berpikir…

“otak ini sudah lama tidak difungsikan (Nadz, 2009)”

hanya diam dan tidak berpikir..itu lah aku beberapa waktu yang lalu, semua hal yang aku lakukan itu karena terbiasa, tanpa berpikir, terus berjalan, dan hanya menggunakannya sesekali, itupun bukan untuk berpikir suatu rumus matematika yang rumit, bukan, bukan pula untuk memikirkan kenapa aku ini lucu sekali, bukan, bukan itu, otakku ini paling-paling hanya digunakan untuk menjumlahkan hasil keuntungan bisnis pulsaku..

namun lama-kelamaan aku menjadi seperti auto robot yang ingin dipencet tombol offnya beberapa lama, tidak memiliki keinginan atau bahkan hasrat untuk melakukan sesuatu..hingga suatu malam di suatu angkutan cimahi-soreang (sedih banget yah dapet inspirasinya di angkot!!) aku menemukan apa itu arti dari hidup, tidak menyeluruh memang tapi cukuplah untuk modal awal, setidaknya di proposal nanti bagian tentang hidupnya tidak kosong, itu saja.

di gunung puntang,,

aku mulai berpikir lagi, yah otakku ini hanya berfungsi jika aku berada pada situasi yang sepi dan saat malam hari, yah lagi-lagi malam, apalagi jika aku berada dalam suatu kendaraan yang sepi, kemanapun tujuannya aku jarang tidur jika perjalanan malam, aku lebih suka berpikir, atau melamun lebih tepatnya, tentang apapun, semua hal yang ingin aku pikirkan, semuanya tanpa ada yang terlewat. Aku berpikir lagi mengnai semuanya, penantian, semua hal, dan hasilnya adalah, di setiap penantian selalu -hampir pasti- banyak godaan setan menuju arah yang tidak baik, sering melamun, futur, ah bukan begini, karena jika memang ini cinta seharusnya aku bahagia -aku percaya bahwa cinta membawa kebahagiaan- namun mengapa aku sangat nelangsa begini, sendiri, berpikir, ah bukan ini bukan lagi cinta ini adalah virus aku tau itu. bukan cinta yang salah namun aku yang salah tapi mengapa tetap saja aku menyalahkan cinta untuk ini. Saat malam-malam dingin di tenda, akhirnya aku tau aku harus bagaimana, aku harus seperti apa, aku tidak akan menunggumu seperti lagunya hijau daun, aku juga tidak akan mempertanyakan ini seperti lagunya the virgin, tapi aku akan menjadi diriku sendiri, seorang yang apatis dan tidak peduli, yah inilah hasil kontemplasiku. aku berhasil adalah harapan, aku rapuh adalah kenyataan, tapi aku harus mencoba, maka ini aku sendiri adalah realita.

yah the ending of my thinking is i will not think about it anymore..its over..case close..Bismillahirohmanirohim….

ada foto pas aku lagi betapa ni..

bertapa, busyet cem wiro sambleng aja yah aku...

bertapa, busyet cem wiro sambleng aja yah aku...

oia sedikit cerita tentang perjalanannya ke puntang, jadi aku berangkat bareng anak-anak BZP, 11 orang, naik samapai curug siliwangi, weiisss keren!!!

dimana-mana tetep doanya sama "ya Allah dekatkanlah aku dengan hubby ku" amin..

dimana-mana tetep doanya sama "ya Allah dekatkanlah aku dengan hubby ku" amin..

Yah, berdoalah dimanapun kamu berada, jangan lupa karena Allah ada disetiap hembusan nafasmu dan setiap detak jantungmu

“Dan milik Allah timur dan barat. Ke mana pun kamu menghadap disanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Maha Luas, Maha Mengetahui” (QS : Al-Baqarah ayat 115)

akhirnya nih yah…

dapet cape, pegel, seneng, seru, juga dapet berpikir kalo dia bukan yang terbaik..

“…..Tetapi boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu.  Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS :Al-Baqarah ayat 216)

-Nadia Juli Indrani-

lega dengan jiwanya yang baru..

 

~ by nadzzsukakamu on July 25, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: