyum-senyum sendiri (itu mah kamu aja kali nad!!^^) jadi untuk yang satu ini (apalagi membicarakan bagaimana proses membuatnya..haha) pasti merupakan pembicaraan yang paling asikk…

tapi memiliki anak juga mempunyai suatu resiko yang ga tanggung2…jika anak kita bukan anak yang sholeh bagaimana?(Nauzubillah..), jika tidak mempunyai uang untuk membiayai anak bagaimana?, jika anak tidak seperti yang diharapkan bagaimana? (loh ko jadi nakut-nakutin yah???) hoho…ini bukan suatu pernyataan untuk menakut-nakuti tetapi suatu pernyataan untuk dihadapai, oleh karena itu menikah hanya merupakan satu gerbang awal untuk proses berikutnya -punya anak- jadi bukan punya anak dulu baru nikah okeh!!!

4. Membantu Meringankan Biaya Keluarga

nah ini yang paling penting, menikahlah dengan orang yang sudah BERPENGHASILAN, atau poaling tidak berpotensi untuk berpenghasilan. meski rezeki setiap orang sudah diatur oleh Allah SWT namun tetap saja jika rezeki tidak dicari jangan mengharap untuk rezeki itu datang. Saya merupakan orang yang paling berprinsip tentang ini, jika telah menikah maka merepotkan orang tua adalah hal yang tabu, terserah dengan anda.. -merepotkan akan berbeda dengan saling menolong y- untuk saya jika saya telah menikah maka segala urusan saya dan suami saya sebisa mungkin tidak melibatkan orang tua bahkan saya berharap -dan hal yang akan saya lakukan- adalah membantu perekonomian keluarga. untuk keluarga yang mapan dan serba berkecukupan hal ini bukan merupakan hal penting – namun sekali lagi bagi saya meski jika saya kaya-raya (begitupula dengan orang tua saya) saya akan senang jika tetap bisa membelikan sesuatu untuk orangtua saya-

ngertikan ama tulisan diatas???hehehe….

5. Mendapatkan Seseorang untuk Serba Saling

share antara suami dan keluarga terdapat beberapa perbedaan, meski belum merasakannya namun entah mengapa aku dapat merasakan itu, merasakan suatu perasaan yang menyenangkan untuk saling berbagi dengan seorang suami -meski sharenya tentang hal yang sedih- ntah mengapa, namun share ke keluarga setelah kita menikahpun tidak ada salahnya bahkan sangat dianjurkan, namun bukan share tentang keburukan suami atau keluarga suami atau segala sesuatu tentang suami lah, tetapi tentang sesuatu yang lainlah…hehe..(belum menikah jadi aja…)

menikah juga melatih kita untuk bertoleransi lebih terhadap sesorang…menikah juga dapat merasakan bagaimana dihargai, dicintai, di..di..lainnyalah yang tidak dapat dirasakan jika kita hanya berhubungan tanpa status pernikahan..hohohoho…

6. Menghalalkan perasaan..

sebenarnya pilihan ini merupan option paling akhir yang harus dipilih ketika kita mau menikah, karena pernikahan bukan hanya sekedar menghalalkan perasaan, banyak hal-hal lain yang masih harus dipikirkan. ingat loh seseorang yang kita cintai bukanlah seseorang yang sempurna, dia juga suka ngupil, suka kentut, suka ngorok, dan suka melakukan hal-hal jorok lain yang paling bikin orang ilfil  cuma belum ketauan aja..hahahaha….

7. Melupakan si DIA..

yah bagi aku menikah itu bukan tentang perasaan, dalam artian orangnya kelak tidak harus aku cintai sebelumnya (karena orang yang aku suka mah udah ga mungkin jadi suami..huhuhu..).. oleh karena itu aku butuh menikah untuk menghilangkan perasaan pada orang yang tidak seharusnya.. memang cinta itu fitrah tapi jika perasaan itu lebih banyak mudaratnya lebih baik dihilangkan (dan untuk aku mah mending nikah aja deh…heheh)..

8. Sampai Kapan Mau Puasa??

teringat kata-kata seorang teman, sampai kapan kita mau puasa???hahaha…

yups…sedikit analisis mengenai kenapa aku harus menikah…dan pasti banyakkkk hal-hal kecil lainnya deh…

untuk yang mau menikah..yakin udah siap???untuk yang belum menikah.. mau kapan sok nikah?? dan bagi yang sudah menikah..SIRIKK…hahaha…

-Nadia Juli Indrani-

sebentar lagi, akankah?

Udah lama…

•December 2, 2009 • Leave a Comment

udah lamaaaa banget ga nulis-nulis sampah…

kalau orang bicara tentang kesibukkan aku lain karena aku bicara tentang kemalasan..

beribu ide dan rancangan telah dipikirkan, tapi berhubung kapasitas otak yang sangat minim maka semua itu hilang..hilang ditelan malam, naon deui…

ditambah dengan banyaknya tugas dan laporan di semester ini, menyebabkan renungan yang dihasilkan tidak seindah apa yang dirasakan…huhuhu….

ah blog kuh yang aku cintai…

aku akan menggoyangkan jari-jariku di atas keyword untuk merangkai kata untukmu…nantikan saja hal itu datang, karena akupun menantikan itu…

sippp…

Quote of the day : "Jika kamu gagal merencanakan, 
maka kamu merencanakan kegagalan!!!!"
Nadia Juli Indrani
-dalam keautisan tingkat yaaahhh begitulah!!!-

Tentangnya (mudah-mudahan ini terakhir!!!)

•November 8, 2009 • 1 Comment

Ya Allah..
jika rasa ini memang begini sakit maka semoga ini menjadi pelebur dosaku..amin..

silent

ya Allah..
aku telah meletakkan hatiku..
aku telah melepaskan rasaku..
tapi mengapa Engkau tidak membalikannya??
seolah hanya dia yang mampu aku cintai..
rasa ini membelenggu..
relung hati menjadi sekeras batu..

memikirkan dia..
merasakan jejak langkahnya..
menikmati irama denyut jantungnya..
semua terasa dekat..
padahal lebih dari 40km jarak kami terpisah..
namun kenapa aku masih merasa begitu dekat??

ya Allah..
aku telah melepasnya..
aku telah menjauh darinya..
namun Engkau belum..
Engkau terasa mengikat dirinya untuk hatiku..
padahal Engkau tau bahwa itu menyiksaku..
atau aku tidak mengetahui apa yang Engkau ketahui???

aku ingin yang lain..
bukan manusia sempurna seperti dia..
hanya manusia biasa yang mampu membuat nyata semua imajinasiku..
karena dia hanya hidup dalam bayang imajinasiku…

ini tentangnya..
dan semoga ini yang terakhir..
karena aku telah melepasnya!!!

————————————————————————————————————————————————–
mmm..
mungkin aku hanya menghindar bukan menyelesaikan..

oke : siapakah yang mengendalikan hati??

-Nadia Juli Indrani-

lagi-lagi menyesakkan dada..

2010 atau 2011

•November 8, 2009 • 1 Comment

Menentukan masa depan tidaklah semudah membalikan telapak tangan, tapi ini juga tidak sesulit memindahkan gunung ke tempat lain. Masa depan adalah suatu misteri yang harus dihadapi dan sedikit dirancang di masa sekarang agar saat kita mulai menjejakkan kaki pada dimensi yang bernama masa depan kita membawa bekal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita disana.  Seseorang menganalogikan kehidupan itu dengan aliran air, air akan mengalir terus menerus seperti kehidupan dan tidak akan melewati tempat yang sama setelah dia mengalir, sangat cepat, meliuk melewati bebatuan, menerjang apapun, berubah mengikuti wadahnya, dan tidak memikirkan ujung dari semua itu. Begitu pula hidup, dijalani seiring dengan waktu tanpa bisa melewati waktu itu sebanyak dua kali, melewati liku kehidupan, terus menyesuaikan diri dengan lingkungan, mencoba beradaptasi hingga berujung pada kematian. Tapi aku kurang setuju karena disadari atau tidak, air akan terus mengalir ke tempat yang lebih rendah, ini mutlak, air tidak pernah mengalir ke atas, dan air tidak pernah merencanakan alirannya, dia hanya mengalir karena adanya perbedaan tinggi suatu daerah, bukan karena ia rencanakan.

Seperti kalimat pada paragraf awal tadi, begitupula dengan pernikahan. Untuk menuju proses yang sangat sakral ini dibutuhkan sebuah pembekalan yang sangat kuat dan mendarah daging, agar di tengah perjalanannya nanti tidak goyah dan dapat menguatkan satu sama lain. Persiapan dapat berupa :

  1. Niat,  sebagian orang dapat menyiapkan hal ini secara instan (seperti saya!!^^) tetapi beberapa kalangan malah memiliki kendala dengan hal yang satu ini. Ada beberapa kalangan dimana mereka takut berkomitmen dengan orang lain sepanjang umur mereka, takut membiayai istri, takut mengurus suami, takut tidak bisa menjaga anak, dan ujungnya mereka hanya terus bermesraan (baca berzina) tanpa suatu ikatan. Hal ini yang harus diubah presepsinya sehingga orang yang menganggap suatu pernikahan itu menyeramkan dapat diubah menjadi pernikahan sebagai ladang amal.
  2. Mental, setelah niat sudah ada sekarang giliran mentalnya. coba tanya pada hati kecil masing-masing, apakah siap saat kamu bangun tidur tiba2 ada orang asing di sebelah kamu? apakah siap menyediakan segala kebutuhannya saat dia butuhkan? apakaha siap menjaga interaksi dengan orang lain saat ada dia? apakah siap jadwalmu diatur oleh orang lain? apakah siap saat kamu letih dengan semua hal tapi kamu harus tetap melayani orang lain? apakah siap jika suatu hari nanti tiba-tiba kamu merasa mual dan ada sesuatu yang bergerak dalam perutmu? atau siapkah kamu membiayai hidup orang lain? siapkah kamu untuk menganggapnya pendamping hidup dan bukan seorang pelayan? siapkah kamu menganggapnya tempat bersandar dan bukan seorang bos? yah semua pertanyaan-pertanyaan itu hanya hati kita masing-masing yang dapat menjawabnya. (aku siap ga yahhh?? ^^)
  3. Materi, niat oke, mental siap!! uangnya ada ga?? kalau belum ada lebih baik  memikirkannya kembali, karena mau tidak mau, suka tidak suka materi itu perlu, mau makan pake apa? pake  cinta?? kalo istri atau suami siap diajak menderita boleh-boleh saja tapi haruskah anak juga merasakan itu? TIDAK! mempunyai materi tidak berarti dia harus kaya raya, tapi pas-pasan juga bisa. Pas mau mobil ada, pas mau beli rumah ada, serba pas deh..(ngarep^^)..
  4. Persetujuan keluarga, ingat bahwa menikah bukan hanya memngikat dua insan tetapi juga dua keluarga. jika ada keluarga yang tidak berkenan dengan pernikahannya lebih baik segera diungkapkan dan dituntaskan diawal. Jangan sampai masalah kecil ini yang membuat pernikahan tidak indah lagi nantinya. Jika memang hal prinsip yang menjadi penghalang mending dibatalkan saja deh!!!..(SIM -Surat Izin Menikah- sudah dikantongi..yess ^^)
  5. -Ini yang paling penting- Pendamping, jika semua hal sudah terpenuhi pertanyaan inilah yang muncul, pendampingnya mana???hahaha…yah masalah jodoh memang hanya Allah yang tahu, kapan kita bertemu, bagaimana kita bertemu, dan SIAPA orangnya, semua sudah Allah yang mengatur. Kita hanya bisa berdoa, meminta, dan bersabar, karena Allah pasti telah menyediakan pasangan yang terbaik untuk kita, tinggal tunggu aja, dan semoga cara kita mendapatkannya diridhai oleh Allah..(tunggu!!^^)

Ya itulah serangkai pembekalan yang harus disiapkan sebelum seseorang berjalan kedalam proses pernikahan, karena semua orang menginginkan hubungan yang tidak hanya lahir, tetapi juga batin, tidak hanya materi, tidak hanya dunia, dan tidak hanya saat kita muda (ciee gaya pisan!!).

Nah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas…apakah hal itu akan terjadi di tahun 2010 atau 2011???

hahahaha,,,

doanya yah!!!

-Nadia Juli Indrani-

Sesekali tentang isi hati…

Penat..

•September 7, 2009 • Leave a Comment

Penat..itu kata-kata yang bisa menggambarkan suasana sekarang..

penat dengan semua hal yang terjadi..

penat saat semua yang terjadi itu hanya ini ini saja..

penat mengapa aku belum juga lulus atas cobaan yang ini..

penat dengan semua hal yang hanya berputar-putar saja..

penat dengan semua masalah yang sama..

aku malah ingin menyerah bukan berusaha..

ah pengecut memang..

tapi inilah aku yang paling jujur..

melarikan diri,,bukan menyelesaikannya..

hanya penat..itu saja..

tapi itu saja sudah menyerah..

payah!!!

Nadia Juli Indrani

-Jangan panggil aku orang yang ceria LAGI-