FINAL DECISION..

Hampir dua tahun -atau baru dua tahun- aku mengenalnya (atau lebih tepat mengaguminya), teringat saat pertama melihatnya dalam sebuah acara dimana dia menjadi pembicaranya, mendengarkan suara lembutnya, melihat keteduhan dalam wajahnya, dan meracuni otakku sendiri bahwa dia adalah seorang imam yang dapat membimbingku ke surga kelak. Dia bagai sesosok sempurna: baik, sholeh, pintar, menawan, menarik hati, menyenangkan, ah segala-galanya. Mungkin bahkan posisi dia di depan Rabbnya pun sudah adadalam posisi yang terjamin. Sudah dua tahun pikira-pikiran ini meracuni hati dan otakku bahkan pikiran ini seakan mendarah daging dengan diriku. Setelah awal 2008, hidupku serasa tidak berjalan sampai saat ini. Berulang kali aku mencoba melangkah, berlari, berpaling namun porosku tetap saja dirinya. Entah mengapa dimataku dirinya sangat menawan, sangat mempesona, dan sangat jarang. Dua tahun ini berulang kali aku mencoba melupakannya namun seakan tidak mau kalah, kegagalan itu berhasil menyamakan kedudukan.

“Ya Allah..aku tahu seharusnya hanya ada Engakau dalam hariku, hanya ada Engkau dalam hatiku, Hanya ada Engkau dalam setiap hembus nafasku, Hanya ada Engkau dalam setiap detak jantungku, dan aku benar-benar tidak berniat menduakanMu, oleh karena itu jadikanlah aku dengannya satu.”

Kegilaanku tidak berakhir sampai disitu, pernah suatu waktu aku merasa sangat merindukannya, ingin melihatnya walau hanya sekejab namun aku tahu itu pekerjaan yang sia-sia karena itu sudah malam dan tahu tempat dia kost saja tidak. Akhirnya aku berusaha melupakannya dengan menyetel film favoritku, film-film korea, namun apa aku jadi merasa dimana tokoh wanitanya itu adalah aku dan tokoh prianya adalah dia, SINTING!. Ada satu lagu yang sangat aku sukai yang memiliki makna yang sangat dalam yang ingin sekali aku kirimkan padanya, aku sekuat tenaga untuk menghiraukan itu namun berkat dorongan dua temanku aku mengirimkannya, ini sangat diluar batas orang normal yang menyukai seorang laki-laki. Jelas sekali dalam lagu ini –tidak dapat dipungkiri- merupakan suatu pernyataan hati yang mendalam yang belum pernah aku lakukan, hummfff menyukainya saja membuat aku sakit jiwa dan ingin amnesia.

“Ya Allah aku tidak ingin memanjatkan doa seperti yang orang-orang selalu bilang (Ya Allah jika dia adalah jodohku maka dekatkanlah dan jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah) karena yang aku ingin aku dan dia memang berjodoh”

Okeh untuk memperjelas posisiku dan posisinya dalam cerita ini, biar aku jelaskan –dengan berat hati-.  Aku mengenalnya, mengetahui kesibukkannya, mengetahui kebaikannya, mengetahui kisahnya sehari-hari, intinya dia itu penting bagiku, selalu ada dalam otakku, ada dalam hatiku, ada dalam detak jantungku, ada dalam bayanganku (okeh lebay mode:on) namun aku baginya : adalah kebalikan dari semua itu!! Ini adalah fakta yang amat menyakitkan yang tidak dapat aku ubah, tidak dengan pendekatan-pendekatan biasa yang dapat dilakukan seorang wanita jika ia sedang jatuh hati pada seorang pria. Karena apa, karena dia memang berbeda.

“Ya Allah, Engkau Sang Maha Cinta yang sempurna, hanya Engkau yang mempu membalik-balikan hati manusia, Engkau yang memberikan rasa, dan jika Engkau meridhai, maka ridhailah rasa ini dan ubahlah hatinya lalu persatukanlah”

Aku sering kali berkata aku tidak suka padanya, pura-pura tidak tertarik jika temanku membicarakannya, dan cenderung mendukung temanku yang tidak suka padanya. Tetapi semua usaha itu bohong, sia-sia, setiap melihat tulisan namanya, nama organisasinya, jaket himpunannya, melihat seseorang mengenakan jas almamater, mengenakan kacamata, mengenakan pakaian coklat pikiranku akan langsung tertuju padanya. Sulit, jantungku sudah berdegup dan tidak terkendali dengan semua itu. Apalagi jika orang itu benar-benar dia, ingin rasanya aku langsung berlari pergi menghindar karena oksigen dibumi ini serasa habis entah kemana.

“Ya Allah, jika rasa ini sudah sesakit ini maka semoga ini dapat menjadi pelebur dosaku”

Batu krypton -dalam kisah Superman- mampu melumpuhkan seorang superhero menjadi seorang yang sangat lemah, tak berdaya, dan kehilangan kekuatan saat batu itu ada didekatnya. Itulah dirinya, si batu krypton, meskipun batu itu disingkirkan namun bekasnya tak mampu dihilangkan dengan menggunakan apapun. Batu krypton akan tetap ada dan fungsinya tidak pernah berubah dan takkan tergantikan yaitu tetap menyakiti Superman. Maka jika dia adalah batu krypton maka aku tetap rela menjadi Superman meski berada dalam kesengsaraan saat berada didekatnya.

“Ya Allah, jadi apapun dia semoga aku selalu bisa menjadi pasangannya dan tempatku tidak dapat digantikan dengan yang lain tanpa peduli apa itu aku”

Coklat, dia sangat suka coklat. Pernah aku melihat dia, serba coklat aku kira dia menyukai –hanya- warna coklat, namun ternyata dia menyukai semua coklat, baik makanan maupun warna. Dan dia semakin tampan dengan semua coklatnya.

“Jika kau ingin dia menyukaimu maka mulailah dengan menyukai apa yang dia sukai

–kecuali wanita lain tentu saja-..”

Dia pernah sangat melambungkan hatiku, saat bulan puasa tahun itu aku sedang rapat di daerah sekitar masjid dekat kampusku. Tiba-tiba dia datang dengan senyumnya tapi senyum itu bukan untukku, senyum itu untuk orang-orang yang dia kenal, namun senyum itu tetap saja membuat aku merasa telah berpuasa tujuh hari tujuh malam, lemas!! Bersikap biasa dan mencoba tetap focus pada pemimpin rapat tiba-tiba sesuatu menyentuh kakiku, coklat, lalu aku melihat dia “untuk tajil, bagikan ke akhwat –wanita muslim- lain“. Saat itu, saat seperti itu entah apa yang membuat aku senang dan hampir melayang, apakah waktu berbuka yang sebentar lagi tiba, coklat karena aku sangat suka coklat, karena dia yang memberi, atau karena itu pertama kalinya dia berbicara untukku. SEMUANYA!! Dan aku masih berdegup sampai sekarang jika ingat adegan itu.

“Ya Allah, terima kasih karena memberi kebahagiaan kepadaku.”

(berguman dalam hati one step closer..)

Lama, sangat lama tanpa interaksi dengannya (memang tidak pernah!!), jangankan berinteraksi melihatnya di sekitar kampusku pun tidak, kemana dia? Dimana dia? Apa yang dilakukannya? Ada apa dengannya? Mengapa dia tidak mengisi acara-acara kampus lagi? Aku benar-benar rindu dengan wajahnya yang teduh, kata-kata yang teruntai indah yang keluar dari mulutnya, sejuk bila ada didekatnya, ingin melihatnya itu saja dan aku penasaran dengan itu semua. Apakah permintaan ini terlalu berlebihan mengingat aku dan dia berada dalam satu kampus yang sama?? Ah dia bagaikan bulan. Indah namun seringkali bersembunyi di balik awan dan hanya dapat dilihat di malam hari.

“Ya Allah, izinkan aku melihatnya seperti aku melihat terbitnya sang surya, aku mohon.”

Setelah pelajaran Biokimia selesai ada sesuatu yang menarikku untuk kearah depan, segera,. Tiba-tiba saat akan menyebrangi jalan, yang setengahnya aku lakukan dengan biasa namun yang setengahnya lagi aku lakukan dengan penuh perjuangan (dramatisir!) Menyebrang jalan saat itu merupakan penyebrangan yang paling menegangkan, bukan karena banyak mobil yang berlalu lalang tapi karena saat aku menyebrang tiba-tiba dia muncul, muncul begitu saja tanpa aku tahu dari mana dia dengan arah yang berlawanan. Dengan rambutnya terbelah pinggir yang masih agak basah (atau basah karena minyak aku tidak tahu), kemeja biru, suara tawanya yang sangat khas (karena dia sedang berbincang dengan temannya), dan senyumnya yang saat itu mampu menghentikan langkahku di tengah jalan dan kami saling bertatapan. Satu detik.. dua detik.. tiga detik.. TIIIDDDDIIIIITTTTT!! suara klakson mobil berhasil membuyarkan itu semua, dan aku berjalan kearah tepi begitupun dia terus berjalan menyebrang hingga kami berpapasan diantaranya dan terdiam, serasa semua sepi dan slow motion.

“Ya, Allah tadi duniaku berhenti.. dan jantungku belum bisa berdetak normal.. terima kasih ya Allah.. jangan biarkan aku melupakan momen ini dalam ingatanku.”

“Aku bisa membuatmu..

jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku..

beri sedikit waktu..

agar cinta datang karena tlah terbiasa..”

(Dewa 19, Risalah Hati)

Cinta datang karena telah terbiasa, mulai dari interaksi yang menyenangkan hingga obrolan yang bisa melambungkan jiwa. Hal-hal simpel yang tanpa disadari para lelaki lakukan bisa membuat wanita-wanita jatuh hati tapi –curangnya- untuk membuat laki-laki jatuh hati para wanita harus melakukan hal-hal di luar hal-hal normal bukan hal-hal simpel. Interaksi, sejak kejadian itu banyak interaksi yang terjadi –okeh, bukan interaksi tapi pertemuan- dan pertemuan itu benar-benar membuat melambung dan ingin selalu tersenyum.

“Ya Allah..jika kesenangan ini tidak abadi maka hentikan saja waktu karena aku tahu setelah kesenangan akan ada kesedihan jadi aku mohon hentikanlah waktu..”

Mulutmu Harimaumu, mungkin itu kata-kata yang tepat. Hati-hatilah menggunakan mulut karena itu terjadi padaku –sayangnya jika hanya diucapkan mungkin yang mendengar akan lupa tapi ini dalam bentuk tulisan- saat itu bermain dengan kata-kata merupakan hal yang mengasikkan, apalagi dilakukan dengan orang-orang yang memang senang melakukan itu. Aku ingat malam itu hujan, tiba-tiba temanku mengirim sebuah pesan pendek yang intinya lebih baik buka blog sekarang. Aku pun membuka blog, bingung, pusing, dan hambar ah tak tahulah apa rasanya sangat campur aduk sulit menggambarkan itu karena sel-sel dalam tubuhku serasa tidak dapat menghasilkan ATP lagi. Aku hanya ingin tidur dan berharap besok akan keadaan masih sama aku belum ingin dia tahu siapa aku –namun ternyata sudah!-.

“Ya Allah, what must I do?”

Hari-hari setelahnya terasa sangat berat dan hambar, entah mengapa setelah tahu bahwa dia mengetahui aku –atau lebih tepatnya orang yang selalu ,mengganggunya dengan email-email aneh-, aku menjadi seperti orang yang kehilangan kompas saat tersesat di hutan. Aku kehilangan arah dan tidak lagi bersemangat. Seperti malam tanpa rembulan, ada yang kurang disana. Aku hanya merasa aku tidak dapat menyukainya lagi. Meski setelah itu banyak pertemuan-pertemuan namun terasa lain, terasa ada yang menusuk hati ini dengan entah apa dan meninggalkan luka yang sangat dalam.

“Rabb, kembalikan bulanku atau jangan Engkau ciptakan malam.”

Yah.. aku tidak ingin ada malam jika memang dia tidak ada. Karena malam hanya akan mengingatkan pada bulanku. Berapa puluh malam aku habiskan hanya untuk dia, memikirkan dia, dan menebak apa yang dia pikirkan –dan langsung mendapat jawabannya, dia sudah sangat pasti tidak memikirkan aku- tapi kenapa aku harus memikirkannya, menderita dalam pikiranku sendiri, aku harus bangun meski semangatku telah diambil dariku. Althought I’ve suffered with you but I’m happy thinking of it. I know my love has made you suffer.

“Seorang wanita harus tahu kapan saatnya dia menyerah.”

(Kotoko, Itazura na kiss)

Pedang Tessaiga –dalam Inuyasha- sekali tebas dapat menyebabkan semua akan hilang dalam bentuk serpihan, tidak berbentuk dan tidak dapat tersusun kembali. Saat itu bagai terkena sebatan pedang tessaiga hatiku langsung menjadi serpihan, dia berhasil menebasnya tepat di urat utama sehingga akan menimbulkan efek “Hard to Fix It” yahh sebut saja begitu. Dia sudah menentukan siapa yang akan menjadi istrinya. Sedih namun tidak dapat berbuat apa-apa, tak ingin melepasnya namun menggenggamnya saja belum. Aku tahu terlalu berlebihan jika berharap dia menganggapku ada, apalagi memikirkan perasaanku. Akhirnya haruskah aku memutuskan untuk melepasnya? Inikah saatnya?

“Rabb, aku ingin melepasnya, tapi Engkau belum. Engkau seakan masih memakunya dalam hatiku, apa yang Engkau rencanakan ya Rabb? Ini tentangnya dan mudah-mudahan ini yang terakhir.”

Masih ingat ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom pada tanggal 14 Agustus 1945? Ya Hanya dengan bom atom kedua kota di Negara Jepang itu langsung hancur berkeping-keping bahkan sampai saat ini efek dari bom atom  itu masih terasa, ini dibuktikan dengan masih banyaknya bayi yang lahir dalam keadaan cacat akibat radiasi uranium itu. Itulah gambaran hati ku pada hari itu, saat aku melihat dia berjalan dengan wanita yang telah dia pilih untuk menjadi istrinya, wajahnya penuh dengan tawa, suaranya sangat nyaring. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi yang pasti kedua orang itu sedang bahagia, sangat jelas ada gurat senyum pada wanita itu, senyum tulus tapi tidak menyenangkan bagiku. Jantung secara berlari, mataku langsung tertunduk, aku tidak ingin melihat itu, namun sebelum aku tertunduk aku dan dia sempat bertatapan, tatapan matanya itu membuat aku yakin bahwa pelepasan itu hanya ada dimulutku bukan di hatiku. Sakit, dan ingin menangis, entahlah.. Apakah Cinta membuat seseorang lemah dan lembek?

“Rabb, apakah akan ada kesenangan setelah kesedihan yang dalam ini?”

“serpihan hati ini kupeluk erat
akan kubawa sampai kumati
memendam rasa ini sendirian
ku tak tahu mengapa aku tak bisa melupakanmu”

(Utopia, Serpihan Hati)

Aku telah melepasnya, memutuskan untuk melupakannya, tapi percuma. Aku tahu itu, berusaha tidak mengingat semua sama saja seperti disuruh untuk berlari 1000.000 km tanpa berhenti. Belum mencoba namun membayangkannya saja sudah tahu akan mustahil. Biarlah toh hati ini sudah menjadi serpihan, apa lagi yang bisa dia hancurkan?

“Rabb, aku tak mengenal diriku lagi, ada apa denganku? Mengapa aku tidak bisa keluar dari siklus ini?aku berlari dalam lingkaran yang sama dan dia, tetap saja menjadi porosnya”

Namun ternyata ada, ada yang mampu dia hancurkan, harapanku. Harapanku yang memandang dia sebagai makhluk yang sempurna telah dia hancurkan. Dalam sekejab rasa itu hancur, aku sadar bahwa aku dan dia memang tidak sama. Personalitynya sangat tidak sesuai dengan personalityku. Dia terlalu baik, ingin rasanya aku menonjok mukanya lalu berpaling. Tetapi sekali lagi, ada bisikan dalam hatiku apakah benar aku akan rela? Seruang kecil dari serpihan hati ini  tetap tidak rela aku melepaskan rasa ini. Harapanku dengannya hanya 0,0000001% sangat tipis dan benar-benar limit menuju nol, namun Allah lah yang memiliki 99,9999999% bukan dia, maka bolehkah aku menyukai dia lagi?

“Ya Allah, dia bagai racun dalam hidupku namun dia juga penawarnya.”

kupercaya satu hari nanti

aku akan merebut hatimu

walau harus menunggu sampai ku tak mampu

menunggumu lagi

(Utopia, Serpihan Hati)

Inilah keadaannya sekarang, saat ini, saat aku menuliskan kisah ini. Mungkin dia sedang asik menuyun masa depannya, mulai dari rencana studinya, tempat kerja, cita-citanya dan pernikahannya Tetapi lihat aku, dengan hati yang hanya seserpih ini tetap ingin dia yang memiliki, masih memikirkan dirinya (menyedihkan!). Tidak ada kejelasan namun ada batas waktu 2011, di 2011 dia telah memutuskan akan menikah. Ini yang menjadi pertimbangan, dia telah memutuskan siapa wanita yang ingin dia nikahi tapi Allah belum. 2011, hanya 1 tahun lagi, mungkin 1 tahun yang sangat berat atau sangat menyenangkan benar-benar tidak tahu. Apakah aku mampu bertahan 1 tahun lagi?

“Ya Allah.. aku bingung, hanya Engkau yang tahu akhirnya, Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak. Jika aku harus menikah lebih dulu maka jangan tinggalkan penyesalan karena tidak menunggunya, namun jika dia yang menikah lebih dulu berilah keikhlasan yang utuh untukku, jangan tinggalkan kesengsaraan diantara menunggu atau tidak menunggu. Rabb, Aku telah banyak meminta, aku malu ya Allah, semua nikmat yang Kau berikan saja aku tak mampu bersyukur, maafkan hambaMu yang tak tahu diri ini. Tapi maukah Engkau mengabulkan satu pintaku lagi, aku mohon apapun yang kau rencanakan untuk aku dan untuk dia semoga ini benar-benar yang terbaik.”

Amin..

1 tahun lagi.. yah hanya 1 tahun lagi..

Untuk abiku –jika itu bukan dia- : maaf, karena aku hanya mampu memberikan seserpih hatiku, dan jangan larang aku untuk tetap membiarkan dia di hatiku nanti. Karena entah mengapa aku tetap ingin dia ada di hatiku.

2 Januari 2010

-Nadia Juli Indrani-

Bismillahirohmanirohim

Final decision..

~ by nadzzsukakamu on January 2, 2010.

12 Responses to “FINAL DECISION..”

  1. waw…
    jujur yah….
    pinterrrrr….

  2. urang mikiran ieu berhari-hari nyaho….
    huhuhu….
    tak apalah..malahan sebenernya pengen da kirim ini ke email dia…
    hihihi….

  3. Hm…jadi pingin nebak-nebak ni sapa orangnya…
    haha…sapa ya nad?

  4. i like it…..

  5. copas yang ada tanda kutipnya ya teh,,,hihihi

  6. BAGUS TULISANNYA….bn_nd
    copas yang ada tanda kutipnya ya teh,,,hihihi

  7. boleh2…
    mau untuk apa??
    hohoho

  8. bagus banget mbak:) smp nangis bacanya… he he (akunya yg cengeng kali ya) salam kenal mbk:)

  9. hi nadia,, ga sengaja ketemu blog kamu. aku sampai senyum2 sendiri saat membaca awal kisahmu. dan tercenung sendiri saat membaca akhir (mungkin) dr kisah yg kamu tuturkan. well,, serupa tapi tak sama. mirip dg yg pernah kurasakan (dan mgkn skrg masih) terhadap seseorg.

    woww,,, cinta itu mmg gila ya. ga ada logika. hal rasanya terlalu aneh utk kita bisa menyukai org sedalam dan segila itu. tapi itulah kenyataannya.

    in the end, it doesn’t even matter (linkinpark). tapi dr smua hal yg menyakitkan ini, sbnrnya berasal dr harapan kita sendiri. kita ga bs mengontrol harapan kita atas dirinya (namanya jg jatuh cinta~~) dan ketika harapan itu ga tjd sesuai yg kita inginkan, it hurt ourself.

    dg harapan, manusia mempunyai smangat hidup. tapi dg harapan itu sendiri juga, dapat melukai manusia. hukum dunia, stiap hal, mempunyai dua sisi yg berlawanan😉

    tetap smangat ya sis,,, dunia masih terus berputar. we’ll find someone to fill that hole once again😉

  10. @Anni
    salam kenal jugaaa🙂

    @Miawruu
    iyaaa, jatuh cintaaaa…
    emang kocak kalo hal itu diinget sekarang..hahaha

  11. Ya allah teryata bukan hanya aku yg mengalami seperti ini,

  12. eh orang yang ada di cerita ini udah nikah lohhh…hohoho..

    mungkin banyak perasaan lebay yang tertuang saat nulis cerita ini tapi sekarang mah aku happy2 aja koo..ingat konsep jodoh, mau ngotot gimana juga kalo bukan jodoh gimana lagi, karena jodoh kita pasti lebih baik dari orang yang kita sukai dan lebih baik lagi jodoh kita adalah orang yang paling baik yang kita sukai…hohoho..

    thx for reading🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: