Kenapa Aku Harus Menikah -cepat-?

Pilihan antara menikah dan tidak menikah sebenarnya sepenuhnya tergantung pada diri anda sendiri, benar-benar mutlak dan tidak dapat diganggu gugat sebenarnya, namun ada beberapa kalangan yang masih bimbang dan mempertanyakan mengapa aku harus menikah? postingan dibawah ini akan menjawab beberapa pertanyaan mengapa aku harus menikah, tetapi karena tentu saja aku yang menulis maka alasan ini adalah alasan diri saya sendiri untuk menikah…^_^..

1. Sunnah Rasul..

seperti yang ada di dalam al-Quran dan Hadits, catatan tentang menikah memiliki porsi yang cukup banyak disinggung, contohnya adalah sebagai berikut :

“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik” (Qs. An Nahl (16) : 72).

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

Nah dari beberapa surat dalam al-quran dan hadist, bahkan Rasulullah SAW saja sudah menganjurkan apa lagi yang akan membuat kamu ragu?

2. Melengkapkan Setengah Agama

menurut  hadist:

“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi” (Hadist riwayat Thabrani dan Hakim)

so..siapa coba yang ga mau ngelengkapin agamanya^^..

3. Melanjutkan Keturunan

khusus untuk perempuan..kayanya dapat menghasilkan sebuah keturunan merupakan kebanggaan tersendiri, apalagi anak tersebut merupakan anak dari hasil cinta kasih dan merupakan anak yang sangat dinantikan, membayangkannya saja sudah membuat senyum-senyum sendiri (itu mah kamu aja kali nad!!^^) jadi untuk yang satu ini (apalagi membicarakan bagaimana proses membuatnya..haha) pasti merupakan pembicaraan yang paling asikk…

tapi memiliki anak juga mempunyai suatu resiko yang ga tanggung2…jika anak kita bukan anak yang sholeh bagaimana?(Nauzubillah..), jika tidak mempunyai uang untuk membiayai anak bagaimana?, jika anak tidak seperti yang diharapkan bagaimana? (loh ko jadi nakut-nakutin yah???) hoho…ini bukan suatu pernyataan untuk menakut-nakuti tetapi suatu pernyataan untuk dihadapai, oleh karena itu menikah hanya merupakan satu gerbang awal untuk proses berikutnya -punya anak- jadi bukan punya anak dulu baru nikah okeh!!!

4. Membantu Meringankan Biaya Keluarga

nah ini yang paling penting, menikahlah dengan orang yang sudah BERPENGHASILAN, atau poaling tidak berpotensi untuk berpenghasilan. meski rezeki setiap orang sudah diatur oleh Allah SWT namun tetap saja jika rezeki tidak dicari jangan mengharap untuk rezeki itu datang. Saya merupakan orang yang paling berprinsip tentang ini, jika telah menikah maka merepotkan orang tua adalah hal yang tabu, terserah dengan anda.. -merepotkan akan berbeda dengan saling menolong y- untuk saya jika saya telah menikah maka segala urusan saya dan suami saya sebisa mungkin tidak melibatkan orang tua bahkan saya berharap -dan hal yang akan saya lakukan- adalah membantu perekonomian keluarga. untuk keluarga yang mapan dan serba berkecukupan hal ini bukan merupakan hal penting – namun sekali lagi bagi saya meski jika saya kaya-raya (begitupula dengan orang tua saya) saya akan senang jika tetap bisa membelikan sesuatu untuk orangtua saya-

ngertikan ama tulisan diatas???hehehe….

5. Mendapatkan Seseorang untuk Serba Saling

share antara suami dan keluarga terdapat beberapa perbedaan, meski belum merasakannya namun entah mengapa aku dapat merasakan itu, merasakan suatu perasaan yang menyenangkan untuk saling berbagi dengan seorang suami -meski sharenya tentang hal yang sedih- ntah mengapa, namun share ke keluarga setelah kita menikahpun tidak ada salahnya bahkan sangat dianjurkan, namun bukan share tentang keburukan suami atau keluarga suami atau segala sesuatu tentang suami lah, tetapi tentang sesuatu yang lainlah…hehe..(belum menikah jadi aja…)

menikah juga melatih kita untuk bertoleransi lebih terhadap sesorang…menikah juga dapat merasakan bagaimana dihargai, dicintai, di..di..lainnyalah yang tidak dapat dirasakan jika kita hanya berhubungan tanpa status pernikahan..hohohoho…

6. Menghalalkan perasaan..

sebenarnya pilihan ini merupan option paling akhir yang harus dipilih ketika kita mau menikah, karena pernikahan bukan hanya sekedar menghalalkan perasaan, banyak hal-hal lain yang masih harus dipikirkan. ingat loh seseorang yang kita cintai bukanlah seseorang yang sempurna, dia juga suka ngupil, suka kentut, suka ngorok, dan suka melakukan hal-hal jorok lain yang paling bikin orang ilfil  cuma belum ketauan aja..hahahaha….

7. Melupakan si DIA..

yah bagi aku menikah itu bukan tentang perasaan, dalam artian orangnya kelak tidak harus aku cintai sebelumnya (karena orang yang aku suka mah udah ga mungkin jadi suami..huhuhu..).. oleh karena itu aku butuh menikah untuk menghilangkan perasaan pada orang yang tidak seharusnya.. memang cinta itu fitrah tapi jika perasaan itu lebih banyak mudaratnya lebih baik dihilangkan (dan untuk aku mah mending nikah aja deh…heheh)..

8. Sampai Kapan Mau Puasa??

teringat kata-kata seorang teman, sampai kapan kita mau puasa???hahaha…

yups…sedikit analisis mengenai kenapa aku harus menikah…dan pasti banyakkkk hal-hal kecil lainnya deh…

untuk yang mau menikah..yakin udah siap???untuk yang belum menikah.. mau kapan sok nikah?? dan bagi yang sudah menikah..SIRIKK…hahaha…

-Nadia Juli Indrani-

sebentar lagi, akankah?

~ by nadzzsukakamu on December 6, 2009.

2 Responses to “Kenapa Aku Harus Menikah -cepat-?”

  1. wah, calon dapet trofi pertama di 2007 nad ?😀

  2. hohoho…
    let’s look kang…
    manusia kan hanya dapat berencana, Allah yang memutuskan…
    doanya saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: