2010 atau 2011

Menentukan masa depan tidaklah semudah membalikan telapak tangan, tapi ini juga tidak sesulit memindahkan gunung ke tempat lain. Masa depan adalah suatu misteri yang harus dihadapi dan sedikit dirancang di masa sekarang agar saat kita mulai menjejakkan kaki pada dimensi yang bernama masa depan kita membawa bekal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita disana.  Seseorang menganalogikan kehidupan itu dengan aliran air, air akan mengalir terus menerus seperti kehidupan dan tidak akan melewati tempat yang sama setelah dia mengalir, sangat cepat, meliuk melewati bebatuan, menerjang apapun, berubah mengikuti wadahnya, dan tidak memikirkan ujung dari semua itu. Begitu pula hidup, dijalani seiring dengan waktu tanpa bisa melewati waktu itu sebanyak dua kali, melewati liku kehidupan, terus menyesuaikan diri dengan lingkungan, mencoba beradaptasi hingga berujung pada kematian. Tapi aku kurang setuju karena disadari atau tidak, air akan terus mengalir ke tempat yang lebih rendah, ini mutlak, air tidak pernah mengalir ke atas, dan air tidak pernah merencanakan alirannya, dia hanya mengalir karena adanya perbedaan tinggi suatu daerah, bukan karena ia rencanakan.

Seperti kalimat pada paragraf awal tadi, begitupula dengan pernikahan. Untuk menuju proses yang sangat sakral ini dibutuhkan sebuah pembekalan yang sangat kuat dan mendarah daging, agar di tengah perjalanannya nanti tidak goyah dan dapat menguatkan satu sama lain. Persiapan dapat berupa :

  1. Niat,  sebagian orang dapat menyiapkan hal ini secara instan (seperti saya!!^^) tetapi beberapa kalangan malah memiliki kendala dengan hal yang satu ini. Ada beberapa kalangan dimana mereka takut berkomitmen dengan orang lain sepanjang umur mereka, takut membiayai istri, takut mengurus suami, takut tidak bisa menjaga anak, dan ujungnya mereka hanya terus bermesraan (baca berzina) tanpa suatu ikatan. Hal ini yang harus diubah presepsinya sehingga orang yang menganggap suatu pernikahan itu menyeramkan dapat diubah menjadi pernikahan sebagai ladang amal.
  2. Mental, setelah niat sudah ada sekarang giliran mentalnya. coba tanya pada hati kecil masing-masing, apakah siap saat kamu bangun tidur tiba2 ada orang asing di sebelah kamu? apakah siap menyediakan segala kebutuhannya saat dia butuhkan? apakaha siap menjaga interaksi dengan orang lain saat ada dia? apakah siap jadwalmu diatur oleh orang lain? apakah siap saat kamu letih dengan semua hal tapi kamu harus tetap melayani orang lain? apakah siap jika suatu hari nanti tiba-tiba kamu merasa mual dan ada sesuatu yang bergerak dalam perutmu? atau siapkah kamu membiayai hidup orang lain? siapkah kamu untuk menganggapnya pendamping hidup dan bukan seorang pelayan? siapkah kamu menganggapnya tempat bersandar dan bukan seorang bos? yah semua pertanyaan-pertanyaan itu hanya hati kita masing-masing yang dapat menjawabnya. (aku siap ga yahhh?? ^^)
  3. Materi, niat oke, mental siap!! uangnya ada ga?? kalau belum ada lebih baik  memikirkannya kembali, karena mau tidak mau, suka tidak suka materi itu perlu, mau makan pake apa? pake  cinta?? kalo istri atau suami siap diajak menderita boleh-boleh saja tapi haruskah anak juga merasakan itu? TIDAK! mempunyai materi tidak berarti dia harus kaya raya, tapi pas-pasan juga bisa. Pas mau mobil ada, pas mau beli rumah ada, serba pas deh..(ngarep^^)..
  4. Persetujuan keluarga, ingat bahwa menikah bukan hanya memngikat dua insan tetapi juga dua keluarga. jika ada keluarga yang tidak berkenan dengan pernikahannya lebih baik segera diungkapkan dan dituntaskan diawal. Jangan sampai masalah kecil ini yang membuat pernikahan tidak indah lagi nantinya. Jika memang hal prinsip yang menjadi penghalang mending dibatalkan saja deh!!!..(SIM -Surat Izin Menikah- sudah dikantongi..yess ^^)
  5. -Ini yang paling penting- Pendamping, jika semua hal sudah terpenuhi pertanyaan inilah yang muncul, pendampingnya mana???hahaha…yah masalah jodoh memang hanya Allah yang tahu, kapan kita bertemu, bagaimana kita bertemu, dan SIAPA orangnya, semua sudah Allah yang mengatur. Kita hanya bisa berdoa, meminta, dan bersabar, karena Allah pasti telah menyediakan pasangan yang terbaik untuk kita, tinggal tunggu aja, dan semoga cara kita mendapatkannya diridhai oleh Allah..(tunggu!!^^)

Ya itulah serangkai pembekalan yang harus disiapkan sebelum seseorang berjalan kedalam proses pernikahan, karena semua orang menginginkan hubungan yang tidak hanya lahir, tetapi juga batin, tidak hanya materi, tidak hanya dunia, dan tidak hanya saat kita muda (ciee gaya pisan!!).

Nah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas…apakah hal itu akan terjadi di tahun 2010 atau 2011???

hahahaha,,,

doanya yah!!!

-Nadia Juli Indrani-

Sesekali tentang isi hati…

~ by nadzzsukakamu on November 8, 2009.

One Response to “2010 atau 2011”

  1. 2012 aj nad, biar fenomenal, hhehehe..
    ditunggu ondangannya yaaa.. (^c^)v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: