BaHaSa..Sepenting itu kah??

Beribu bahkan berjuta kali aku mengungkap sebuah kata, dari mulai aku bisa bicara “ba..bi..bu..” sampai sekarang yang kata-katanya jauh lebih panjang dan sulit..
Sudah sejak SD aku belajar bahasa, beranjak SMP aku tidak mengalami kesulitan dengan satu kata ini, kemudian saat memasuki SMA aku mulai menyadari sesuatu, bahwa 1 kata ini sangat sulit…yah bahasa itu sulit,tidak mudah, dan gampang sekali seseorang untuk menyalahartikan.
Fungsi dari bahasa itu sendiri adalah suatu media yang tercipta agar sesama manusia saling berkomunikasi, sekali lagi saya tegaskan saling berkomunikasi, jadi seharusnya bagaimanapun bahasa yang digunakan asalkan kedua pihak saling mengerti tidaklah menjadi masalah.
Namun saat aku SMA itulah aku menyadari bahwa sebenarnya bahasa punya peraturan, bahasa tidak dapat digunakan seenaknya, dan bahasa membuat seseorang merasa terhargai. DAn jujur saja aku merasa kesulitan untuk itu..ntah karena aku kurang menghargai atau definisi fungsi bahasa versiku yang salah,,banyak sekali “teguran” yang aku terima tentang bahasa..diantaranya:
1. Saat SD aku membuat suatu karangan cerita, dan guruku memberi aku nilai yang tidak tinggi karena paduan bahasaku salah
2. Saat kelas 2 SMA aku mencoba membuat cerpen dan memin ta anak-anak yang membacanya memberikan komentar, komentar diantaranya berkata bahasa yang aku gunakan kurang baik..
3. Saat Psikotes SMA, pada bagian membentuk kata dari acakan huruf-huruf dari 10 soal aku hanya dapat menjawab 4 soal..
4. Nilai UAN terkecilku ada pada bahasa
5. Saat presentasi Biosistematik, dosenku berkata bahasa yang aku gunakan tidak tepat..
6. Saat menghadap Dosen ProAnFisWan, kata-kataku selalu dipotong karena bahasa yang aku gunakan salah..
7. Saat menjawab pertanyaan presentasi Proanfiswan, temanku memberikan kertas dengan tulisan “inget bahasa karena saat itu bahasa menjadi poin penilaian dan bahasaku parah..
8. Saat presentasi BiSelMol dosenku langsung memotong dan berkata bahasanya diperbaiki..

dan masih banyak lagi teguran serupa yang aku peroleh, sampai akhirnya aku berfikir, jika pelajaran bahasa sepenting ini mengapa hanya aku yang sepertinya tidak menguasainya, kenapa hanya aku yang menganggap ini tidak terlalu penting, dan mengapa hanya aku yang tidak bisa merangkai kata…

akhirnya aku mengambil kesimpulan bahasa adalah untaian kata yang terucap secara tepat di setiap saat sehingga lawan bicara kita merasa terhargai..tapi itu bukan aku…

aggghhhttt…bahasa???sepenting itukah???

~ by nadzzsukakamu on February 28, 2009.

2 Responses to “BaHaSa..Sepenting itu kah??”

  1. siapa nad yang SMA ngasih komen kaya gitu?
    sini, sini ngadep gwa sini!

    sok mana dosennya?

    bukan salah kamu nad kalo kamu aneh sampe bahasa2nya ikut aneh, ckckckckckck
    ga ateuh….

    bahasa?

    hmmfff…

    komentar ini teh?

    ini arti bahasa dalam jangkauan gwa dan kapasitas gwa sebagai orang yang senang dalam estetika berbahasa

    bahasa itu sebagai alat komunikasi, bukan masalah kosakata yang kamu pakai harus berbobot, bernilai intelenjensia tinggi, hi-tech, gaul atau apa lah yah.
    Tapi ini tentang bagaimana kita mengungkapkan sesuatu yang bisa dimengerti oleh audiences atau lawan bicara.
    waktu presentasi misalnya, bisa digunakan kata2 “ini tingkat validitasnya….. dengan ability….. meskipun probabilitasnya…..”
    nah lu, menghadapi masyarakat di luar sana, misalnya suatu hari lu ada penyuluhan di sawah (jadi bandar beras ekspor impor misalnya)ga bisa lha pake kata2 itu, petani melongo semua… cari kata yang lebih umum, lebih ringan, misalnya “bibit ini memungkinkan…kemampuan untuk…..” yah gitu2 lah, terutama kalo lu pergi ke suatu daerah, orang2 akan sangat menghargai kalo lu bisa bahasa daerah mereka.
    gwa juga lagi belajar bahasa sunda nih, gila, parah pisan bahasa sunda gwa uy…asa lupa akar gwa teh…

    bahasa itu penting karena itu juga dapat mewakili diri kita, liat aja gwa, bahasa gwa yang begitu indah mewakili diri gwa yang sangat cantik (najis, emang!)

    bahasa itu seni, seni ini bisa kita pelajari dengan banyak2 membaca dan menulis tentu saja, (ada tuh novel yang bagus, judulnya fayra, cekakakakak-cekakakakak)
    seni ini juga bisa didukung oleh kemampuan verbal, makanya sering2 latihan ngomong sendiri (gila, gila deh lu!)

    rajin2 mengumpulkan kosakata baru, itu bakal bikin kita kaya kosakata dan orang ga akan bosen nyimak, baik omongan atau tulisan kita.

    fungsi bahasa ini juga selain sebagai alat komunikasi, bagi gwa adalah pembawa suasana, ada bahasa yang baguuuuuuuuuussss tapi suasananya jadi garing gitu, terus kita males, tapi ada bahasa yang kayanya biasa2 aja tapi bikin suasana rame, nyenengin gitu…

    bahasa itu sopan santun, -ini yang belum gwa selami- hohohoho
    tau ga kalo kata “aku” itu artinya menunjuk pada diri sendiri tapi saat beriteraksi dengan orang yang levelnya lebih rendah daripada kita?
    sama juga dengan “kamu”
    (lamun sopanna mah saya, terus Anda, gitu…)

    banyak da kata2 yang kaya gitu teh, asa sama padahal artinya beda, “kita” dengan “kami”, terus “jam” dengan “pukul”

    bitan,
    naha jadi kaya belajar bahasa Indonesia, punten ah…
    berasa blog sendiri gini ini teh….. hohohohoho

  2. asa panjangan komentarna?

    anggeur… si arin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: