<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nadia Juli Indrani</title>
	<atom:link href="http://nadzzsukakamu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com</link>
	<description>Lucu, Aneh, Unik, Menarik..Itu Saja!!!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 07:51:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nadzzsukakamu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nadia Juli Indrani</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nadzzsukakamu.wordpress.com/osd.xml" title="Nadia Juli Indrani" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Prespektive!</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2012/01/28/501/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2012/01/28/501/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 07:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hujan dan Sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Being able to live with or without someone is just a matter of perspective&#8221; Kata-kata itu lah yang sekarang sedang di pegang oleh Nava, memegang dan mengulang bacaannya, tak percaya. Iya, sudah beribu kali rasanya ia membaca kalimat yang sama &#8220;Being able to live with or without someone is just a matter of perspective&#8221; namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=501&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Being able to live with or without someone is just a matter of perspective&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata itu lah yang sekarang sedang di pegang oleh Nava, memegang dan mengulang bacaannya, tak percaya. Iya, sudah beribu kali rasanya ia membaca kalimat yang sama &#8220;<em>Being able to live with or without someone is just a matter of perspective</em>&#8221; namun iya tak mau mengerti maknanya, tidak mau, dan tidak akan mau. Tetapi sebagian jiwanya yang lain tau bahwa ketika dia sudah memutuskan hal ini maka tidak akan ada lagi yang bisa Ia lakukan. dia sudah menyimpulkan dan takdir sudah berkata.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita seorang Nava hanyalah sepenggal contoh dari sejuta kisah serupa. Kadang kita tau, kadang kita sadar, tapi kita HANYA pura-pura tidak tau. tidak mau tau. berharap semua baik-baik saja, ah bukan semua sepertinya memang baik-baik saja. sepertinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasanya kita semua sudah cukup besar untuk bisa memilih dan mengatakan apa yang ingin kita pilih.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasanya kita semua sudah cukup besar untuk menolak apa yang kita tidak mau.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasanya kita sudah cukup besar untuk menentukan apa-apa yang ada di masa depan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasanya kita sudah cukup besar untuk tidak membiarkan pertanyaan tentang &#8220;apa sih maunya diaa&#8230;?&#8221; masih muncul begitu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasanya AKU sudah cukup besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah hidup, pertemuan, perkenalan, persahabatan, perpisahan, dan kenangan. di sela-sela waktu kita menemukan seseorang yang begitu memikat, bersama, ceria, apa saja. sesudah tua nanti, mungkin aku hanya akan melihat berlembar foto yang sudah hampir luntur warnanya, atau ujung foto yang sudah mengriting dimakan waktu. tanpa di suruh hipotalamus akan langsung memutar memori seperti kaset yang tidak disuruh untuk menyala. tersenyumkah aku akan kisah itu?atau bersedihkah aku melihat wajah orang-orang yang mukanya saja pasti tidak akan sama lagi? belum bisa aku jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tentang cerita cinta, Ha! kita bahas saja nanti jika kita ketemu kembali.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Being able to live with or without someone is just a matter of perspective&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">#belum berubah. masih sama. satu kata Perspective!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=501&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2012/01/28/501/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rindu&#8230;.</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/07/14/rindu/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/07/14/rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:01:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini sepertinya aktivitas Fania cuma satu, merenung, entah apa yang dipikirkan yang dia tau dengan melakukan ini hati nya jadi tenang. Fania hanya melihat kearah luar melalui jendelanya,sekenanya hanya ingin melihat keluar saja tidak lebih. Dia tidak peduli dengan banyaknya orang di luar sana, tidak peduli dengan hiruk pikuk pagi. Dia hanya peduli bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=495&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pagi ini sepertinya aktivitas Fania cuma satu, merenung, entah apa yang dipikirkan yang dia tau dengan melakukan ini hati nya jadi tenang. Fania hanya melihat kearah luar melalui jendelanya,sekenanya hanya ingin melihat keluar saja tidak lebih. Dia tidak peduli dengan banyaknya orang di luar sana, tidak peduli dengan hiruk pikuk pagi. Dia hanya peduli bahwa semua yang dia rasakan sejak semalam harus lah hilang hari ini juga. Dia letih dengan perasaan yang sudah dirasakannya semalaman. Yah, entah mengapa dia rundu akan ayahnya. Dan rasa rindu ini sungguh sangat membuatnya sedih, bukan karena ayahnya sudah tidak ada di dunia ini lagi bukan ayahnya masih Ada bahkan mungkin keadaannya sangat sehat -atau sakit?- itulah yang tidak dia ketahui. Ayah Fania masih hidup namun Fania sulit untuk menemuinya.bukan, tetapi memang Fania enggan menemui ayahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah Fania, bukan seorang pengusaha kaya raya, hanya seorang laki-laki biasa yang harus menerima takdir nya sebagai duda di usia 31 tahun. Yah, benar sekali orang tua Fania sudah bercerai saat Fania berusia 4 tahun.Dan sepertinya perceraian orang tua nya membuat Fania menjadi sedikit fobia dengan keributan dan keramaian. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena dahulu orang tua Fania sering bertengkar hingga seluruh tetangganya berkerumun. Anak seusia Fania yang bahkan masih belum bisa membedakan kanan dan kiri dipaksa melihat adegan teriakan makian dari kedua orang tuanya sudah pasti hal ini menjadi suatu adegan traumatik yang menimbulkan efek fobia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi entah mengapa saat ini dia sangat rindu dengan ayahnya. sudah semalaman dia tidak bisa tidur menahan rindu mungkin rasa rindunya melebihi rasa rindu dua insan yang lagi jatuh cinta, sangat rindu Dan sangat menyiksa.Fania pun mulai mengingat-ingat kejadian apa saja yang telah dia lewati dulu bersama ayahnya.satu persatu memorinya dia panggil kembali.mungkin belajar memakai sepatu? ah bukan Fania belajar memakai sepatu dari kakaknya, mmm memegang sendok?bukan juga, membeli mainan bersama? Atau bermain bersama? Tidak pernah, mungkin belajar menulis atau membaca?rasanya tidak, mengaji? Berjalan-jalan? Ah tidak, yang dia ingat pertama kali jalan-jalan, itupun ke kebun binatang, saat usianya 10 tahun. Fania terus menggali ingatannya dalam-dalam, mencari aktivitas apa yang biasa dilakukan anak usia 0-4 tahun dengan ayahnya. Tetapi semakin dia gali semakin sedih, semakin dia mengumpulkan semua memori nya dia semakin sadar bahwa dia tidak memiliki satu memori pun dengan ayahnya. Yang Fania ingat memang hanya adegan pertengkaran itu. Adegan penuh teriakan antara ayah Dan ibunya.bukan adegan kasih sayang antara ayah dengan anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa tersadar air mata nya menetes. Dia sangat rindu ayahnya tetapi dia juga enggan untuk menghubungi ayahnya. Mungkin jika takdir memang akan mempertemukan dia dengan ayahnya dia akan mengajak ayahnya untuk mengukir kenangan indah bersama ayahnya. Agar setiap dia merindukan ayahnya dia tidak sedih lagi tetapi dia akan tersenyum oleh kenangan-kenangan itu. Fania pun bergegas menutup jendelanya.dia rindu tetapi dia sedih karena rindunya.</p>
<p style="text-align:justify;">*fiksi<br />
**tetapi merindukan seseorang itu menyebalkan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/495/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=495&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/07/14/rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>film</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/06/15/film/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/06/15/film/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 04:40:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hujan dan Sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[drama korea]]></category>
		<category><![CDATA[melow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[sudah berapa kali aku sadar bahwa setiap kali aku memutuskan untuk menonton sebuah film drama (korea atau jepang) akan menimbulkan efek seperti ini. tidak peduli ending cerita yang pasti (rata-rata) happy ending, pikiran dan jiwaku pasti lebih terpaut pada kisah sedihnya.hiks. kita semua tau bahwa dalam setiap film drama korea polanya sama, ada cewe yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=493&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">sudah berapa kali aku sadar bahwa setiap kali aku memutuskan untuk menonton sebuah film drama (korea atau jepang) akan menimbulkan efek seperti ini. tidak peduli ending cerita yang pasti (rata-rata) happy ending, pikiran dan jiwaku pasti lebih terpaut pada kisah sedihnya.hiks.</p>
<p>kita semua tau bahwa dalam setiap film drama korea polanya sama, ada cewe yang suka ama seorang cowo sedangkan sang cowo suka ama cewe lain yang notabene nyuekin cowonya trus ada cowo lain yang ngejak cewe yang suka ama cowo pertama tadi, dimana cowo ini pasti ada hubungannya dengan cewe yang disukai ama cowo yang disukai ama cewe pertama tadi..jadi lah cinta segi empat yang rumit dan membingungkan. kalian yang bukan maniak film drama pasti akan pusing dengan penjabaran cerita diatas tapi begitulah adanya. setiapfilm drama (korea khusunya) pola ceritanya tidak berubah namun tetap asik untuk dinikmati. aku suka kisah cinta yang seperti ini. sulit namun tidak menyerah. sudah saling curiga namun ada ikatan bernama cinta. yang aku tau ketulisan cinta di film korea sampai bisa aku rasakan sendiri. ini berbeda ketika aku menonton film-film cinta barat atau bahkan indonesia dimana rasa cintanya pasti dibumbui oleh sedikit nafsu birahi dan pengorbanan yang ga jelas. berbeda rasanya. di film korea-korea ini biasanya cinta yang terasa itu sangat tulus dan penuh pengorbanan..menagis? pasti, jadi melow?? banget..tapi suka..</p>
<p style="text-align:justify;">dan inilah efek yang ditimbulkan oleh salah satu film drama korea yang baru aku tonton, Summer Scent..ntah aku yang terlalu membawa perasaan atau ini memang film yang emang sedih ampe sekarang rasa melownya ga ilang-ilang.. happy ending tapi entah pikiranku masih tertanam pada adegan perpisahan dimana cewe dan cowonya pura-pura tegar berbalik berjalan ke arah sebaliknya namun sama-sama menangis..hiksss&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">kejadian ini tidak pernah aku rasakan sebenarnya.. tapi setidaknya aku memang pernah patah hati, jadi aku tau bagaimana sakitnya menahan perasaan kepada seorang lelaki. aku tidak tau perasaan orang yang aku suka apakah sama dengan perasaantokoh laki-laki di drama korea tersebut yang ternyata dia suka tapi tidak terkatakan..aku tidak tau yang aku tau aku sakit..dan setiap aku menonton kisah seperti ini rasa sakit itu muncul dan terus muncul tidak mau pergi..aku sakit (ntah jiwa, psikis, atau apa)..tapi aku sakit!!</p>
<p style="text-align:justify;">salah satu alsan kenapa di setiap cerpen-cerpenku tidak pernah aku bikin happy ending adalah karena aku tidak tau bagaimana rasanya bahagia mendapatkan seseorang yang kita sayangi, tidak tahu, sungguh malang, atau belum tau..entahlah..</p>
<p style="text-align:justify;">aku berniat menghentikan kegalauan ini (dan pasti berhenti) ketika aku menikah, kapan? 2011? aku sendiri jadi ragu sekarang..kalau aku jadi meng-apply beasiswa ke Aussie dan ternyata di terima aku akan pergi setidaknya 2 tahun lamanya, trus nanti suami aku gimana??mending ga nikah dulu deh..tapi kalo ga nikah sekarang kapan??setelah pulang dari Aussie gimana caranya??aaahhh..aku yakin ketika Allah sudah menakdirkan sesuatu untukku maka dia juga menakdirkan kejadian-kejadian berikutnya..tapi ntah lah aku jadi merasa gamang..dan kegamangan ini berasal dari satu kejadian &#8211;&gt; NONYON FILM DRAMA!!</p>
<p style="text-align:justify;">tapi mau bagaimanapun aku tetap suka film drama, biarkan aku merasa sakit ini lagi, biar hati ini menjadi tegar, biarlah aku bermelow seperti ini karena disaat seperti ini aku bisa merenungkan hidup <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:right;">-Nadia Juli Indrani-</p>
<p style="text-align:right;">sepertinya sudah lama jantung ku tidak berdebar karena seseorang!!</p>
<p style="text-align:right;">masih sakitkah kau nak?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/493/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=493&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/06/15/film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Sholat Nabi</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/29/sifat-sholat-nabi/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/29/sifat-sholat-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 08:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan..]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[sifat sholat nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum wr wb.. teman-teman, jadi sabtu kemarin di Salman ada usrah dengan materi Sifat Sholat Nabi ama ust Samsoe (ustad ini bagai perpustakaan agama berjalan!!). dan isinya bagus banget karena tanpa kita sadari banyak gerakan (dari wudhu hingga shalat) yang salah (ini mah aku sih..hahaha) jadi semoga tulisan ini dapat sedikit mengoreksi shalat kita.maaf kalo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=491&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Assalamu&#8217;alaykum wr wb..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">teman-teman, jadi sabtu kemarin di Salman ada usrah dengan materi Sifat Sholat Nabi ama ust Samsoe (ustad ini bagai perpustakaan agama berjalan!!). dan isinya bagus banget karena tanpa kita sadari banyak gerakan (dari wudhu hingga shalat) yang salah (ini mah aku sih..hahaha) jadi semoga tulisan ini dapat sedikit mengoreksi shalat kita.maaf kalo sok tau ya..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">perlu di ketahui bahwa gerakan sholat nabi itu merupakan peliputan dari para sahabat, jadi ada sahabat yang melihat shalat nabi dari berbagai arah dan dituliskan, intinya tata cara shalat nabi bukan nabi sendiri yang berbicara. tetapi semua hadist yang di pakai untuk gerakan shalat shahih (insha Allah) silahkan di cek sendiri..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">kenapa kita harus ikuti gerakan shalatnya Rasul? ini sesuai dengan hadist <em>&#8220;Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat&#8221;</em> (HR Bukhari Muslim) jadi inilah yang melandasi kita semua untuk mengikuti sholatnya Rasul.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">seperti yang kita semua tahu kalo sholat itu dapat mencegah fasa dan munkar (QS 29:45), nah tapi kalau kita salah pada salah satu gerakan sholat maka sholat kita pun salah dan hasilnya kita tidak dapat apa-apa &#8211;&gt; ini akan mempengaruhi perilaku kita dan kita selalu dihadapi dengan kerumitan-kerumitan masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana hadist Nabi yang dikeluarkan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah. Nabi bersabda : Apa pendapat anda jika ada orang mandi di sungai depan anda sebanyak lima kali sehari ? Apakah masih menempel di badanya itu kotoran ? Jawab para Sahabat, Tidak, tidak ada lagi kotoranya ( bersih betul ). Jawab Nabi, itulah contoh sholat lima waktu. Allah menghapus dosa dan kesalahan-kesalahan hamba-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">kesalahan yang sering dilakukan :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tayamum &#8211;&gt; dalam hadist shohih tayamun yang benar itu hanya 2 anggota badan &#8211;&gt; muka dan telapak tangan (dengan baliknya juga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) jadi <strong>sekali</strong> kita mengambil debu langsung ditiup sedikit dan diusapkan pada wajah dan kedua tangan &#8211;&gt; tidak perlu sampai siku. selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Wudhu &#8211;&gt; kesalahan yang sering dilakukan adalah memisahkan kumur mulut dan hidung, memisahkan mengusap kepala dengan telinga, membasuh tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>seharusnya</strong> adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Ketika kita mengambil air untuk berkumur maka itu disatukan untuk ke hidung juga. maksudnya sekali ambil untuk dua anggota mulut dan hidung. jadi JANGAN dipisahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">2. mengusap kepala dan telingga itu DISATUKAN dan HANYA SATU KALI PENGULANGAN (kalo yang lain boleh 2-3 kali pengulangan). jadi air yang kita tampung di tanggan di percikan sedikit lalu diusapkan ke bagian kepala &#8211;&gt; telinga &#8211;&gt; dan dibalikan ke bagian depan kepala lagi (ke bayang kan ya? kalo ga liat gambar aja &#8211;&gt; searching di google yaks.hehehe)</p>
<p style="text-align:justify;">3.membasuh tangga hingga ke sikut itu. air di tampung dulu kemudian dialirkan kesikut. baru setelahnya diratakan jadi dari jari ke sikut dan jangan cepet-cepet kudu sabar&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Shalat:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Takbiratul ikhram &#8211;&gt;<strong> jari tangan rapat</strong>, telapak tangan menghadap kiblat, mengangkat sampai tangan di antara dada hingga telinga &#8211;&gt; JANGAN MALAS jadi ngasal.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Ruku &#8211;&gt; posisi 90 derajat kalau di hadist itu sampai ketika kita meletakan gelas yang penuh dengan air gelas tersebut tidak tumpah,<strong> jari tangan direnggangkan</strong>, mata melihat tempat sujud.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Sujud &#8211;&gt; ada 7 anggota badan yang harus menyentuh lantai, kedua telapak kaki dengan <strong>jari kaki menghadap kiblat</strong>, lutut, kedua tangan <strong>(jari tangan rapat)</strong>, dahi dan hidung (sebenarnya dalam hadist Rasul berkata Dahi sambil menunjuk hidung) jika kita sulit melakukan keduanya maka didahulukan apa yang diucapkan rasul yaitu dahi tapi kalo orang Indonesia mah bisa lah ya..hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">4. Duduk di antara 2 Sujud &#8211;&gt; kaki kiri diduduki dan <strong>jari kaki kanan menghadap kiblat</strong>, kalau ada kendala kesehatan seperti asam urat, rematik, atau obesitas kedua kaki bisa disilangkan (HR Bukhari).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">setelah sujud mau berdiri (urutan berdiri berbalik dengan urutan sujud, jadi kalau sujud itu kedua telapak kaki, lutut, kedua tangan, baru dahi dan hidung.  kalo pas bangkit dari sujud itu hidung, dahi, telapak tangan, lutut, dan kaki -jari kaki maksudnya- <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) untuk rakaat dua ada duduk istirahat &#8211;&gt; ini sifatnya boleh dilakukan boleh tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah untuk berdiri sehabis rakaat <strong>Ganjil</strong> pas berdiri <strong>tidak perlu mengangkat</strong> tangan seperti takbiratul ikhram langsung saja kedua tangan disimpan di atas perut (ini banyak versi dan semuanya shahih).</p>
<p style="text-align:justify;">kalau berdiri setelah rakaat <strong>genap</strong> (abis tahiyat awal) <strong>tangan diangkat</strong> seperti takbiratul ikhram.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">5. Duduk tahiyan akhir &#8211;&gt; kaki kiri dimasukkan, jari kaki kanan menghadap kiblat.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Salam &#8211;&gt; ini ada 4 versi yang keempat-empatnya bersumber dari hadist shahih. pertama 2 doa ke kanan dan 2 doa ke kiri &#8211;&gt; paling banyak di riwayatkan. kedua 3 doa ke kanan dan 2 doa ke kiri. ketiga 2 doa ke kanan dan 1 doa ke kiri. keempat 1 doa ke kanan &#8211;&gt; tidak menengok ke kiri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">*maksudnya 3 doa adalah Assalamu&#8217;alaykum warahmatullah wabarakatuh, 2 doa Assalamu&#8217;alaykum warahmatullah, dan 1 doa Assalamu&#8217;alaykum.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">kalo kita sholat berjamaah JANGAN MENYAMAI ATAU MENDAHULUI IMAM. tunggu gerakan (atau ucapan imam jika imam tidak terlihat) SELESAI, baru kita ikuti..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">TIDAK ADA SHOLAT YANG BACAANNYA DI DALAM HATI.. semua bacaan sholat harus diucapkan Jahr atau Sirh (keras atau pelan). keras dapat di dengar orang lain pelan di dengar diri sendiri. jadi mulutnya jangan mingkem aja tapi bacalah bacaan sholat!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">DOA DI SUJUD Terakhir bersumber DARI HADIST bukan AYAT AL-QURAN (apalagi doanya ngarang sendiri)..makanya hapalin doa-doa di HADIST <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Doa iftitah itu memang ada 8 jenis dan shalawat nabi di doa tahiyat akhir pun ada beberpa jenis (7 atau berapa) semua yang digunakan itu tidak apa-apa sah-sah saja karena semuanya bersumber dari hadist yang shahih. jadi kalau memang beda ama yang lain tak apa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">ada 2 sholat Rasul yang tidak menggunakan doa iftitah yaitu sholat Rawatib subuh dan sholat hukuman terlambat jumatan (ini bukan Rasul, tapi rasul menyuruh sahabatnya yang telat untuk melakukannya).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Solaht sunnah yang tidak pernah ditinggalkan Rasul itu Rawatib Subuh (sebelum subuh) dan witir) ayoo kita mulai amalkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Masbuk &#8211;&gt; dibeberapa hadist itu sampai imam ruku dan kita masuk, maka rakaat kita di hitung, tapi dibeberapa hadist lain juga jika sholatnya adalah sholat yang bacaannya di keraskan maka kita wajib ikut mengaminkan Al-Fatihah, kalau itu sudah terlewat maka rakaat kita tidak dihitung. trus pas duduk tahiya akhir imam tapi bukan tahiyat akhir kita (kan kita masbuk) duduknya lebih baik mengikuti imam &#8211;&gt; duduk tahiyat akhir.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sekian penjelasan Ust Samsoe. ada baiknya teman-teman mencari lagi sholat ala Rasul agar ibadah sholat kita jadi ga sia-sia. kan yang di hisab pertama kali adalah sholat. sholat kita juga tiang agama. maka ada baiknya kita melakukan sholat dengan benar. maaf ya teman-teman kalau banyak salah dan sok tau. hanya ingin sharing..intinya jangan buru-buru pengen selesai sholatnya..rugi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">*tulisan ini butuh masukan yang benar sebanyak-banyaknya, maaf sekali lagi kalau terkesan menggurui&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/491/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=491&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/29/sifat-sholat-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan yang Tak Tersampaikan</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/20/pesan-yang-tak-tersampaikan/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/20/pesan-yang-tak-tersampaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 00:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Andai ini Jakarta, mungkin sekarang aku akan duduk di kursi penumpang bus  way yang empuk dan ber-AC. Jika aku harus berdiri karena jenis bus itu banyak peminatnya, setidaknya tidak ada pengamen-pengamen yang menggangguku. Sayangnya ini Bandung, penerapan sistem busway sulit dilakukan di kota ini sehingga hanya bus-bus seperti ini lah yang ada di kotaku, Bus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=487&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Andai ini Jakarta, mungkin sekarang aku akan duduk di kursi penumpang <em>bus  way </em>yang empuk dan ber-AC. Jika aku harus berdiri karena jenis bus itu banyak peminatnya, setidaknya tidak ada pengamen-pengamen yang menggangguku. Sayangnya ini Bandung, penerapan sistem <em>busway</em> sulit dilakukan di kota ini sehingga hanya bus-bus seperti ini lah yang ada di kotaku, Bus Damri. Di bus inilah aku duduk sekarang. Bus dengan tempat duduk sempit dan keras yang bahkan lututku pun harus ku tekuk sedikit agar aku bisa duduk. Aku memilih duduk di dekat jendela tempat paling nyaman untuk melihat keluar, kearah mana saja. Tidak harus pemandangan, karena di Bandung memang sudah tidak ada pemandangan. Melihat bangunan-bangunan yang silih berganti dan hiruk pikuk orang di luar pun sudah cukup untuk membuatku melakukan satu hal penting, berpikir.</p>
<p style="text-align:justify;">Baru saja perjalanan dengan bus Damri ini di mulai, dua orang pemuda masuk dengan membawa alat musik di tangan mereka. Seorang memegang drum ala kadarnya dan seorang lagi memegang sebuah gitar usang dengan senar plastik. Pemuda yang ku taksir berumur 18-20 tahunan langsung memainkan alat musiknya dengan lagu yang sudah familiar di telingaku, <em>Ingat Mati – Wali Band. </em>“Aahh, kenapa harus lagu ini?” batinku. Suara pemuda itupun melantun dengan sedikit fals, mengajak pikiranku ikut melayang mengingat proses kehidupan diriku sendiri sejak aku bayi hingga saat ini, saat dimana aku duduk di bus Damri.<em></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kata orang, ibuku baru menikah dengan ayah saat aku sudah dikandung selama delapan bulan. Aku terpukul mendengarnya, namun aku tidak berani menanyakan hal ini kepada kedua orang tuaku. Setelah aku menyelidiki surat nikah kedua orang tuaku dan bulan saat aku lahir, fakta itu terkuak. Aku memang sudah di kandung saat orang tuaku belum menikah. “Apa aku anak haram?” batinku mulai bertanya tanpa memikirkan jawabannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pikiranku kembali pada saat aku sudah mengerti ekspresi senang, tersenyum, cemberut, dan marah. Rasa-rasanya saat itu ekspresi marah seringkali dikeluarkan oleh ayah dan ibuku. Aku lupa saat itu ekspresi apa yang aku keluarkan, mungkin menangis, mungkin juga hanya diam tidak mengerti. Ah, hanya itu ekspresi yang mungkin aku keluarkan, menangis atau terbengong-bengong sambil bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi sebenarnya. Mungkin dahulu orangtuaku tidak memikirkan dampak yang akan menimpa seorang anak yang selalu diperlihatkan ekspresi marah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba seorang pemuda menyodorkan aku sebuah bungkus bekas permen, meminta bungkusan itu diisi barang seratus-dua ratus. Tanpa mempedulikannya aku langsung mengangkat sebelah tanganku, tanda aku tidak akan memberinya apa-apa. Pemuda itu pun langsung pergi dengan muka yang masam dan menyebalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masam dan menyebalkan, mungkin itulah ekspresiku tadi sebelum pergi dari rumah. Melangkahkan kaki tanpa arah, berjalan di bawah matahari sore yang sebentar lagi akan kembali ke peraduannya. Awan-awan sudah bergumul membentuk warna hitam, tampaknya sebentar lagi hujan. Aku terus berjalan. Aku harus berpikir. Aku menanti hujan. Di bawah hujan biasanya sel-sel otakku lebih hidup. Setiap tetes hujan akan membawa makna hidup dari bisikan-bisikan makhluk tak terdengar. Di bawah hujan biasanya aku akan menemukan jawaban akan hidup yang selalu dihinggapi masalah. Tetapi hari tak kunjung hujan, meski langit telah gelap, sang matahari sore tetap tak mau kalah untuk menghilangkan sinarnya. Terperosoklah aku disini, di dalam bus Damri. Aku harap dengan menghabiskan uang dua ribu rupiah saja aku bisa memikirkan tentang ini, tentang hidup. Hanya dengan dua ribu.</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana bus Damri ini tidak terlalu penuh, semua orang dapat duduk di kursi-kursi yang telah disediakan. Banyak penumpang ibu-ibu di dalam bus Damri ini. Dapatkah kalian bayangkan apa yang akan terjadi jika di suatu tempat terlalu banyak kaum wanita? Ya, berisik. Banyak suara di dalam bus Damri ini, tidak jelas apa yang mereka bicarakan. Satu hal yang pasti, mereka membuka-buka mulutnya mengeluarkan suara. Saling menjawab dari satu ibu ke ibu lain. Ada pula yang satunya hanya mengangguk dan yang lain terus membuka mulutnya tanpa jeda. Hebat sekali ibu itu. Kecepatan kata yang dia keluarkan pasti lebih cepat dibandingkan kecepatan bus ini. Baru saja aku asik memperhatikan polah ibu-ibu ini, masuklah seseorang dengan gitar di tangannya. Pengamen yang lain. Usianya lebih tua di banding pengamen yang tadi. “Ya para penumpang sekalian, izinkan saya menembangkan sebuah lagu popular dari penyanyi favorit kita <em>Iwan Fals</em> dengan judul <em>Denting Piano</em>.” kata pengamen tadi. Suara pengamen ini lebih enak. Rasanya, kalau dia ikut kontes menyanyi setidaknya dia akan masuk hingga babak 50 besar. Suara lembut yang memang sedikit mirip dengan Iwan Fals ini membuatku memikirkan tentang hidupku lagi, hidup yang bagi diriku sendiri sudah tidak tahu akan dibawa kemana.</p>
<p style="text-align:justify;">Masa puberku berjalan dengan normal seperti remaja pada umumnya, berjerawat, suka pada ketua OSIS (ini hal yang normal kan?), melakukan perubahan ini dan itu agar menarik perhatian orang yang disukai, tidak mengerjakan tugas, dan main setiap hari. Asik sekali masa puberku itu. Nakal tetapi berprestasi. Satu kelebihanku, meski aku tidak pernah belajar, tidak tahu mengapa nilaiku bagus-bagus, selalu masuk tiga besar di kelas. Ini menyelamatkan aku. Senakal apapun di sekolah, guru-guru tidak pernah menghukumku. Aku pun tertawa kecil mengingat masa-masa SMP-ku dulu, sungguh gadis bandel yang manja. Akhirnya akupun mengingat-ingat masa SMA yang menurutku sangat membahagiakan. Sudah merasa lebih dewasa, sudah tahu bagaimana mendekati seorang laki-laki, lebih terkendali, tetapi masih tidak pernah belajar. Aku tidak masuk SMA favorit, hanya SMA biasa namun memiliki sejuta kisah. Di dalam bus Damri ini aku kembali tersenyum-senyum sendiri mengingat itu semua, bagaimana populernya <em>geng</em> kami, main setiap hari, <em>ngeceng</em> sana <em>ngeceng</em> sini, dekat dengan orang-orang popular, dekat dengan guru, masuk kelompok ilmiah. Hanya senang-senang  saja masa SMA ku dahulu. Sangat mengasikkan dan tak terlupakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali dari lamunanku, akupun tersadar bahwa pengamen tadi sudah tidak ada. Mungkin tadi dia menyodorkan bungkusan plastik lagi tetapi aku tidak sadar, terlalu asik dengan lamunanku. Aku tidak ingin melanjutkan lamunan ini, terlalu takut. Aku belum dewasa, <em>setidaknya untuk berbicara soal cinta. </em>Aku hanya menatap layar <em>handphone</em> Samsung <em>Wave 533</em> dalam-dalam. Menatap pesan yang dari tadi tak kunjung selesai aku ketik. Baru ada sebuah kata disana ‘<strong>Assalamu’alaykum wr wb’</strong>. Pesan selanjutnya masih aku pikirkan, itulah sebabnya aku ada di bus ini untuk memikirkan ini. Memikirkan isi pesan yang akan ku kirimkan padanya, pada dia yang selalu ada di hatiku sejak aku merasa aku mengenal cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia, namanya Achmad Fashiha. Sudah dua tahun aku mengenalnya (atau lebih tepat mengaguminya). Teringat ku saat pertama melihatnya dalam sebuah acara, dimana dia menjadi pembicaranya. Saat mendengarkan suara lembutnya, melihat keteduhan di wajahnya, tanpa sadar aku meracuni otakku sendiri, dia adalah seorang imam yang dapat membimbingku ke surga kelak. Dia bagaikan sosok yang sempurna: baik, sholeh, pintar, menawan, menarik hati, menyenangkan, ah segala-galanya. Mungkin bahkan posisi dia di depan Rabbnya pun sudah ada dalam posisi yang terjamin. Sudah dua tahun pula, pikiran-pikiran ini meracuni hati dan otakku, bahkan pikiran ini seakan mendarah daging dalam diriku. Setelah awal 2009, hidupku seakan terhenti. Berulang kali aku mencoba melangkah, berlari, berpaling, namun poros diriku tetap saja dirinya. Entah mengapa, dimataku dirinya sangat menawan, sangat mempesona, dan sangat jarang. Dua tahun ini berulang kali aku mencoba melupakannya, namun seakan tidak mau kalah, ingatan tentang dirinya berhasil menyamakan kedudukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lamunanku kembali pada masa itu, masa dimana aku tidak dapat mengontrol diriku.  Pernah suatu waktu aku merasa sangat merindukannya, ingin melihatnya walau hanya sekejap, namun aku tahu itu pekerjaan yang sia-sia. Akhirnya aku berusaha melupakannya dengan menonton film favoritku, film-film Korea. Hasilnya? Aku jadi merasa tokoh wanitanya itu adalah aku dan tokoh prianya adalah dia, SINTING! Ada satu lagu yang sangat aku sukai karena memiliki makna yang sangat dalam dan ingin sekali aku kirimkan padanya. Aku berusaha sekuat tenaga untuk mengabaikan itu, namun berkat dorongan dua temanku aku mengirimkannya. Ini sangat diluar batas orang normal yang menyukai seorang laki-laki. Jelas sekali dalam lagu ini (tidak dapat dipungkiri) merupakan suatu pernyataan hati yang mendalam yang belum pernah aku lakukan. Aku menghela napas panjang. Menyukainya saja membuat aku sakit jiwa dan ingin amnesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan dia. Aku mengenalnya, mengetahui kesibukannya, mengetahui kebaikannya, mengetahui kisahnya sehari-hari, intinya dia itu penting bagiku. Selalu ada dalam otakku, ada dalam hatiku, ada dalam detak jantungku, ada dalam bayanganku namun aku baginya adalah kebalikan dari semua itu. Ini adalah fakta yang sangat menyakitkan yang tidak dapat aku ubah. Tidak dengan pendekatan-pendekatan biasa yang dapat dilakukan seorang wanita jika ia sedang jatuh hati pada seorang pria. Karena apa? karena dia memang berbeda. Aku sering kali berkata aku tidak suka padanya, pura-pura tidak tertarik jika temanku membicarakannya, dan cenderung mendukung temanku yang tidak suka padanya. Tetapi semua usaha itu bohong, sia-sia, setiap melihat tulisan namanya, nama organisasinya, jaket himpunannya, melihat seseorang mengenakan jas almamater, mengenakan kacamata, mengenakan pakaian coklat pikiranku akan langsung tertuju padanya. Sulit, jantungku sudah berdegup dan tidak terkendali dengan semua itu. Apalagi jika orang itu benar-benar dia, ingin rasanya aku langsung berlari pergi menghindar karena oksigen di Bumi ini serasa habis entah kemana.</p>
<p style="text-align:justify;">Batu krypton (dalam kisah Superman) mampu melumpuhkan seorang superhero menjadi seorang yang sangat lemah, tak berdaya, dan kehilangan kekuatan saat batu itu ada didekatnya. Itulah dirinya, si batu krypton. Meskipun batu itu disingkirkan namun bekasnya tak mampu dihilangkan dengan menggunakan apapun. Batu krypton akan tetap ada dan fungsinya tidak pernah berubah dan takkan tergantikan. Tetap menyakiti Superman. Maka jika dia adalah batu krypton maka aku tetap rela menjadi Superman meski berada dalam kesengsaraan saat berada didekatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku ingat tentang kesukaannya: Coklat, dia sangat suka coklat. Pernah aku melihat dia, serba coklat. Aku kira dia hanya menyukai warna coklat, namun ternyata dia menyukai semua coklat, baik makanan maupun warna. Dan dia semakin tampan dengan semua coklatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia pernah sangat melambungkan hatiku. Saat bulan puasa tahun itu aku sedang rapat di daerah sekitar masjid dekat kampusku. Tiba-tiba dia datang dengan senyumnya, tapi senyum itu bukan untukku. Senyum itu untuk orang-orang yang dia kenal, namun senyum itu tetap saja membuat aku merasa telah berpuasa tujuh hari tujuh malam, lemas! Bersikap biasa dan mencoba tetap fokus pada pemimpin rapat. Tiba-tiba sesuatu menyentuh kakiku, coklat. Aku melihat ke arahnya, kemudian dia berkata, “untuk ta’jil, bagikan ke akhwat lain“. Saat itu, saat seperti itu, entah apa yang membuat aku senang dan terbang melayang, apakah waktu berbuka yang sebentar lagi tiba, coklat karena aku sangat suka coklat, karena dia yang memberi, atau karena itu pertama kalinya dia berbicara untukku? SEMUANYA.  Akupun masih berdegup sampai sekarang jika ingat adegan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana kota Bandung saat ini macet. Wajar saja bus Damri jurusan Dago-Leuwi Panjang ini melewati daerah 7 titik kota Bandung, mulai dari Taman Pemerintahan Daerah, stasiun Bandung, dan saat ini bus Damri ini sedang melewati Pasar Baru Bandung. Banyak ibu-ibu yang mulai turun, hendak berbelanja mungkin? Aku masih menatap keluar jendela. Langit masih mendung namun hujan belum juga turun. Menunggu hujan yang sangat lama, lamanya seperti aku dan dia dahulu. Ingatanku kembali lagi padanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lama, sangat lama tanpa interaksi dengannya (memang tidak pernah). Jangankan berinteraksi, melihatnya di sekitar kampusku pun tidak. Kemana dia? Dimana dia? Apa yang dilakukannya? Ada apa dengannya? Mengapa dia tidak mengisi acara-acara kampus lagi? Aku benar-benar rindu dengan wajahnya yang teduh, kata-kata yang teruntai indah yang keluar dari mulutnya dan rasa sejuk bila ada didekatnya. Aku hanya ingin melihatnya, itu saja. Apakah permintaan ini terlalu berlebihan, mengingat aku dan dia berada dalam satu kampus yang sama? Ah, dia bagaikan bulan. Indah namun seringkali bersembunyi di balik awan dan hanya dapat dilihat di malam hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah akhirnya satu kali aku bertemu dengannya. Setelah pelajaran Termodinamika Tingkat Lanjut selesai, ada sesuatu yang menarikku untuk kearah gerbang depan, segera. Saat akan menyebrangi jalan, yang setengahnya aku lakukan dengan biasa namun yang setengahnya lagi aku lakukan dengan penuh perjuangan, tiba-tiba dia muncul, muncul begitu saja dari arah yang berlawanan tanpa aku tahu dari mana dia datang. Dengan rambut yang belah pinggir dan masih agak basah (atau basah karena minyak, aku tidak tahu) dan kemeja biru, terdengar suara tawanya yang sangat khas (karena dia sedang berbincang dengan temannya). Senyumnya saat itu mampu menghentikan langkahku di tengah jalan dan kami saling bertatapan. Satu detik… dua detik… tiga detik… TIIIDDDDIIIIITTTTT!! Suara klakson mobil berhasil membuyarkan itu semua, dan aku berjalan kearah tepi jalan. Begitupun dia, terus berjalan menyebrang hingga kami berpapasan diantaranya dan terdiam, serasa semua sepi dan <em>slow motion</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat aku tersadar, sudah ada dua gadis kecil memegang gitar kecil. Suara nyanyiannya sangat indah, lagu <em>Dewa 19 Risalah Hati</em> berhasil menusuk hatiku saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Aku bisa membuatmu…</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku..</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beri sedikit waktu..</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Agar cinta datang karena telah terbiasa..”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">‘Cinta datang karena telah terbiasa’, mulai dari interaksi yang menyenangkan hingga obrolan yang bisa melambungkan jiwa. Hal-hal sederhana yang tanpa sadar dilakukan oleh lelaki, bisa membuat wanita-wanita jatuh hati. Tapi curangnya, untuk membuat laki-laki jatuh hati para wanita harus melakukan hal diluar normal, bukan hal-hal sederhana. Interaksi, sejak kejadian itu banyak interaksi dan pertemuan yang terjadi. Semua itu benar-benar membuatku melambung dan ingin selalu tersenyum. Akupun memutuskan memberikan receh lima ratus rupiahku pada kedua gadis ini. Suaranya bagus dan mereka memilih lagu yang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit lagi sebenarnya, sedikit lagi dia akan mengenalku. Sedikit lagi kita akhirnya dapat berkenalan. ‘Mulutmu Harimaumu’, mungkin itu kata-kata yang tepat. Hati-hatilah menggunakan mulut karena itu terjadi padaku (sayangnya jika hanya diucapkan mungkin yang mendengar akan lupa tetapi ini dalam bentuk tulisan). Saat itu bermain dengan kata-kata merupakan hal yang mengasikkan, apalagi dilakukan dengan orang-orang yang memang senang melakukan itu. Saat hujan malam itu, tiba-tiba temanku mengirim sebuah pesan pendek “<strong>Shil, buka blog gue sekarang, Achmad komen di tulisan gue yang Presiden</strong>”. Kalau Achmad memberi komentar lantas apa salahnya? Setelah otakku bisa mencerna maksud dari temanku, aku pun tersadar bahwa di tulisan itu, komentar-komentar yang dituliskan oleh teman-temanku semuanya berisikan tentang perasaanku pada Achmad. Padahal sejauh ini Achmad tidak mengetahui siapa aku, siapa orang yang mengiriminya lagu Korea itu, dan siapa orang yang selalu mengaguminya sampai mengirimkan surat-surat pendek tentang perasaannya. Aku pun membuka blog, bingung, pusing, dan hampa. Ah, tak tahulah apa rasanya, sangat campur aduk, sulit menggambarkan itu karena sel-sel dalam tubuhku serasa tidak dapat menghasilkan ATP lagi. Aku membaca sebuah kometar di tulisan itu “<strong>Ini tentang saya?</strong>” aku bingung harus membalas apa di tulisan itu. Ini memang tentangnya, ini memang tentang aku. Aku tidak ingin dia tahu perasaanku, walau pada kenyataannya dia sudah mengetahui.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan teman-teman blog sepakat untuk tidak membalas komentar darinya. Ini adalah hal yang aku sangat sesali sekarang. Saat itu keputusan diambil sebagai permintamaafan teman-teman karena mereka telah membahas hal yang seharusnya tidak dibahas di situs sosial. Aku sempat jatuh sakit saat itu, benar-benar terpukul karena dia telah mengetahui identitasku. Sudah tujuh purnama terlewat sejak kejadian itu, meski aku dan dia sering bertemu namun entah mengapa perasaan yang timbul bukan lagi perasaan suka hanya perasaan malu yang tersisa. Aku selalu tertunduk jika bertemu dengannya, atau bahkan aku pura-pura tidak melihatnya. Menyakitkan memang, namun aku sangat merasa tidak pantas untuknya yang begitu sempurna. Sejak saat itu pula aku dan teman-teman tidak berhubungan lewat jejaring sosial. Blog temanku mendadak sepi pengunjung karena memang kami tidak “ribut” di blog lagi. Sepinya blog temanku seiring dengan sepinya hatiku. Sejak saat itu aku merasa tidak mampu menyukai seseorang lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku masih melihat layar <em>handphone</em>ku lekat-lekat. Pesan yang coba ku ketik sejak tadi masuk bus ini tidak kunjung selesai. Aku menghela nafasku berkali-kali, berat. Hanya itu yang aku rasakan. Teringat di saat-saat dulu itu aku masih mengunjungi blog temanku sesekali. Melihat apakah ada komentar baru, dari siapa saja tidak harus dari dia. Namun hasilnya nihil. Blog itu memang telah menjadi kuburan di dunia maya, sepi. Selama tujuh purnama pula aku diam-diam masih merindukannya. Terus memperhatikan apa yang dia lakukan, masih mengetahui apa-apa yang dia lakukan. Pernah satu ketika saat dia berulang tahun aku ingin sekali mengucapkan sesuatu padanya. Tetapi tidak bisa, aku sudah berpura-pura tegar dan melupakannya. Gosip tentang dia bersama wanita lain yang aku dengar tetap menyakiti hatiku. Aku menjadi seperti orang yang kehilangan kompas saat tersesat di hutan. Aku kehilangan arah dan tidak lagi bersemangat. Seperti malam tanpa rembulan, ada yang kurang disana. Aku hanya merasa aku tidak dapat menyukainya lagi. Tetapi ternyata hatiku berkata lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Bus Damri saat ini sudah sampai di taman Tegalega, sebentar lagi aku harus turun dari bus ini, setelah turun aku bingung harus kemana. Aku masih merasakan pilu yang tak tertahankan di ujung tenggorokanku. Surat bersampul ungu masih ada di sebelah tanganku. Sudah aku baca berkali-kali dan berkali-kali pula aku merasakan kesedihan yang sama, sakit rasanya. Ini surat darinya, dari Achmad Fashiha yang diberikan temannya kemarin malam untukku. Kemarin malam hujan turun tidak terlalu deras, tiba-tiba seorang laki-laki mengetuk pintu rumahku. Aku sering melihat orang ini berjalan bersamanya, tetapi aku tidak mengetahui siapa namanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Assalamu’alaykum, Shilla?” katanya dengan wajah yang tidak terlalu ramah.</p>
<p style="text-align:justify;">“Wa’alaykumsalam, iya. Ada apa ya mas?” jawabku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Perkenalkan saya Dito, saya mau menyampaikan surat dari Achmad.” Katanya sambil menyodorkan amplop ungu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya?” jawabku lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Baca saja&#8230; Assalamu’alaykum” katanya sambil pergi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Yang haus.. Yang haus..” Teriak seorang penjual minuman dalam bus di lampu merah Taman Tegalega. Hanya tinggal tiga belokan lagi bus ini akan sampai terminal. Aku harus memutuskan sesuatu. Meski terlambat, tapi aku rasa harus ada jawaban dari suratnya. Akhirnya aku mulai mengetik beberapa kata tambahan “<strong>Assalamu’alaykum wr wb. Kang Achmad, sya Shilla.</strong>.” aku pun terhenti lagi, berpikir sejenak dan membulatkan tekat, sungguh ini menyakitkan “<strong>tlsan d blog tmn sya mmng ttg akang, maaf y kang. Sya jg yg ngrm akang email lgu itu, sya mmng mnyukai akang dari dulu. Although I’ve suffered with you but I’m happy thinking of it. I know my love has made you suffer. Maaf kang, tidak merespon dri dlu, sejak saat itu Sya tdk prnh bsa melupakan akang. Sya mencintai akang</strong>” Aku tidak kuat dengan ini semua, akhirnya air mata ini jatuh juga. Dengan tangan bergetar akupun menekan tombol <strong>SAVE</strong> di <em>handphone</em>ku. Karena sampai kapanpun aku tahu, pesan ini tidak akan pernah tersampaikan.</p>
<p align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Assalamu’alaykum Wr. Wb.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Shilla, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Apakah aku sedang mendengarnya? </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Degup jantungmu yang lembut saat engkau membacanya? </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Tentu saja,Shilla, degup jantungmu selalu terdengar merdu.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Apakah Shilla suka cokelat? Rasa aku bisa mendengar jawabannya Ramadhan tahun lalu. Baru sekali aku mendapati binar mata itu. Dulu aku mendapati binar mata yang berisi <em>kebun cokelat</em>. Binar matamukah itu, Shilla? Sejak itu aku takut. Aku takut berebut cokelat dengan Shilla <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Apakah Shilla suka lagu Korea? Mestinya aku bisa dengan mudah menebaknya, Shilla. Seandainya dulu Shilla tidak usil mengirimkan email-email kecil, tentu sampai kini tidak ada yang berwarna-warni di tepi <em>schedule board</em> yang ada di dinding kamarku. Bisakah Shilla melihatnya? Ada warna-warni kertas yang aku hias, dengan nama Shilla di sudut-sudutnya? Terima kasih, Shilla, telah menghadirkan warna-warni yang menenangkan hati.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Sebelum ini, selama 7 purnama lamanya, setiap hari tak pernah luput aku selalu mencoba mengetahuimu lewat blog Isan, siapa tahu saja kau membalas di page itu, tetapi haris terus berganti hingga saat ini. Balasan itu tak kunjung datang. Ada apa dengan dirimu Shil? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Shilla, aku tak ingin berbagi sepi.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Seandainya bisa, aku tentu akan berlari.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Sekedar membawa sebatang cokelat untuk dibagi.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">…</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Shilla, katanya, Tuhan lebih dekat daripada urat leher.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Aku senang sekali karena perjalanan ini akan berakhir di sana.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Mungkin kanker hati ini memang akan berakhir.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Agar aku bisa segera berlari lebih dekat kepada-Nya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Dan bercerita kepada-Nya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Tentang semangat yang dititipkan-Nya pada Shilla.<a name="_GoBack"></a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">…</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Bolehkah aku meminjam doa?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Untuk kembali menghadap-Nya,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">dan tersenyum mengatakan,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">aku menyayangimu, Shilla.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">…</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Shilla,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Apakah aku sedang mendengarnya?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Degup jantungmu yang lembut saat engkau membacanya?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Tentu saja,Shilla,degup jantungmu selalu terdengar merdu.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">***</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Terima kasih atas pinjaman semangat,</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Lewat binar mata <em>kebun cokelat</em>, senyum, dan salam hangat. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 3.5in;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">Achmad Fashiha</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 3.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 3.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 3.5in;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:28.35pt;text-align:right;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Eras Light ITC',sans-serif;">-Nadia Juli Indrani-</span></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>UAS APRESIASI SASTRA</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=487&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/20/pesan-yang-tak-tersampaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Cerita Ini Keluar!!!</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/akhirnya-cerita-ini-keluar/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/akhirnya-cerita-ini-keluar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 15:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[saran ke luar negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Finally ini ditulis juga..setelah banyaaaaaakkkkkkk banget kendala yang muncul yang selalu lebih di prioritaskan daripada menulis ini akhirnya tulisan ini memang memaksa jiwa ini untuk mengetikkannya..haha..mulai lebai..jadi ini adalah kelanjutan kisah dari 876 Cerita Menuju India part 1 dan 2. yupsss, cerita kelanjutan kita ke, di, dan pulang dari India&#8230;sebenernya SERUUUUUUU dan ga akan pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=483&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<div>
<p>Finally ini ditulis juga..setelah banyaaaaaakkkkkkk banget kendala yang muncul yang selalu lebih di prioritaskan daripada menulis ini akhirnya tulisan ini memang memaksa jiwa ini untuk mengetikkannya..haha..mulai lebai..jadi ini adalah kelanjutan kisah dari 876 Cerita Menuju India part 1 dan 2. yupsss, cerita kelanjutan kita ke, di, dan pulang dari India&#8230;sebenernya SERUUUUUUU dan ga akan pernah terlupakan sepanjang masaaaa..hehehe&#8230;</p>
<p>mulai aja yaaa&#8230;jadi setelah note yang terakhir itu akhirnya jam 01.00 kita berangkat, sempet sebelumnya Yunie merasa kesel karena berasa belum siap ini itu&#8230;kita bertiga yang lain udah hap hup hap hup (tarik napas cdritanya) sampai akhirnya kita bener-bener ada di Cipaganti Dipati Ukur. tidak percaya dan sulit mundur. setelah menunggu akhirnya travel ini melaju dengan lagu DANGDUT ga jelas di pasang sangat keras oleh supirnya (ehmm, bagus pasang aja yang keras biar kamu ga ketiduran pas nyupir sekalian pengen digebukin massa yang naik karena kita pengen tidur!). ntah di KM ke berapa kami semua tertidur sampai akhirnya travel itu berenti..SUDAH DI BANDARA!! aahhh ga sempet foto gerbang depannya acan lah.. karena kita datang masih terlalu pagi buat check in maka kita pun bersantai-santai. banyak banget pesawat disana. kalo yang biasa aku liat pesawat itu lagi terbang di langit ini ngeliat pesawat kaya capung lagi baris, kecil, banyak, pabalatak! karena lagi setengah ngantuk feel buat foto2 moment ini sedikit sekali, sayang sebenernya. pas masuk bandara, begitu feel foto udah ada eh dilarang buat foto. akhirnya adzan subuh berkumandang dan kita pun sholat lalumenukarkan uang pada CALO, iya dengan pinternya kita nuker uang ama calo karena takut ga ada money changer (pinter banget kan, di bandara ga mikir apa itu teh kaya pasar internasional terselubung) otomatis harga dolar yang kita beli pun jadi sedikit lebih mahal, karena pada dasarnya kita itu innoncent dan manis manja serta lucu jadi nurut2 aja..KUPLAK!!!</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. Sepagi apapun kalian nyampe bandara langsung aja take picture sana sini, sayang banget kalo moment ini kelewat. JANGAN berpikir kalo kita bisa ngelakuin pas pulang karena hasilnya NON SENSE kita udah cape dan males untuk apapun, pikirannya langsung pengen PULANG!!</p>
<p>2.Jangan pasang wajah lugu di depan calo yang notabene udah pinter setengah mati &#8211;&gt; intinya JANGAN PERCAYA APAPUN AMA CALO (meski sebenernya mereka cari duit sihh..)</p>
<p>BANDARA (JAKARTA) &#8211; KUALA LUMPUR</p>
<p>karena ini pengalaman pertama naik pesawat kami berempat, jadi kita sedikit norak, semua cepet2.check in awal, nulis lembar regristasipun cepet, semua dilakukan dengan semangat 45! sedikit deg-degan dan bingung ama apa yang bakal terjadi, seneng, bingung, takut, campur aduk&#8230;intinya sigap tingkat dewa!!sampai akhirnya sipiriliiii kita di pesawat..foto2 dengan senyum ga natural.campur aduk lah.</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. belum ada saran untuk certa ini..hehe</p>
<p>KUALA LUMPUR</p>
<p>di bandara ini kita harus nunggu kurang lebih 9 jam buat keberangkatan ke Delhi. sumpah nyampah serapah tapi apa daya (kalo aku pikir sekarang ko bisa ya diem gitu 9 jam) males daa..tapi waktu itu mah ga kerasa apa-apa daa.menunggu saat itu merupakan menunggu paling indah sepanjang hidup. kita sholat jama qoshor di mushola KL.trus makan di Dunkin Donat (yang kalo di rupiahin bisa ampe 50.000 seorang dimana menunya cuma sosis, telur mentah, ama kopi pait yang udah ditambah gula 2 bungkus tetep pait) tapi sarapan saat itu merupakan sarapan paling enak sepanjang perjalanan&#8230;(TRUST ME, di India makanannya ga terlalu cocok ama lidah orang Indonesia).trus OL karena yunie bawa laptop dan di KL ada free wireless gitu, trus foto-foto liat harga ini itu, aaahhh pengen segala, tapi 1 kita harus HEMAT!</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. bawa sarapan sekali makan dan langsung buang tanpa bawa minumnya (karena di jakarta semua liquid itu harus dibuang) sarapan di Indonesia bisa 5000 dengan sosis dan telur matang, percayalah!</p>
<p>2. jangan bawa buku kaberat-berat karena akhirnya GA AKAN KEBACA &#8211;&gt; percaya dewh kalian akan lebih interest ama keadaan orang-orang disana ketemu orang INDONESIA di negara lain (meski hanya malaysia) itu seneng bangetttt.. norak..</p>
<p>3. jangan kesenengan HP dapet sinyal trus smsan, karena tarif disini jadi 3000/sms. mahall&#8230;</p>
<p>KUALA LUMPUR &#8211; NEW DELHI</p>
<p>akhirnya kita terbang ke delhi&#8230;.karena kondisi perut udah laper banget kita pesen makanan di pesawat dimana harganya 50.000 satu bungkus nasi kecil, yang tingkat kematangannya itu matang tapi ga pool dengan menu ayam rendang katanya mah, enak sih kalo menurut aku mah, tapi yunie ternyata emang ga bisa menghirup baunya..bau banget rempah-rempah. aku dan kedua temen yang lain mah lahap banget, enak lah dalam bayangan kita mah tapi tidak untuk yunie..kasian anak itu..</p>
<p>di pesawat ini banyak orang India yang mungkin pulang ke negaranya masing-masing, and did you know? ada orang india muslim disanaaa&#8230;seneng banget deh..kita ngobrol cas cis cus disana..(muslim india jenggot tebel pake sorban yang depannya ga ada bendolan -soalnya kalo ada bendolan mah itu teh hindu cuma dari keluarga singh gitu lah- bajunya putih) itu cukup mendefinisikan seorang muslim india dengan penampilan itu. karena sudah magrib kita pun sholat di pesawat. saat itu orang india muslim sholatnya sambil berdiri di koridor pesawat dengan nada jahr yang otomatis menjadi sorotan penumpang lain (ekstrim, dalam pikiranku) sedangkan kita sholat sambil duduk (yang ternyata salah, karena menurut hadist shohih sholat fardu itu ga boleh sambil duduk kalo dalam perjalanan tapi kalo untuk sujud dan ruku bolh dilakukan dengan duduk dan isyarat tapi yang bagian berdiri mah ya berdiri aja) kuplak aku kita orang muslim india itu ekstrim ternyata mereka itu benar dan paham..maaf ya saudara seiman.</p>
<p>*taukah kalian saat kita melihat keluar jendela pesawat kita merasa sejajar dengan matahari yang sedang tenggelam, gemuruh awan sangat kental terasa. subhanallah. kita sangat kecil dari semua yang ada di alam ini.</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. sebelum bepergian cari tau dulu tentang fikih-fikih dalam perjalanan, semuanya..jangan sampai lupa dengan ketentuan islam dalam mengatur apapun..jadi ga suudzon kaya akuu..huhuh..</p>
<p>2. rajin al-matsurat karena setelah kita al-matsuratan kita dapet kue dari muslim India di pesawat gara-gara ngeliat kita baca al-matsurat.hehehe</p>
<p>NEW DELHI</p>
<p>di bandara ini kita juga nunggu ampe jam 6 pagi buat berangkat ke Kolkata (yang kalo disini mah namanya Calcuta). INI adalah bandara paling besar di India, bagus, megah, mewah, seru lah. lengkap fasilitasnya, nyaman, tapi satu disini ga ada MUSHOLA. ada tempat ibadah namun ternyata ini adalah tempat menyembah berhala dewa-dewa gitu..finally kita sholat duduk lagi (dan ternyata harusnya berdiri). tidur, menunggu, ga jelas.tiba-tiba jam 4 subuh. kita udah boleh check in. tempat nunggu pesawat ke kolkata lebih bagus dari tempat transit.asik banget nunggu disini. poin : bandara di New Delhi LUAAAAASSSSS!!</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. kalo kalian punya mainan kaya game boy atau apa gitu bawa aja. jangan bawa buku untuk ke sekian kali ini rekomendasi aku, karena ga akan kebaca..trust me!!!kalo mau bawa komik&#8230;dan laptop yang baterenya ga akan pernah mati sampai 2 malam dipakai.</p>
<p>2. tukerlah uang dolar kalian kedalam uang negara yang kalian kunjungi. jangan lupa yaaa&#8230;</p>
<p>3. Practice your english as soon as dan sebanyak-banyaknya.</p>
<p>NEW DELHI-KOLKATA</p>
<p>perjalanan di pesawat ini ga banyak yang terjadi karena kita semua ngantukkkk..jadi kita tidur dengan damai sampai akhirnya sampai di kolkata international airport..horeeee&#8230;</p>
<p>KOLKATA</p>
<p>meski di bilang bandara international tapi bandara ini ga terlalu luas, sekaliber Halim Perdana Kusuma Bandung tapi versi kotor. di bandara ini sudah terlihat sedikit kejorokan-kejorokan yang unbelieveable.kita bingung mau kemana mau ngapain akhirnya kita telepon profesornya dan profesor nyuruh naik taksi ke howrah railways station untuk naik kereta ke rourkela.ok. lalu kita pilih taxi.dengan gebleknya.langsung.asal stop aja. naik aja yang kata professor naik taksi itu 240 rupee ini dia minta 500 rupee OMG setelah di tawar-tawar dengan sedikit bahasa tubuh (karena dia ga bisa bahasa inggris dan dengan PD nya ngomong bahasa India jadi aja kita ngalah dan deal 400 rupee) setara dengan 80.000 rupiah lah..</p>
<p>KOLKATA-HOWRAH RAILWAYS STATION</p>
<p>gambaran kota kolkata yang disuguhkan sama sang supir taksi sungguh unbeliaveable. kumuh, kotor, kejorokan dimana-mana, pinggiran banget lah. bau dupa pun menyengat dimana-mana. sapi bertebaran hingga di tengah jalan. mall besar pun ga ada yang ada toko-toko kaya di pasar baru berjejer.kuli panggul dimana-mana, orang berdoa sambil keliling jalanpun banyak. busway disana ga sebagus busway di indonesia, sungguh sudah jelek, karatan, dan buat ngeri tapi bis itu penuh sesak. cara nyupir orang india serampangan hingga bunyi klakson terdengar dimana-mana, rem mendadak asal saja. gila jantung cenat cenut banget.dan supir taksi dengan manisnya hanya tertawa seolah mau bilang this is the beautifull drive that i ever had.</p>
<p>setelah kita muter-muter dan ngelewati sungai gangga yang emang gedeee banget dan lebar banget akhirnya kita nyampeeee&#8230;</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. kalo mau naik taksi liat prosedur yang berlaku di negara itu, jadi kalo di India itu ada sistem prepaid taksi yang jatuhnya emang lebih murah bangettt..meski harus sedikit ngantri jadi kita ga naik taksi CALO yang jadi lebih mahal &gt;_&lt;</p>
<p>2. pelajari bahasa negara yang di kunjungi walau sedikit seperti &#8220;ayo cepet kita buru-buru&#8221; atau sekedar &#8220;ini udah nyampe mana?&#8221; atau &#8220;masih lama ga?&#8221; sumpah ini penting bangetttt!!!</p>
<p>HOWRAH RAILWAYS STATION</p>
<p>di stasiun ini bener-bener gambaran statsiun yang ga pernah terlupakan. pengap, sesek, ga teratur, BAU! ya di stasiun ini bau ga puguh tersebar dimana-mana. mau makan ga napsu mau makan apa. ada yang jual pizza eh disebelahnya kecoa berkeliaran, ada restoran makannya sambil berdiri karena ga ada meja. satu GA NAPSU. udah seabrek mie gelas dan indomie di makan mentah-mentah. tapi gimana lagi bener-bener ga cocok ama bau dan makanannya. trus pengemisnya ampun deh lebih ganas daripada anak-anak jalanan di indonesia. mereka sampai ngelus-ngelus dan ngejar-ngejar. seremmmm.pokonya nunggu 4 jam di stasiun ini sama dengan nunggu kiamat &#8211;&gt; berasa lamaaaaaaaa&#8230;.</p>
<p>HOWRAH-ROURKELA</p>
<p>RAME. cuma satu yang mau kita bilang. meski kita naik kereta ekonomi yang bentuk nya cukup aneh karena ini kereta untuk tidur dan kita akan menghabiskan waktu 9 jam di kereta ini. kita udah pasrah aja. kereta jelek tapi ga ada lagi, trus banyak yang jualan tapi ga napsu sampai akhirnya ada secercah harapan : COWO-COWO KULIAHAN INDIA yang BERSIH, BAIK, CUKUP TAMPAN, dan HUMORIS. alhasil kita kenalan, main kartu, nyanyi-nyanyi, ngobrol-ngobrol, ASIKKK&#8230;seru..dan mereka mau ikutan ISM juga.. jadilah mereka ini teman pertama kitaaa&#8230;thx vivek, muan, subash, suvasky, dipen, and all&#8230;.</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. carilah teman yang nasibnya sama (at least ikut acara yang sama gitu) karena sumpah itu membantu anda membunuh kebosenan dalam perjalanan..sungguh mereka itu ramaaahhhh&#8230;</p>
<p>ROURKELA</p>
<p>kota ini kota kecil di India. potret kehidupan malam di kota ini kurang terekam jelas. karena setelah sampai di stasiun kita langsung di jemput ama anak ISM dan di ajak pake mobil ke guest house. di kota yang kecil ini nyaman, rapih, asri, mengasikan, dan unbeliaveable. beda ama Kolkata. dan akhirnya kita nyampe di guest house.. senang guest housenya bagus selevel ama wisma dago. dan kita di suruh langsung istirahat karena saat itu udah jam 12 malam..thanks god setelah perjalanan yang panjang kita bisa tidur di kasur jugaaaaa&#8230;</p>
<p>SARAN :</p>
<p>1. jangan baca note selanjutnya, banyak yang malu-maluin Indinesia..hehe&#8230;sekian dulu yahh notenya sudah siang..saya mau kuliah ntar di sambung lagi..dengan kejadian yang bikin malu tapi ga bikin lupaa..wasalam.</p>
<p style="text-align:right;">Nadia Juli Indrani</p>
<p style="text-align:right;">Ditulis tanggal 27 April 2011 via notes Facebook</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=483&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/akhirnya-cerita-ini-keluar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>827 Cerita Menuju India part II</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/827-cerita-menuju-india-part-ii/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/827-cerita-menuju-india-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 14:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[3 Jam Sebelum keberangkatan menuju Airport&#8230; Banyak&#8230;banyak sekali cerita dari hari jumat yag lalu sampai 3 jam sebelum keberangkatan ini&#8230; sedih, ragu, bimbang, dan sangat menyusahkan orang lain&#8230; semenjak hari jumat itu, akhirnya aku berhasil mendapatkan tanda tangan wali dengan konsekuensi terlambat datang kuliah dan menunggu ga jelas di tangga PAU selama 1 jam. tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=481&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><strong>3 Jam Sebelum keberangkatan menuju Airport&#8230;</strong></p>
<p>Banyak&#8230;banyak sekali cerita dari hari jumat yag lalu sampai 3 jam sebelum keberangkatan ini&#8230;</p>
<p>sedih, ragu, bimbang, dan sangat menyusahkan orang lain&#8230;</p>
<p>semenjak hari jumat itu, akhirnya aku berhasil mendapatkan tanda tangan wali dengan konsekuensi terlambat datang kuliah dan menunggu ga jelas di tangga PAU selama 1 jam. tak apa ini tidak masalah asal aku dapat tanda tangan bapak. setelah menunggu selama itu aku pun langsung menuju TU untuk minta dibuatkan surat percepatan pembuatan pasport. sedangkan yuni sudah bersiap menuju rumahnya karena pembuatan pasport di Ciawi gagal dan usaha terakhir hanya membuat passport di Pamulang deket2 Brebes sana..semua tampak bisa berjalan mulus setelah ini&#8230;</p>
<p>Hari senin adalah hari dimana aku harus wawancara pembuatan passport, aku pun segera kesana setelah aku gagal mendapatkan surat dari TU akibat suratnya belum ditandatangai tak apa batinku. aku langsung melaju kesana..antrian sudah sangat panjanggg&#8230;satu jam..dua jam..akhirnya tiba giliran ku..dag dig dug sungguh entah mengapa&#8230;sampai akhirnya aku berhasil wawancara..aku pun bertanya &#8220;pa, jadinya kapan ya?&#8221; &#8220;oh tanggal 11&#8230;&#8221; what!!! lalalalala akhirnya aku di suruh menghadap ibu Umi kepala kantor Imigrasi tapi sebelumnya aku di suruh ke loker dahulu. aku ke loker lalala akhirnya ibu2 di loker menjawab &#8220;ada 2 cara. 1. kamu pakai biro perjalanan tapi biayanya lebih mahal (calo lah ya). 2. kamu menghadap ibu Umi&#8221; jelas, daripada pake calo mending menghadapi segala macam birokrasi rumit tetapi diridhai Allah. Aku pun menghadap. Ibu Umi orang yang tegas dan tidak bertele-tele, beliau menayakan surat, karena suratnya belum beres akupun pulang menuju kampus. Di kampus ternyata surat yang di buat SALAH. lagi-lagi..ya ampun..akhirnya aku harus buat surat lagi dan baru dapat di ambil besok..</p>
<p>Besoknya aku segera balik ke kantor imigrasi dengan membawa surat yang benar. disana aku bertemu ibu umi lagi. setelah berbincang cukup deg-degan dengan bodohnya aku lupa mebawa bukti pengambilan passport (ASTAGFIRULLAH..) aku pun balik lagi sekalian membawa bukti punya Arin dan Mil, teman seperjuangan. setelah menempuh perjalan jauh (karena harus jalan ke LFD dulu karena bukti suratnya dibawa..hiks) aku pun kembali ke kantor imigrasi..tok..tok..tok..aku pun masuk kesana. sudah disana dengan lempengnya ibu umi bilang &#8220;mana kopiannya?&#8221; YA ALLAH aku kan ga fotokopi..akupun mengantri fotokopian (sumpah itu adalah antrian terpanjang dan terlama dan termahal di tempat fotokopian yang pernah aku datangi)..setelah di copy akhirnya aku kembali dan ibu umi menyetujui pengambilan passport tanggal 4. selesai sungguh tampak selesai. sekarang urusannya tinggal visa dan dana..</p>
<p>selagi menunggu passport jadi akupun mencari dana kesana sii, belum booking tiket dan lain-lain..banyak aja masalahnya..hingga tanpa terasa tanggal 4 segera berlalu. sedang kami baru dapat mengurus visa tanggal 7 yaitu hari senin, dengan modal nekat tentu saja karena di setiap situs yang kami cari pembuatan visa itu 4-7 hari.kami pun sedikit PD karena mau birokrasinya serumit apapun kita bisa akhirnya jadi ini tuh terlalu dini untuk menyerah pada urusan birokrasi dan waktu.</p>
<p><strong>tanggal 7 Maret 2011</strong></p>
<p>kondisi : belum booking tiket karena kendala uang (jadi uang yang ada baru 14 juta dari 20 juta yang dibutuhkan) sudah sangat pasti tidak bisa booking tiket. masalah kedua uang yang ada pun cash padahal booking tiket itu harus pake debit BCA (pada awalnya). masalah ketiga kita bingung mau OL dimana untuk booking tiket secara jakarta itu kita butaaa banget. masalh keempat kita belum print buku tabungan sebagai syarat pembuatan visa jadi selain harus mencari BCA untuk menyimpan 14 juta kita juga harus ke BNI untuk print buku tabungan. masalah terakhir kita buta jalanan jakartaaaaaa&#8230;</p>
<p>dengan sangat nekat aku dan yuni pun langsung menuju  jakarata jam 5.20 berharap masih sempat naik yang 5.30..sedangkan 2 teman yang lain akan menyusul karena ada presentasi. jreng&#8230;jreng&#8230;kereta yang 5.30 sudah beragkat tepat 5 menit sebelum kita sampai&#8230;akhirnya kita naik kereta yang 6.30 yang kata penjual tiketnya untuk kelas bisnis sudah habis..dengan wajah memelas karena tidak punya uang akhirnya tiba-tiba &#8220;untuk berapa orang?&#8221; &#8220;2 paa..&#8221; &#8220;nih ada&#8221; hahhhh&#8230;amazing sekali bukan&#8230;kita pun sarapan bubur dahulu baru menuju kereta..</p>
<p>penjalanan yang sangat blank sebenarnya..sampai akhirnya sampai di jakarta kita langsung bertanya ke bapak2 satpam dimana BCA terdekat. kita pun disuruh naik metromini no *** (lupa) kita naik dan turun di pasar baru. disana kita menyusuri pasaran baru yang menjual berbagai macam jenis..tidak ada ciri-ciri adanya bank.lalu muter-muter udah ga tau arah akhirnya aku memutuskan ke Indomart karena hauss..disana kita bertanya ke mba-mba kasir dan diapun memberi tau dimana bank terdekat yang ternyata jauhhhh..jalan di tengah panasnya matahari sampai akhirnya menemukan bank BCA kamipun langsung menyimpan uang 14 juta yang dari tadi di bawa-bawa. lega sedikit.jam sudah menunjukan pukul 11 WIJ (waktu Indonesia bagian Jakarta). jalan lagi untuk mencari BNI agar kami bisa memprint buku tabungan..ntah mengapa meski biasanya bank BNI ada disebelah bank danamon, ketika kami melihat bank danamon kaki kami terus saja melangkah menjauh bank tersebut sampai akhirnya kami bertemu agen. dengan uang cuma 14 juta kami masuk ke agen tersebut memutuskan untuk membooking tiket dahulu. setelah ngobrol dengan bapa-bapanya dan tau kami belm memiliki visa dia memberikan kami selembar &#8220;tiket&#8221;. tiket amazing dengan harga gratis yang benar2 ampuh untuk menembus kedutaan India. dengan penuh rasa syukur akhirnya kami memegang &#8220;tiket&#8221;.terima kasih Romanta tor and travel..</p>
<p>semua tampak beress..yess alhamdulillah&#8230;</p>
<p>kami pun dapat petunjuk menuju ke BNI terdekat. di BNI dengan ramah petugasnya menunjukkan jalan ke Kuningan tempat adanya kedutaan besar India. naik busway.sambil terus bertanya tentang jalanan ke kawan disana.mul2.</p>
<p>akhirnya kami sampai di kedutaan besar India, and do you know something???IT&#8217;S HAVE CLOSED..</p>
<p>SUDAH TUTUP!! what jadi gembel di jakarta dan ga tau apa-apa..</p>
<p>OMG&#8230;</p>
<p>akhirnya setelah telepon sana sini kita pun menginap di rumah teman blogger..SUCI NIRMALA &amp; EKA &amp; RIRIN..thanks a lot guys&#8230;</p>
<p>disuguhi ini itu, merepotkan ini itu, meminjam ini itu sungguh malu tapi apa boleh buat.kita harus sedikit menebalkan muka..</p>
<p><strong>8 Maret 2011</strong></p>
<p>kembali lagi ke kedutaan dengan banyak rencana. ke dikti dan ke IA kalau bisa untuk meminta dana. nanya sana sini tentang angkutan dari kuningan ke senayan, sungguh merepotkan banyak orang&#8230;maaf ya kawan-kawan..</p>
<p>samapi disana awalnya kami kira mengurus visa itu mudah (dan memang mudah) cuma jadi sedikit ribet dan rebek. dari sekedar duduk di tempat antrian sampai harus menghadap ke bagian pendidikan serta menunggu di waiting room in visitor room yang sungguh sangat mewah dan merasa seperti tamu agung sudah kami hadapi. sampai akhirnya visa kami bisa jadi besok 9 Maret 2011 jam 16.00.</p>
<p>alhamdulillah dan tidak ada masalah lagi&#8230;</p>
<p>eh tunggu2 yuni harus RA di himpunan,dan aku harus bimbingan TA,Mil Ujian, dan uang kami masih kurang.tiket asli belum adaaaa&#8230;tidak!!!</p>
<p>kami sepakat langsung pulang ke Bandung.aku mengurus ini dan itu, mil ke IOM, arin ke salman tur, yuni langsung ke himp.awalnya kami bisa booking hari ini juga tapi nyatanya TIDAK, karena harus pakai kartu kredit dan tidak pakai debit BCA.uang sudah ada 20juta sekarang tapi tidak bisa digunakan. harga tiket terus naik dan uang kami menjadi tidak cukup.akhirnya aku dan arin memutuskan pinjam ke ginanjar salah satu kawan asrama. dapet tapi tetep aja ga bisa dipakai karena tidak bisa bayar pakai BCA. cari master card esana kesini tetep hari itu kami gagal booking tiket.</p>
<p><strong>9 Maret 2011 (hari ini)</strong></p>
<p>dengan sepenuh daya dan upaya kami pinjam kartu kredit ibu pengurus salman kami tercinta Ibu Fenny yang ternyata lagi di Turky dan saat kami menghubungi beliau, ternyata saat itu jam 2 malam..maaf ibu..dengan menyelesaikan masalah TA disini dan semuanya akhirnya kami berhasil mendapatkan tiket ke New Delhi.TA sudah selesai.kami semua bisa berangkat.</p>
<p>aku pun pulang pergi jakarta bandung untuk mengambil visa yang sudah selesai. eh tunggu ternyata dari new delhi ke orissa sangat jauh sampai 1 hari 1 malam.dan kami pun di suruh booking pesawat lagi.cari sana sini tidak ada. Ya Allah cobaan apa lagi ya Allah.tidak punya uang untuk booking,kami meminta bantuan ibu Fenny lagi namun beliau menyarankan minta bantuan pa Syarif tetapi pa Syarif sedang meeting dan tidak bisa di telepon akhirnya arin dapat pinjaman kartu kredit ibu Ami, tapi tau apa?tiket sudah habis dan tidak ada penerbangan dari new dwlhi ke kolkata&#8230;ASTAGFIRULLAH&#8230;apa lagi ini ya RABB..</p>
<p>dengan sedikit hopeless kami pun menghubungi Leo selaku ketua acara ISM disana.lalu dengan penuh pertimbangan jreng jreng Leo beliin tiketnya lah..ya Allah pertolongan Engkau sungguh sangat dekat..terima kasih ya Rabb.akhirnya kami bisa berangkat..meski agak tersendak dan banyak bebatuan curam namun bisa dilewati..terima kasi ya Allah..Engkau memberikan kami arti pentingnya waktu, pentingnya komunikasi, pentingnya relasi, dan pentingnya BAHWA SESUNGGUHNYA ENGKAU DEKAT!!!</p>
<p>terima kasih..</p>
<p>doanya ya kawan&#8230;</p>
<p>bismillahirohmanirohim&#8230;</p>
<p>maaf untuk semua pihak yang dirwepotkan dan terima kasih&#8230;</p>
<p>*<strong>1,5 jam menuju bandara</strong>..</p>
<p>**Nulis ini butuh 1,5 jam lah&#8230;</p>
<p style="text-align:right;">Nadia Juli Indrani</p>
<p style="text-align:right;">ditulis tanggal 9 Maret 2011 via Notes Facebook</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=481&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/827-cerita-menuju-india-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>827 Cerita Menuju India..</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/827-cerita-menuju-india/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/827-cerita-menuju-india/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 14:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[passport]]></category>
		<category><![CDATA[visa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirohmanirohim&#8230; ditulisnya note ini sebenernya sebagai salah satu jalan biar semua unek-unek dan pikiran yang kusut mumet dan menjelimet ini keluar. Jujur, aku ga bisa ngerangkai ini jadi sebuah bahasa lisan karena semua ini bener-bener kusut dan membuat otak menjadi semrawut. Cerita ini dimulai saat seorang kawan asrama mengajak untuk ke India, tidak pernah terbayangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=478&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<div>
<p>Bismillahirohmanirohim&#8230;</p>
<p>ditulisnya note ini sebenernya sebagai salah satu jalan biar semua unek-unek dan pikiran yang kusut mumet dan menjelimet ini keluar. Jujur, aku ga bisa ngerangkai ini jadi sebuah bahasa lisan karena semua ini bener-bener kusut dan membuat otak menjadi semrawut.</p>
<p>Cerita ini dimulai saat seorang kawan asrama mengajak untuk ke India, tidak pernah terbayangkan nama negara ini sebelumnya karena memang obsesi dan cita-cita ku hanyalah untuk Korea seorang, akhirnya dengan berbagai celoteh-celoteh mengenai ini akupun ikut meng-apply (yang sebenarnya hanya bermodal CV dengan pose foto sangan Alay). jreng..jreng..jreng..setelah lama yuni beremail ria dengan Professor disana akhirnya pada tanggal 17 Februari 2011 kami ber-7 lolos dan mendapat surat rekomndasi untuk datang ke India pada tanggal 11-13 Maret 2011. dimana sudah banyak kemudahan dari sana mulai dari biaya tiket pergi yang gratis sampai penginapan serta makan yang ditanggung, dan biaya regristasi yang akan kena diskon. sungguh senang menerima invitation letter dari prof disana saat itu. bayangkan, luar negeri, untuk orang rumahan macem aku itu sangat luar biasa&#8230;</p>
<p>kemudahan terus saja berdatangan.. ketika aku bercerita ke keluarga, mereka pun sangat mensupport aku dengan memberi biaya pembuatan passport dan visa serta bekal dan lain-lain di India nanti. sampai saat itu terjadi aku tidak pernah mengira ini akan menjadi semrawut sekarang.</p>
<p>masalahnya mulai ada sekarang, saat aku mengajukan dana ke IOM untuk membiayai perjalanan kami. ke IOMnya saja karena tidak sengaja bertemu yuni di tempat penge-print-an. saat itu dia sendiri sedang sibuk mengeprint proposal kami, akhirnya aku dengan yuni pun berangkat ke IOM..setelah sampai ternyata petugasnya bilang begini &#8220;oh, untuk ngajuin dana ke sini mah harus ada surat pengesahan dari LK&#8221; sampai disana aku dan yuni masih &#8220;oh, ya udah kita ke LK aja&#8221; cuk kucluk kucluk akhirnya sampai di LK ketemu ama Pa Jaji &#8220;oh, mau minta surat pengesahan??harus ada surat dari WD (Wakil Dekan) dulu yang menerangkan perizinan kegiatan..&#8221; ya ampun mulai ribet..akhirnya karena hari sudah mulai sore kami memutuskan untuk mengurus surat itu besok saja (tanpa pernah terpikir bahwa ada birokrasi yang lebih bikin cenat-cenut)..</p>
<p>Besoknya aku ke Kaprodi Biologi dulu dengan 2 hal, 1. mimta dana, 2. minta surat izin kegiatan. akhirnya setelah penuh peluh dan keringat serta jantung yang berdebar sangat keras aku pun berhasil menghadap kaprodi dan akan diberi sumbangan dana dari fakultas serta akan di beri izin mengikuti kegiatan ini. dengan senangnya akhirnya hari itu aku ke TU fakultas, disana ada pa ******* yang biasa mengurus surat menyurat. &#8220;Pa, mau minta surat perizinan kegiatan ISM India 2011 tapi di tanda tangani nya oleh WD atau dekannya&#8221; eh bapanya malah bilang &#8220;gimana..gimana..&#8221; jedang..aku ulangi perkataan aku yang barusan..bapanya mengangguk mengerti dan aku diberi form surat yang harus di tanda tangani oleh kaprodi..akhirnya balik lagi lah aku ke ibu yang baik hati tapi bikin takut..dapet tanda tangan, beres sudah aku kasih surat ke TU dan katanya bisa jadi besok&#8230;</p>
<p>Besoknya, aku ada asistensi sehingga tidak bisa mengurus passport dan akhirnya yuni lah yang berangkat kesana lebih dulu. tiba-tiba yuni sms&#8221; teh masa jam segini udah ga boleh ngambil antrian, penuh banget, besok kita kesini pagi-pagi&#8221;.</p>
<p>oke, pikirku besok aku ga ada kuliah.</p>
<p>aku ke TU hari ini dan jreng jreng bapaknya salah bikin surat..</p>
<p>jadi yang beliau bikin itu malah surat perizinan peminjaman tempat,yang mana sangat jauh sekali dengan surat yang aku maksud..akhirnya bapanya bilang ya udah besok kamu kesini saya bikin lagi..aduu maaf ya paaa&#8230;</p>
<p>besoknya (biar jelas, hari Rabu,230211) aku pergi ke kantor imigrasi setelah pulang mengambil surat-suratan yang diperlukan dan setelah bimbingan TA (dan kabar yang aku dapat juga ga begitu baik, TA aku yang sudah mengalami pengulangan 3 kali dan perlakuan 1 minggu serta telah menghabiskan waktu 3 minggu itu HARUS DIULANG!!! ini sudah tiga kali, tapi ternyata data yang aku dapat kurang bagus..akhirnya ibu pembimbing saat itu juga bilang &#8220;mmm, kamu masih bisa lulus Juli ga yaa? yang langsung bikin down banget.hiksss.mohon doanya). Abis bimbingan TA engan wajah kurang bersemangat aku ke asrama untuk print foto, waktu memang sudah menunjukan jam 9 katanya sudah terlalu siang untuk pergi ke kantor imigrasi tapi mau bagaimana lagi,akhirnya aku tetap melaju ke kantor imigrasi hingga sampai disana jam 10. Antriannya memang sangaaaatttttt panjang dan berjibun..akupun mengambil nomor antrian untuk penyerahan dokumen. nomor 479 urutanku, dan saat aku lihat papan urutan saat itu masih pada urutan 420..ahhh panjang tapi tak mengapaaa..satu jam&#8230;satu jam setengah&#8230;satu jam 45 menit..akhirnya tiba nomor urutanku..lalalalala dengan ibu-ibu yang mengurus dokumen akhirnya beliau memberikan tanggal dimana aku harus wawancara, 28 Februari 2011 dan tanggal jadinya passportku 14 MARET 2011..astagfirullah..aku harus berangkat tanggal 9 Maret, bagaimana ini??setelah dijelaskan betapa mepetnya waktu yang ada akhirnya ibu itu bilang &#8220;coba nanti pas wawancara kamu bilang ama petugasnya siapa tau bisa dipercepat, karena kalau sesuai dengan jadwal tanggal 14 kamu baru bisa ambil passport&#8221;. sedikit gamang, bingung, tapi ada harapan. terus berdoa dan berdoa&#8230;ibu-ibu itu juga bilang &#8220;nanti tanggal 28 kamu sudah bisa ambil no passport itu bisa dipakai untuk booking tiket ama ngurus visa&#8221;..oke, jelas seperti yang sudah jelas&#8230;</p>
<p>malam harinya yuni searching cara membuat visa ke India, yang ternyata jreng..jreng..kedubes India mewajibkan kami untu datang langsung kesana dan MEMBAWA PASSPORT asli.pengurusan memakan waktu 1 minggu..yang artinya jika kami ingin berangkat tanggal 9 maka kami harus mulai mengurus tangga 2 atau paling lambat 3 Maret..astagfirullah..benar-benar mumet..</p>
<p>di malam yang sama, yuni juga bilang bahwa dia ada studio ke Brebes wajib dan pergi tanggal 26 Februari yang artinya dia ga bisa wawancara pembuatan passport jugaa&#8230;tambah lagi kebingungan dan kebuntuan..kita semua sudah diam dan bingung..memberi semangat tapi sadar bahwa itu memang hanya sebuah kata-kata yang keluar,karena kita dihadapkan oleh birokrasi yang rumit dan membingungkan.</p>
<p>Besoknya yuni pergi ke kantor imigrasi minta percepatan jadwal wawancara.kita ambil tiket pembayaran &#8220;yess lolos pengawasan satpam&#8221;..antri lagi sampai akhirnya waktu istirahat tiba..saat itu aku dan yuni memutuskan untuk menghadap ke bagian pembayaran, menjelaskan ini dan itu sampai akhirnya bapa tersebut bilang &#8220;tidak bisa de, karena dokumennya belum ada coba ke loket..&#8221; akhirnya kita ke loket bertemu dengan ibu-ibu yang kemarin, ibu itu dengan baik dan tegas bilang &#8220;tidak bisa, karena datanya belum di input ke komputer, jangan memaksa kantor imigrasi untuk cepat cepat karena yang buat passport juga ratusan setiap harinya jadi kami juga mengurus banyak hal bukan passport ade saja..&#8221;. kata-katanya benar namun pahit.bagaimana ini??? akhirnya ibu itu bilang &#8220;kalau memang cepat-cepat minta surat dari dekan universitas ade, bawa pada saat wawancara, dan langsung menghadap atasan..&#8221; ..masih ada harapan, tapi tetap saja wawncara yuni tidak bisa dilakukan..akhirnya kami memutuskan untuk mengurus surat ke SAPPK dan besok langsung ke kantor imigrasi lagi buat percepatan wawancara dan bilang langsung ke atasannya. tampak selesai meski sulit saat itu..huffftt..</p>
<p>hari ini, jumat, adalah hari keputusan jadi atau tidaknya kami ke India. Yuni akhirnya memutuskan untuk pergi ke Ciawi, karena pengurusan passport disana lebih cepat daripada di Bandung..Mohon doanya yaaa..</p>
<p>Karena kemarin aku tidak sempat ke TU akhirnya hari ini aku mengambil surat dari dekan tentang perizinan kegiatan yang harusnya aku kasih ke LK agar dana dapat turun dari IOM. setelah janjian dengan fya untuk mengambil surat dari dekan SAPPK dan mengeprint proposal aku pun ke LK. di LK aku bertemu pa Brian, beliau orang yang sangat baik &#8220;mm, kamu bikin surat dulu dong, nanti kalau sudah saya bikin surat dari LK untuk ke IOM. kalau surat sudah beres simpan di ruang 22 aja yaa..&#8221; mudah batin ku..aku pun ke ruang 22 bertemu pa Castra, namun disana tidak semudah pikiran ku beliau bilang &#8220;kamu pikir berapa lama pengurusan surat di LK? 7 hari baru bisa selesai&#8221; dengan nada yang cukup keras yang mampu membuat semua orang di ruang 22 menengok ke arah ku..aku pun terdiam tidak mengerti mengapa bapa sewot begitu..akhirnya aku bilang &#8220;kalau begitu kapan suratnya bisa saya ambil?&#8221; akhirnya lalalalala hari Rabu depan aku disuruh mengecek surat itu jadi atau tidak. dan aku pun disuruh ke ruang 25, astagfirullah di oper2&#8230;aku ke ruang 25, dan disana aku bertemu pa teguh. bapa itu cukup baik dan tegas. tanpa banyak ngomong dia bilang &#8220;ga bisa jadi dengan waktu yang cepat ya, sudah simpan proposalnya,nanti suratnya ambil di ruang 22&#8243;.aku pun pergi meninggalkan LK dengan hati yang tidak merasakan apa-apa..bingung sebingung-bingungnya&#8230;aku harus gimanaa??</p>
<p>berdoa pasti??berusaha??aku rasa ini sudah semaksimal yang aku bisaaaa&#8230;</p>
<p>sekarang aku??aku sedang berusaha minta surat ke dekan fakultasku agar passport ku bisa jadi tanggal 3 Maret agar visa dapat diurus. surat persetujuan wali sudah aku pegang namun bapak wali ku tidak bisa ditemui sampai nanti setelah jumatan, padahal aku ada kuliah jam 1 dan aku juga belum balik ke bagian keuangan SITH untuk menanyakan kelanjutan pengajuan dana, dan mengurus dana biofront.</p>
<p>aku benar-benar minta doa dari teman-teman semuaa, semoga semua ini dimudahkan dan diridhai oleh Allah SWT.aamiin.</p>
<p>*NB : mengenai judul, kenapa begitu tanggung??karena ini akan menjadi 1001 cerita dengan berangkatnya kami ke India. sisa cerita ini akan ada ketika kami mengurus visa, membeli tiket, ke bandara, hingga sampai di India. kami harus bisa berangkat ke India agar cerita ini dapat selesai..</p>
<p>mohon doanya ya kawannnnn&#8230;</p>
<p>Ya Allah permudahlah..aamiinn..</p>
<p style="text-align:right;">Nadia Juli Indrani</p>
<p style="text-align:right;">*di tulis tanggal 25 Februari 2011 via notes Facebook</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=478&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/14/827-cerita-menuju-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bintang yang Paling Terang</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/13/bintang-yang-paling-terang/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/13/bintang-yang-paling-terang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[             Pagi itu, pagi yang terasa sangat biasa bagi Nayla. Sesudah adzan subuh berkumandang Nayla pun bangun dari tempat tidurnya dengan berat, malas rasanya. Ingin dia terus tertidur untuk menghilangkan semua beban yang datang tiba-tiba ini. Nayla seorang gadis berusia 22 tahun yang tinggal di sebuah asrama dekat masjid, maka setiap adzan berkumandang semua penghuni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=476&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">             Pagi itu, pagi yang terasa sangat biasa bagi Nayla. Sesudah adzan subuh berkumandang Nayla pun bangun dari tempat tidurnya dengan berat, malas rasanya. Ingin dia terus tertidur untuk menghilangkan semua beban yang datang tiba-tiba ini. Nayla seorang gadis berusia 22 tahun yang tinggal di sebuah asrama dekat masjid, maka setiap adzan berkumandang semua penghuni asrama akan langsung bergegas ke masjid untuk mengikuti shalat berjamaah. Begitupula pagi ini, subuh ini, Nayla bangun dan langsung bersiap untuk melaksanakan sholat. Namun ada yang berbeda dari diri Nayla hari ini, biasanya Nayla adalah orang yang paling berisik di asramanya untuk membangunkan penghuni lain, tetapi pagi ini tidak. Imam sholat subuh kali ini membawakan surat An-Najm dengan sangat indah, Nayla sangat suka surat ini tetapi tidak pagi itu, baginya surat An-Najm ini terdengar biasa seperti surat-surat yang lain. Yah, baginya pagi ini semua hal yang terjadi terasa sangat biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">            Ceramah subuh pagi ini berbicara tentang interaksi antara laki-laki dan perempuan bukan muhrim. Pembicaraan ini terasa seperti menyinggung Nayla yang memang sedang gundah gulana. “Harusnya aku memang mendengarkan nasihat teman-temanku dari dulu” batin Nayla. Setelah ceramah usai Nayla diam sejenak agar dia bisa sendiri dan menyendiri. Setelah semua teman-temannya sudah meninggalkan masjid barulah ia menyusul di deretan paling belakang, sendiri, berusaha untuk mengumpulkan memori-memorinya tentang ini semua, tentangnya, tentang mereka. Seusai keluar dari masjid, ditatapnya langit yang masih gelap dan ditaburi banyak bintang. Nayla sangat suka bintang dulunya tetapi tidak hari itu karena bintang yang paling terang itu membawa lamunan Nayla pada kejadian satu bulan lalu kejadian saat Nayla sedang <em>chatting</em> bersama Tilgath.</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng : Nay…</p>
<p style="text-align:justify;">princessnayla              : oyy..</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng : liat langit deh…</p>
<p style="text-align:justify;">princessnayla              : emang napa?</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng : pengen tau aja, disana langit lagi berbintang kah?</p>
<p style="text-align:justify;">princessnayla             : mmm, bentar-bentar (menengok kearah jendela) iya, banyak banget bintangnya</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng : coba cari bintang yang paling terang…</p>
<p style="text-align:justify;">princessnayla             : yup…udah dapet..</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng: disini juga aku ngeliat bintang itu..seneng ya bisa ngeliat benda yang sama walau jarak kita sangat jauh..ini ngebuat kita jadi berasa “deket”</p>
<p style="text-align:justify;">Dan saat itu Nayla tidak mampu untuk menjawab apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;">            Langkahnya sangat lambat menuju asrama, lamunannya terpaksa dihentikan ketika terdengar keributan di sekitar masjid itu. Keributan itu terjadi antara seorang mahasiswa yang tertangkap basah sedang mencuri dengan petugas keamanan masjid. Hal yang jarang terjadi, tetapi bagi Nayla ini tidak mengubah apapun, tidak mengubah perasaannya yang sedang patah hati.</p>
<p style="text-align:justify;">            Sesampainya di asrama, diapun langsung menuju ke kamarnya. Ingin tidur lagi untuk melupakan perasaannya yang sangat tidak menentu. Diputarnya lagu favoritnya, QUEEN “Love of My Life”, setiap lirik yang dilantunkan oleh penyanyinya terasa menceritakan tentang dirinya “<em>You taken my love and now desert me</em>” setiap baitnya membawa lamunannya ke memori yang ingin dibuangnya jauh-jauh, Tilgath. Tilgath adalah seorang laki-laki biasa berusia 22 tahun, tidak ada yang istimewa darinya selain dia adalah teman SMAnya yang melanjutkan kuliah di Jepang. Nayla dan Tilgath memang merupakan teman yang sangat dekat di SMA dulu, banyak orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih yang sangat cocok dan pantas. Sama-sama tinggi, sama-sama pintar, sama-sama favorit di SMA, tetapi mereka tidak mengetahui kisah yang sebenarnya. Tilgath memang pemuda yang sangat tertutup mengenai masalah pribadinya, meski dia pribadi yang menyenangkan namun ia tidak pernah membuka masalah pribadinya ke muka umum, hanya satu orang yang sangat mengetahui Tilgath, dialah Nyla. Semua masalah Tiglath pasti Nayla tahu. Mereka memang sangat dekat.</p>
<p style="text-align:justify;">“ Nay, gimana dong bentar lagi kelulusan dan Lani belum tau kalo gue suka ama dia” kata Tilgath</p>
<p style="text-align:justify;">“ Yaudah, tembak aja” jawab Nayla perlahan</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya ga semudah itu Nay” bantah Tilgath</p>
<p style="text-align:justify;">“ya mau gimana lagi” Nayla menampakkan muka bingung</p>
<p style="text-align:justify;">“ada hal yang gue pengen tau tentang hal lain, gue suka Lani tapi ada hal yang nahan gue untuk nembak dia, gue juga ga tau itu apa, dan gue pengen tau itu dulu” kelit Tilgath</p>
<p style="text-align:justify;">“ah kelamaan mikir, keburu tua..”jawab Nayla sambil berlalu</p>
<p style="text-align:justify;">Lani, sahabat Nayla merupakan orang yang sangat Tilgath sukai, dan hanya Nayla yang tahu ini. Ini sebenarnya sangat menyiksa bagi Nayla karena tanpa Tilgath tahu, tanpa Lani tahu, tanpa seluruh orang di muka bumi ini tahu diam-diam Nayla sangat menyayangi Tilgath, bahkan perasaannya lebih dalam lagi, dia mencintai Tilgath.</p>
<p style="text-align:justify;">       <strong>BUZZ!!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>       </strong>Lamunan Nayla pun terhentikan akibat munculnya pesan di layar laptopnya, dari teman kampusnya yang menanyakn tentang tugas. Berat sekali Nayla mengetik menjelaskan, perasaan berat ini membuat dia ingat kejadian dua bulan lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">princessnayla             : gath, masih suka inget Lani?</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng : ha? Kaga untuk apa inget-inget dia.</p>
<p style="text-align:justify;">princessnayla              : lah, dia kan kecengan lo yang paling lo suka</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng : itukan dulu, sekarang daripada inget-inget dia mending gue inget-inget lu</p>
<p style="text-align:justify;">(diam sesaat)</p>
<p style="text-align:justify;">princessnayla              <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' /> ?</p>
<p style="text-align:justify;">akumemangganteng : perasaan cowo itu kalo ga berbalas gampang berubah, lagian lo hidup di taun berapa sih? Hidup lu ko ga maju-maju</p>
<p style="text-align:justify;">BUUKK, Nayla spontan melembarkan bantal “andai lu tau hidup gue ga maju-maju itu berkat lu…” batin Nayla.</p>
<p style="text-align:justify;">            Nayla tidak ingin mengingat kejadian semalam, kejadian itu merupakan kejadian yang paling ingin dia lupakan seumur hidupnya. Kejadian yang membuat dia sangat patah hati. Kejadian dimana Tilgath pulang dari Jepang dan mengajak Nayla untuk bertemu. Kejadian yang dimana akhirnya Nayla mengungkapkan perasaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ Nay, gimana kabar lu?” kata Tilgath</p>
<p style="text-align:justify;">“ hahaha, kayak ke siapa aja nanya kabar, lagian meski kita baru ketemu sekarang kan kita udah sering chatting” jawab Nayla perlahan</p>
<p style="text-align:justify;">“abis gue pangling ama lu, lu pake kerudung ga bilang-bilang, jahat ye..” kata Tilgath</p>
<p style="text-align:justify;">“Gath, gue mau ngomong” jawab Nayla dengan wajah serius</p>
<p style="text-align:justify;">“Gue juga” balas Tilgath dengan serius pula</p>
<p style="text-align:justify;">“Bintangnya bagus ya, apalagi itu tuh, bintang yang paling terang. Inget sesuatu?”jawab Nayla sambil menunjuk langit</p>
<p style="text-align:justify;">“inget. Bintang dan kita sekarang bagai gue dan lu di kenyataan” jawab Tilgath</p>
<p style="text-align:justify;">“hah, maksudnya?”</p>
<p style="text-align:justify;">“gue emang bisa lu liat tapi ga bisa lu miliki…. Gue selama ini memikirkan tentang ini, tentang kita, tentang sesuatu yang nahan gue untuk nembak Lani dulu. Jawabnya itu lu…. Di salah satu sisi di hidup gue, gue sangat butuh lu, seperti bintang yang butuh pengagumnya tapi di sisi lain gue sadar kalo gue itu gak pantes buat lu, lu terlalu baik dan sempurna….”</p>
<p style="text-align:justify;">“ko lu mikirnya gitu sih, lu tau ga orang yang selama ini bikin gue ga maju-maju, itu lu Gath..”</p>
<p style="text-align:justify;">“gue tau, sangat tau..karena itu gue memutuskan hal lain, karena gue cuma bikin hidup lu ga maju..” jawab Tilgath sambil menunjukkan jari manisnya. Disana sudah ada sebuah cincin yang bersemayam dengan indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nayla pun langsung berlari tanpa menengok ke belakang lagi, terus berlari meninggalkan malam yang pekat, meninggalkan kenyataan, dan meninggalkan Tilgath.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#ff0000;">Nadia Juli Indrani</span></p>
<p style="text-align:right;">Tugas Apresiasi Sastra</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/476/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=476&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/13/bintang-yang-paling-terang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjemur Pakaian</title>
		<link>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/13/menjemur-pakaian/</link>
		<comments>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/13/menjemur-pakaian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadia Juli Indrani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadzzsukakamu.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[          Pagi hari. Hampir setiap pagi aku menjalani rutinitas ini, menjemur pakaian. Aku adalah seorang wanita pingitan yang berasal dari sebuah desa yang terletak di pinggiran kota. Orang tuaku merupakan tipikal orang tua yang kolot yang selalu beranggapan bahwa wanita itu harus dirumah, mengerjakan pekerjaan rumah, dan apapun yang berbau rumah. Apa kalian pikir aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=473&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">          Pagi hari. Hampir setiap pagi aku menjalani rutinitas ini, menjemur pakaian. Aku adalah seorang wanita pingitan yang berasal dari sebuah desa yang terletak di pinggiran kota. Orang tuaku merupakan tipikal orang tua yang kolot yang selalu beranggapan bahwa wanita itu harus dirumah, mengerjakan pekerjaan rumah, dan apapun yang berbau rumah. Apa kalian pikir aku bosan? TIDAK! Aku tidak bosan ataupun merasa terkekang oleh aturan orang tuaku. Aku bisa tau semua yang terjadi di luaran sana dari satu aktivitas saja : menjemur pakaian.</p>
<p style="text-align:justify;">            Pagi ini seperti biasa, aku bangun jam 03.00 WIB. Setelah melakukan sholat malam seperti biasa pula aku mulai rutinitasku, mencuci baju. Usiaku sudah mencapai 16 tahun, maka aku tergolong usia matang untuk mencuci semua pakaian orang satu rumah : ayah, ibu, kakak laki-laki, dan dua orang adik laki-laki. Yah, aku adalah anak wanita satu-satunya di keluarga ini, jadi ini memang tugasku untuk membereskan masalah rumah tentu saja selain ibuku. Setelah mencuci selesai adzan subuh mulai terdengar. Lambat laun keheningan desa mulai pecah oleh beberapa tetanggaku yang terbangun atau mencoba membangunkan kawan yang lain untuk melaksanakan sholat subuh. Suara-suara mesin dipanaskan mulai terdengar, nyaring, dan cenderung berisik mengalahkan suara adzan, di jalan sebelah desa kami pun mulai terdengar suara mesin-mesin mobil yang mulai dijalankan pemiliknya. Begitulah keadaan desa pinggir kota kami, sudah hidup sejak matahari belum bangun dari peredarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">            Di rumahku sendiri tak kalah berisiknya, terutama ayahku, dia adalah seorang laki-laki yang taat dalam agama, sejak sholat malam tadi dia memang tidak tertidur lagi, dia berdzikir, berdoa, dan membiarkan aku mengerjakan tugas-tugas rumah tanggaku. Di hari yang masih gelap ini ayah sudah mengeluarkan suaranya untuk membangunkan ibu, kakak, dan kedua adikku, “semua bangun, kita sholat jamaah di masjid” kata ayahku. Tak ada yang membantah kata-katanya, mereka langsung terbangun dan bergegas menuju kamar mandi, berwudhu, aku hanya tersenyum saja melihat adegan ini. Pagi ini, sama seperti pagi lain lantunan suara imam mampu membuat kami terperanjat dan beristigfar seraya bersyukur penuh khitmat akan semua yang telah kami alami.</p>
<p style="text-align:justify;">            Seusai sholat berjamaah, kami semua memulai aktivitas masing-masing. Ayah mulai siap-siap pergi ke kantor, ibu mulai membuat sarapan, kakak bergurumul dengan tugas-tugas kantornya, adik-adikku masih sibuk karena PR-nya belum selesai, aku? Aku hanya tinggal menjemur pakaian saja, karena aku sudah bersiap sebelum subuh tadi. Aku suka menjemur pakaian, karena dari aktivitas ini aku bisa mengetahui berita yang menarik, bahkan memang lebih menarik, daripada infotaiment-infotaiment di TV sana.</p>
<p style="text-align:justify;">            Tempat menjemur pakaian kami merupakan tempat yang ramai posisi ketiga setelah warung kopi dan masjid. Hal ini dikarenakan tempat jemuran semua penghuni desa berada di satu tempat yang sama yaitu di sebelah lapang kosong yang biasa di pakai anak-anak desa kami bermain bola. Entah mengapa tempat ini di pilih sebagai tempat untuk menjemur, semua penghuni desa, yang jumlahnya memang hanya 27 kepala keluarga, menjemur di tempat ini. Tempat ini menjadi tempat silahturahmi para ibu-ibu atau bahasa lainnya adalah tempat bertukarnya informasi yang satu dengan yang lain. Dalam perjalanan menuju ke tempat jemuran aku terus menerka-nerka apa yang akan aku dengar hari ini? Apakah aku kan mengetahui cerita ibu Ani dan ibu Ina yang katanya bertengkar kemarin?gara-gara apa ya? Dan semua pertanyaan itu hilang setelah aku melihat tempat menjemur sudah semakin dekat dan hamper penuh terisi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Eh, tau ga bu? kemarin saya lihat si Ani jambak-jambak rambutnya Ina ampe keluar rumah, suruh dia jual barang-barangnya untuk bayar utang. Ih ngeri ya bu, masa ke tatangga ko gitu…” kata ibu Ngatmi yang memang sumber info dari semua keadaan desa. “oh gitu bu,,iih jahat ya” jawab ibu lain disertai anggukan ibu-ibu yang lainnya. Aku hanya mendengar dan tersenyum “benarkan?” batinku, sambil terus menjemur pakaian. Setelah posisiku agak jauh dari ibu Ngatmi aku mendengar pembicaraan gerombolan yang lain “iya, ini gelang yang baru dibelikan suamiku. Katanya dia naik jabatan.” Yang langsung dijawab oleh ibu lain “ah, masa sih naik jabatan langsung bisa beli gelang? Kayanya dia korupsi tuh.” Dan langsunglah terjadi percekcokan antara ibu yang satu dengan yang lain gara-gara ibu bergelang tadi tidak terima.</p>
<p style="text-align:justify;">           Baju yang harus di jemur hari ini agak banyak, kedua adikku kemarin main hujan-hujanan yang mengakibatkan dia harus mengganti bajunya. Seusai ganti baju dan hujan sudah berhenti dia langsung bermain bola sehingga lumpur-lumpur ini menempel lagi di baju yang baru saja di ganti. Akhirnya mereka harus mengganti beberapa kali. Aku pun pergi ke tempat menjemur paling pinggir, masih pagi, jam menunjukkan angka 05.38, pagi ini matahari masih sedikit bersembunyi di balik indahnya awan yang mulai kebiruan. Di pinggiran ini, dengan cuaca yang sama seperti ini aku jadi teringat kasus satu tahun yang lalu saat aku melihat ada seorang anak muda yang berlari diikuti oleh dua orang yang berbadan tegap besar namun berpakaian preman. Mungkin karena pemuda itu tidak berhenti, akhirnya salah seorang dari orang berbadan tegap itu mengeluarkan suatu benda entah apa dan terdengarlah bunyi “DOORRR!” sontak saat itu semua penghuni desa langsung bergerumul mengelilingi pemuda kurus yang kakinya kesakitan. Aku tidak berani melihat, suara dentuman keras diiringi dengan teriak seseorang membuat aku ketakutan. Kejadian ini yang membuat aku takut menjemur beberapa hari kedepannya. Sekarang aku hanya tersenyum saja mengingat kejadian itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“kamu tau film “?” yang sutradaranya itu tuh suaminya Saskia Meka?” Tanya seorang wanita yang umurnya tidak jauh dari ku</p>
<p style="text-align:justify;">“mmm, tidak” jawabku</p>
<p style="text-align:justify;">“ah kamu mah ga gaul, jadi ya katanya film itu the film sesat……” penjelasan yang panjang langsung dia jabarkan. Aku tersenyum saja mendengarkan sambil terus menjemur, informasi baru yang menarik batinku.</p>
<p style="text-align:justify;">            Di balik selimut panjang yang dijemur itu terdengar suara ibu lain yang berbicara “eh, tau ga Tomi Kurniawan the udah nikah tau itu sama si Tania anak orang Arab, nikahnya the sembunyi-sembunyi….”. Ah asiknya menjemur. Tanpa menonton gossip pun aku tau semua informasi selebriti. Bukan hanya selebriti, bahkan keadaan orang kampong pun aku tau. Hidup penuh hirik-pikuk. Aku tertawa kecil, dan tawaku ini pecah ketika tiba-tiba suaranya terhenti ketika ada seorang ibu yang berteriak “heiiiii, kadieu sia maneh, balik isuk, poho ka anak istri nya maneh, boga simpenan kan? Ngaku maneh! Aing…” terus saja ibu tersebut berbicara pada suaminya yang berlari meninggalkan rumah lagi. Wah besok pasti ada cerita menarik batinku sambil pamit pulang karena jemuranku sudah habis. Aku suka menjemur, sangat suka.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#ffff00;">Nadia Juli Indrani</span></p>
<p style="text-align:right;">*di inspirasi saat menjemur pakaian..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadzzsukakamu.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadzzsukakamu.wordpress.com&amp;blog=5083630&amp;post=473&amp;subd=nadzzsukakamu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2011/05/13/menjemur-pakaian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f6baec295ce9c1c31c981a05e327e76?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">NadzZ..</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
