Sabtu Pagi..

Sabtu pagi, seharusnya hari ini Tya tidak pergi kemana pun karena hari ini hari libur. Namun karena ada pembukaan mentoring di kampusnya maka ia pun dengan terpaksa membiarkan tubuhnya berjalan lunglai menuju arah terminal angkutan yang bisa membawanya menuju kampus. “Huh jam 7 harus sudah disana…” batin Tya, padahal jam di tangannya sudah menunjukkan jam 06.20 WIB dan itu artinya dia terlambat, karena perjalanan dari rumah menuju kampusnya membutuhkan waktu satu jam setengah. Sepanjang perjalanan entah apa yang Tya pikirkan, pikirannya kosong tanpa arah, dia merasa tidak enak badan, tubuhnya panas, hidungnya tersumbat, dan virus batuk sedang menghinggapi dirinya, yah dia sedang sakit, tapi demi pembukaan mentoring ini dia harus rela membiarkan tubuhnya berada di kampus karena nilai dari mentoring ini sangat mempengaruhi nilai pelajaran Agamanya nanti.

Tya seorang mahasiswi jurusan Teknik Elektro semester empat di sebuah kampus negeri di Bandung. Tya orang yang sangat tertutup, tidak pernah menceritakan hal-hal pribadi yang menyangkut dirinya, tubuhnya pun lemah, badannya kurus, kulitnya coklat, yah sangat Indonesia sekali. Tetapi ini bukan berarti dia tidak mempunyai teman, Tya sangat disukai oleh teman-temannya karena dia orang yang solutif, kreatif, dan praktis. Setiap orang senang bercerita padanya karena dia juga penjaga rahasia yang baik. Saru sifat jelek yang ada pada Tya dia sangat moody, segala sesuatu yang dia kerjakan sangat bergantung pada moodnya, jika dia sedang sedih maka dia lebih suka mengisolasi diri dari keramaian, kemana-mana sendiri, orang bertanya jarang di jawab, bisa dibilang autis. Namun jika Tya sedang bergembira maka aura positif ini dapat dia pancarkan ke siapapun maka orang yang bersedih pada saat itu dapat langsung bergembira. yah itulah tya, sesosok gadis menarik dan sangat disukai oleh teman-temannya, bahkan oleh kalangan ikhwan-ikhwan dikampusnya, karena dia seorang muslimah yang aktif dengan senyum yang manis. Namun sayangnya tidak ada yang mengetahui hati Tya sebenarnya, dia sedang menunngu, menunggu seseorang yang selalau ada di pikirannya, hatinya, mimpinya, dan hidupnya.

to be continue…

~ by nadzzsukakamu on June 17, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: