The BEGINING…

•July 24, 2009 • 5 Comments

Setelah berpikir agak ngasal dan sedikit merendahkan, akhirnya aku memutuskan ini :

VISI HIDUP

“Menjadi muslimah yang cerdas, tangguh, berkomitmen”

doanya yah…

-Nadia Juli Indrani-

11.49

sedang usaha…

Tulisan Pertama 2013!

•January 6, 2013 • Leave a Comment

2013, apa kabar kamu?🙂

di tahun yang baru ini sebenernya aku belum membuat resolusi apapun, mengevaluasi tahun kemarin saja belum. bukannya tidak ada waktu tetapi tidak mau menyediakan waktu. enggan rasanya membuka kertas resolusi 2012 kemarin..kenapa ya? aku juga tidak tahu.. kalau aku ingat secara samar beberapa berhasil aku jalani, beberapa masih proses, beberapa tidak, beberapa di zona abu-abu buluk, yah dan sebagainya😛 bagaimana dengan kalian? ah tanpa di tanya pasti kalian juga sibuk mencorek beberapa, menchecklist beberapa, dan menggantinya beberapa..hehe :v

Nah, 2013 ini sebenernya aku mau ngapain? dapet kerja? nikah? traveling? jadi orang jahat? atau..? apa? aku benar-benar blank saat ini.. belum terpikir target yang jelas seperti tahun-tahun kemarin. semuanya tidak bisa dijalankan bersama-sama..semuanya tabrakan ditengah, mentok ditengah, jika memilih yang satu berarti mengorbankan yang lain, nah…yang mana yang mau dikorbankan itu yang aku tidak tahu pasti.. rasanya terkadang berpikir bosan menjadi orang yang berada di jalur yang sama -> tidak usah dipikirkan🙂 kata-kata tersebut memang mengandung suatu makna tetapi ya tidak perlu diambil serius lah🙂

apa yah jadinya? semua hanya berputar di kepala tanpa mau keluar, kusut bagaikan benang yang akhirnya harus digunting di banyak titik agar bisa disambung kembali, otak nya panas hingga meluap semua yang dipikrkan, atau beku mengendap saking lamanya tidak dikeluarkan.. semuanya berlomba ingin lompat dari kepala tapi terbentur tulang-tulang keras yang akhirnya hanya akan menambah raa sakitnya..

ah, traveling saja..pertama Indonesia -> asean -> asia -> eropa -> lalu dunia….
ah, kerja saja -> terikat kontrak tidak boleh menikah hingga bilangan tahun berubah angkanya..
ah, nikah saja -> ini di depan mata tetapi ternyata ada jurang yang sangat dalam yang memisahkan, dia terlihat, dia di depan mata, dia dekat tetapi dia juga jauh, dia juga tak terlihat, dan…. dia berbeda….(perubahan status jadi teman ini sungguh menyiksa jendral!)

aku bisa traveling dan menikah dalam waktu yang bersamaan, bisa, cuma yaaaaa tidak perlu dijelaskan kenapa aku tidak memilih yang satu ini…

Ya Allah, rasanya sudah lama aku tidak memanggil nama-Mu dengan jelas, dengan bersimpuh, dengan khidmat, dengan penuh pengharapan..
Ya Allah, Engkau tau bagaimana rusaknya aku saat ini..aku malu untuk berbalik pada-MU..
Ya Allah, masihkah Engkau sayang kepadaku? masihkah?
Ya Allah, tahun ini aku bersimpuh pada-Mu, tanpa target, hanya ingin menjalani takdir-Mu..aku mohon jangan lepaskan aku..banyak janjiku pada-Mu yang Rabb..maaf kan aku..maaf!
Ya Allah…tutuplah aib-aibku, aku ingin Engkau…..aku hanya ingin aku bisa dekat kembali dengan-Mu..
aamiin…
maafkan aku😥

You say you lov…

•January 6, 2013 • Leave a Comment

You say you love rain,
but you open your umbrella.
You say you love the sun,
but you find a shadow spot.
You say you love the wind,
but you close your windows.
This is why i am afraid,
You say you love me too.

-William Shakespear-

Nasihat Seorang Teman :)

•January 6, 2013 • Leave a Comment

Sekarang rasanya aku ingin bercerita tentang satu teman, teman yang belum pernah aku temui namun terasa sangat dekat. teman yang satu ini sebenarnya aku juga ga tau secara tepat tinggal di belahan bumi yang mana, yang aku tau dia berada di London. bertemunya? tidak pernah bertemu, hanya pernah saling megirimkan pesan singkat via teknologi bernama yahoo messenger.

Dia ini teman yang baik, dalam waktu pertemanan kami yang sangat sebentar dia sudah mengajari banyak sekali hal di dalam hidup. luar biasa memang teman london ku yang satu ini. awalnya hanya chatting, dengan kemampuan bahasa ingrris aku yang amat sangat teramat terbatas tidak membuat kamu putus asa untuk terus bercerita. hanya disini saja aku akan bilang bahwa setiap chatting dengannya aku selalu membuka kamus online dan menterjemahkan setiap kata yang tidak aku mengerti😛 bahasa ingrris aja udah parah ketauan lah ya grammernya gimana? ya sama parahnya, tapi dia tidak pernah mengkoreksi itu, dia selalu mengerti apa yang aku maksudkan, sekali lagi aku ingin bilang, baik sekali ya teman londonku ini.

Kami sempat sharing dan terbuka mengenai banyak hal dari hal sepele cem hobi sampai masalah negara (gila kannn?).. dia teman sharing yang baik sebenarnya, selalu mengikuti pembicaraan, tidak pernah menyela, bahkan selalu memberi masukan. sampai pernah suatu hari kita ingin mengunjungi negara masing-masing, berbincang lebih banyak, bertukar pikiran lebih banyak, tetapi tentu saja hal ini sama seperti halnya aku ingin ke korea, tidak dapat direalisasikan begitu saja. namun karena teman londonku ini baik dia menawarkan untuk membiayai setengah perjalananku menuju kesana. wah baikkan? hanya saja aku yang tidak baik ini masih tau diri untuk menolak tawarannya secara halus. banyak hal yang dia ajarkan dan salah satunya yang paling aku ingat adalah jangan mudah bertukar emosi.

Maksudnya? jadi gini loh, sekarang kan ya banyak lah ya yang perempuan ama laki-laki itu curhat, dan jujur aku ga masalah dengan yang satu ini meski iya banyak masalahnya tapi sekali lagi aku tidak menganggap itu masalah. aku senang menjadi konsultan setiap masalah orang lain, senang membantu orang lain, dan aku mengikuti ajaran Ajahn brahm (seorang buddish) bahwa kita memang harus bersedia menjadi “tempat sampah” dalam hidup. biarkan orang mengeluarkan “sampah-sampah” mereka agar mereka bisa mengisi diri mereka dengan hal baru. dan kita selaku “tempat sampah” jadilah tempat sampah yang bolong pada bagian dasarnya. sehingga “sampah-sampah” orang itu setelah melewati kita kita analisis “jenis sampahnya” diputuskan akan diapakan sampah itu hilang setelah sampai di dasar. simple. membantu orang jenis ini membahagiakan. sampai pada tahap ini aku masih belum mengerti dengan apa yang teman londonku bicarakan.

Sampailah suatu hari tempat sampahku sudah penuh dengan sampah-sampahku sendiri aku ingin membuang sampah-sampah ini, tapi kemana? mencari tempat sampah yang bolong itu susah, selalu ada aturan jangan begini dan begitu harus dibuang kesini dan kesitu tetapi saat itu semua tempah sampah itu penuh, aku harus kemanaa? jadilah aku mencari tempah sampah asing yang lain, yang awalnya tidak biasa aku lihat, bahkan bentuknya pun sangat aneh namun karena aku anggap dia adalah tempah sampah kosong aku mulai membuang sampah-sampahku. lama berlalu dia membuang sampahnya kepadaku. sampai terbentuklah benang tak terlihat dari pertukaran sampah ini. aku butuh, dia butuh. kami sejalan, kami ada pada pemikiran dan irama yang sama. masalah dia itu masalah ku, masalahku itu masalahnya. begitu terus. hingga tanpa sadar terjalinlah pertukaran emosi. nah di tahap inilah aku baru merasa teman londonku ini benar.

Sedekat apapun kita dengan lawan jenis jangan sampai ada pertukaran emosi. sampai tahap ini juga aku tetap tidak beranggapan curhat itu salah, menanyakan pendapat itu salah, mengabarkan itu salah yang salah adalah ketika kita lupa menutup tempat sampah kita. sehingga kata-kata :”gimana kemarin?” atau “udah beres?” atau “aku ngerti ko gimana rasanya” atau “huhuhu, pengen disana deh buat ngehibur kamu” dan sebagainya tidak akan pernah keluar. tempat sampah yang kosong tidak akan ingat detail sampah yang masuk, jadi ya tidak dibahas lagi. selesai.

hufff, teman londonku kamu benar dalam hal ini. ingin sekali bertukar pikiran kembali denganmu. sayanganya dimana kamu sekarang?maasih ingatkah kamu denganku?karena aku sangat merindukan teman londonku😦

#pada siapakah emosi ini tertaut?ah itu sih biar saja menjadi misteri di ruang hatiku ini…xixixi

Sepenggal kisah seorang anak broken home 2

•November 13, 2012 • 5 Comments

Tulisan ini kelanjutan dari tulisan sebelumnya -> cek disini🙂

Okey, tulisan ini dibuat dari hasil aku baca komen orang-orang yang baca tulisan sebelumnya, anyway thanks ya sudah merespon dengan baik J tapi ada beberapa hal yang harus aku utarakan berhubungan dengan itu.

Okey, pada tulisan sebelumnya memang sangat mellow dan sedih sekali namun yang perlu ditegaskan adalah hidup tidak stuck pada kenangan itu saja, sebagai seorang anak broken home aku menjalani masa kecil dengan have fun juga, dan seharusnya kalian (untuk anak yang broken home, atau orang tuanya suka bertengkar, dan masalah keluarga lain) kalian juga begitu. Kalian yang merasa masa kecil kurang bahagia, tidak di-support oleh keluarga dengan seharusnya please STOP MENGELUH. Tutuplah masa kelam itu dan mulailah lembaran baru yaitu hidup dengan bahagia. Im really happy now. Jangan selalu murung, menyalahkan ini dan itu, mempertanyakan nasib, menangis, stress, sampai ingin mati. Asragfirullah life is more colorful than that. Jangan sampai urusan orang tua atau keluarga kalian (kita) menjadi penghalang kebahagiaan kita sendiri. Sudahlah kawan, kita sudah dewasa, jadi untuk teman-teman yang komen, yang add di facebook, maupun sempat inbox-an dengan saya di facebook sudahlah, jangan terlalu menyesali diri. PERCUMA!

Beberapa ada yang add saya di page broken home, begitu saya buka astaga kenapa isinya suram semua, maaf, tapi untuk apa. Kenapa kalian hanya stuck pada masa itu? Bener liat orang tua sering berantem itu sucks, menyebalkan, bikin sedih, tak kadang kita ikut menangis, tapi lewatilah masa itu sesegera mungkin. Bangun masa depan kalian sendiri. Karena mau kalian anak dari orang tua yang komplit maupun broken home masa depan tetap ada di tangan kalian. Ayo dong stand up and face the world!! Kadang sya greget untuk beberapa komen yang terlalu mengasihani maupun terlalu sedih karena pada dasarnya saya tulis tulisan itu hanya mengeluarkan emosi saya saat itu tetapi untuk hidup setelah-setelahnya saya itu normal, tidak melulu sedih, bahkan sangat bahagia. Banyak lah contoh anak broken home yang sukses, jadilah salah satu diantaranya. Jadi untuk admin page-page sejenis silahkan ubah image itu, jangan dijadikan tempat curhat masal yang saling mengasihani diri sendiri dan orang lain, saling menyalahkan nasib dan orang tua, please! à tentu ini hanya saran saja tapi sangat saya rekomendasikan. Ayo maju!!

Untuk orang tua yang ikut komen maupun curhat di inbox fb semoga kalian baca lagi, please, jangan terlalu gampang menyerah dengan urusan rumah tangga kalian, terutama jika kalian sudah memiliki anak, bagaimanapun sulit dibantah jika anak broken home memiliki perkembangan psikis yang berbeda dengan anak lainnya. Don’t be so selfish! (maaf!).
Apa sih yang penting dari pernikahan? Kenapa kalian menikah? Kenapa dulu bisa saling suka? STOP BILANG KALIAN SUDAH TIDAK COCOK LAGI!! Itu ga banget.. untuk para pasangan, tidak ada satu pasangan yang cocok di dunia ini satu sama lain, yang ada adalah bagaimana mencocokan diri pada masing-masing pasangan, bagaimana mentoleransi perbedaan-perbedaan itu, bagaimana bisa saling mengerti, saling menghargai. Jika sudah bertengkar ingat lagi bagaimana dulu kalian bisa saling jatuh cinta. Ingat perceraian hanya akan membuat setan-setan menang.. jangan sampai kita adalah orang yang membantunya. Tingkatkan lagi kesabaran dan ibadah ibu-ibu atau bapak-bapak sekalian. Maaf ini hanya saran dari seorang anak broken home yang merasakan bagaimana tidak enaknya di didik hanya oleh seorang single parent!

 

Sekian tulisan ini, sya harap kalian dan kita semua bisa menemukan kebahagian kita di dunia maupun di akhirat.

Yang mau berkomentar silahkan, yang mau add facebook juga silahkan, tapi maaf saya tidak memberikan no HP saya🙂 mohon maklum😀

SEMANGAT KAWAN-KAWAN!!

yang mau ngopi izin dulu ya ^^

Best regard,

Nadia Juli Indrani

Untukmu, Jobseeker!

•October 23, 2012 • Leave a Comment

Haloww..
sekarang setelah berhasil keluar dari ITB lewat Sabuga, kerjaan tetap aku adalah: mencari pekerjaan!
hihihi..

Sebenerya mau sharing pengalaman aja..setelah aku banyak menjalani psikotes atau test tulis atau test IQ atau test gambar dan segala macem lainnya, satu hal yang perlu diyakini bahwa : Kalo kita ga lolos itu bukan masalah kita ga mampu atau kita ga memiliki kualitas, itu hanya masalah kecocokan. Aku pernah test kerja ampe seabrek dan gagal semua, krisis PD? pasti, tapi kemudian apakah kita memang tidak pantas kerja dimanapun? bukan itu! ini hanya masalah kita belum menemukan tempat yang sesuai dengan kualifikasi kita, kemampuan kita, dengan tempat kerja yang sesuai. Trus, aku mulai menganalisa kepribadian diri aku sendiri, ternyata selama ini apa yang aku kira bagus itulah yang aku jawab, jadi ga semua hal yang aku jawab itu adalah diri aku sendiri, hampir setiap psikotes aku malah bukan diri aku sendiri. aku menjawab semua pertanyaan dengan jawaban, yang menurut aku, bagus, padahal itu mungkin malah tidak sesuai..so just be your self..bener-bener jadi diri kamu sendiri ajaa..karena kita memang hanya akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan diri kita bukan di tempat yang kita pikir kita akan dapat merubah karakter kita.. 

Nah, setelah analisis kepribadian, akhirnya aku tau harusnya aku apply di bidang apa aja, and panggilan psikotespun berdatangan kembali, dan kali ini aku ngerasa lebih yakin, lebih PD, lebih santai dan bener-bener jadi diri sendiri aja. isi semua pertanyaan dengan tanpa beban. it’s work!! jadi untuk kalian silahkan analisis kemampuan kalian masing-masing dulu🙂

Tahap kedua setelah psikotes atau segala jenis test itu biasanya adalah interview. aku udah beberapa kali interview, dan hal yang dapat aku simpulkan untuk dijadikan pembelajaran adalah : Yakin! yakin aja kalo kita memang mampu dan bisa dan pantas menjadi pegawai mereka, kita udah lolos psikotesnya ko berarti kita memiliki kualifikasi yang sudah setara dengan yang perusahaan inginkan. jadi tenang, yakin, jawab dengan seadanya. Kata temen, baca : Jundurrahman Assayaaf, interview itu bukan tes, tapi untuk mendapatkan informasi-informasi yang ga bisa didapat lewat tes. Jadi kita siapin aja cara menjawab yang meyakinkan, yang terkesan profesional. Bukan isinya loh, tapi caranya. Nah pertanyaan kalian pasti sama dengan pertanyaan aku, emang gimana cara yang profesional? jawabannya adalahJawab dengan tutur kata yang meyakinkan, yang terkesan dewasa, berpengalaman dalam bidangnya. siapin juga gesture yang meyakinkan. karena pertanyaan wawancara itu kurang bisa diprediksi, bisa apa aja. Jadi jawabannya ga bisa disiapin, tapi cara menjawabnya bisa. terus juga jangan terlalu dominan, tapi jangan terlalu submissive. selain itu tunjukkan kalau kalian tau ide tentang pekerjaan yang di lamar (jangan kaya aku, lamar bidang apa pas disuruh jelasin malah jelasin bidang apa -____-” aigo..aigo..) Percaya diri tanpa harus terlalu dominan..

ya sekian, tips bagi para jobseeker🙂, setelah baca postingan ini mari kita berdoa agar kita semua dapat segera menemukan tempat bekerja yang sesuai dan pas..aamiin🙂

P.S : ada baiknya kita menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar, xixi..

sukses yaa!!

 

Nadia Juli Indrani

Jobseeker🙂

Ditinggal nikah..

•October 5, 2012 • 8 Comments

Siapa sih yang enak ditinggal nikah ama orang yang kita suka?

Semua orang yang pernah ngalamin ini pasti tau rasanya..mulai dari ngedenger dia mau nikah, nyebar undangan, akad, ampe saat dia update-update status tentang gimana senengnya nikah itu semua bikin galau.

Ga suka? Pasti..tapi mau gimana lagi..

Toh suka yang sejati adalah ketika senang orang yang kita sukai itu bahagia kan?

Aku pernah ngerasain galaunya gimana..

Waktu itu, ceritanya aku udah sukanya kaya gimana banget lah (orang yang aku certain di tulisan Final Decision), tiba-tiba setelah sekian lama ga ada kabar yapp ada yang bilang dia mau nikah..

Sumpah ngedenger hal itu tuh beneran bikin ilang mood (banggettss), ciyussan…mellow..bukan sedih sih orang akunya ga nangis, biasa aja, tapi ngaruhlah ke diri..

Nah saat itu, pas banget lagi booming lagu someone like you-nya Adele, trus lagi berhubung aku anaknya yakin banget kalo jodoh itu Allah yang atur jadi satu-satunya ngupahan diri sendiri itu ya dengan “udah, bukan jodoh, pasti dapet yang lebih tepat, insya Allah, setiap orang udah ada jodohnya masing-masing”. So meski masih mellow tapi santai.

Nah waktu berlalu, dan seiring dengan waktu juga aku suka lagi ama cowo lain. Kita deket, dia baik, cukup!

Akan tetapi ada beberapa hal yang bikin kita ga bisa deket lagi, -dan saat itu ampe sekarang aku rasa perasaan aku ke dia itu ga tuntas karena ga tersampaikan- jauh aja. Biasa aja. Sampai aku tau kalo dia mau nikah, trus tiba-tiba nyebar undangan, trus akad, trus ya begitulah. Rasanya tuh, mm, gimana ya, sedih iya, tapi ga sama ama yang pertama kali aku rasain. Sedih yang kedua kalinya liat orang yang kita suka itu bukan karena kenapa bukan aku yang jadi istrinya begitu, tapi lebih ke “wah dia udah nikah, sedangkan aku kearah sana juga belum beranjak!” itu.

Jadi kesimpulannya adalah :

Ditinggal nikah satu kali itu rasa sedihnya lebih ke mellow dan galau,

Tapi yang kedua kalinya itu sedih karena kita mendekati itu saja belum🙂

Sok yang mau ditinggal nikah dua kali mangga, bisi penasaran..hahaha…

Nadia Juli Indrani

Ya..beginilah..

Perasaan..

•October 5, 2012 • 3 Comments

Untuk kamu,

Maaf, karena harus menjadikanmu “musuh” dalam hariku..

Maaf, ini semua menurutku memang salahmu..

Maaf, aku tidak lagi membalas smsmu, mengangkat teleponmu, bahkan membaca email-email darimu..

Maaf, jika aku mengorbankanmu untuk kepentinganku..

Maaf, aku tidak melihatmu lagi..

Maaf, karena aku tidak ingin bertemu..

Maaf…

Aku tidak membencimu..

Pun aku bukannya tidak menyukaimu..

Tapi aku rasa, kita sudah cukup..

Cukup dekat..cukup erat..

Semua hal ini akhirnya hanya menyesakkan dadaku..

Kukira aku tahu apa yang kamu inginkan..

Kukira aku tahu apa yang kamu butuhkan..

Ternyata aku terlalu sering mengira bahwa aku tahu apa yang dibutuhkan olehmu..

Bukan kamu yang salah, jadi berhentilah bertanya!

Iya, aku menghindar. Aku menghindarimu.

Walau aku tahu, yang sebenarnya aku hindari adalah perasaanku sendiri,

Perasaan yang tiba-tiba membludak jika melihatmu.

Aku senang, tapi aku lelah.

Jadi aku menghindarimu untuk menghindari perasaanku sendiri..

Aku menganggapnya tak ada, karena memang rasa ini tak pernah ada kalau kamu juga tak ada.

Meski aku tahu, menghindarimu berarti aku menutup kasusku, sementara!

Perasaanku –akhirnya- tak pernah selesai.

Selalu ada besok, selalu ada nanti, selalu ada seandainya.

Berlalu lamanya pun ketika kamu ada selalu begini lagi, rasa aneh ini muncul lagi.

Haruskah aku ungkapkan? Ya, harusnya aku ungkapkan.

Malu, biar saja, toh akhirnya aku tau bahwa perasaanku tak ada hari esok lagi, tak ada nanti, dan tak ada seandainya.

-Nadia Juli Indrani-

kesimpulan setelah nonton friends, baca novel, dan berpikir!