Keluarga kuh (yang sangat Aku Sayang)..

my lovely family

my lovely family

yups…

Keluarga ku merupakan keluarga yang sangat mengikuti aturan pemerintah : 2 anak cukup. Tetapi keadaannya sekarang sebenarnya tidak seperti gambar diatas, karena ayah dan mamahku sudah bercerai dan membentuk keluarganya masing-masing.

Oke akan aku perkenalkan satu per satu..

Ayah

Ayahku, Welly Suprianto, Seorang laki-laki yang lahir 9 Januari 1961, beliau orang yang baik hati dan ga terlalu pelit (inget ya ga terlalu pelit, karena kadang-kadang dia pelit pisan..hehe). Mungkin yah hikmah dari perceraiannya dengan mamahku adalah dia menjadi orang yang lebih taat pada agama. Sebenernya keluarga ayahku ini emang agak tergolong soleh (terutama nenekku, kalo yang lainnya ga juga sih..hhohoo..) jadi sebenernya wajar kalo ayah juga seharusnya jadi orang yang sholeh tetapi pada kenyataannya dulu ayah bukan orang yang begitu saklek pada pengajaran agama anak-anaknya maksudnya ya wajar ajalah di suruh ngaji, belajar sholat, ya begitu-begitu aja (sebenernya aku mah lupa da soalnya pisah ama ayah tuh pas umur aku masih 4 tahun). Tapi sekarang dia tidak begitu dia jadi lebih sholeh, janggutan, pakaiannya baju koko terus, kalau sholat pasti di masjid, pokoknya dia menjadi lebih paham akan hal-hal keagamaan. Ini mungkin saja tidak terjadi jika beliau tidak bercerai dengan mamah, karena ya selama pernikahannya dengan mama tak ada perubahan pada dirinya, ini bukti nyata. Sekarang ayahku sudah tua, namun sepertinya hidup dalam sisi keduniaannya belum terlalu bahagia, masih rajin bekerja, mencari nafkah sana sini untuk membiayai anak-anak dari istrinya yang baru. Maaf ya yah, belum bisa membantu..hehe.. Aku sayang ayah.

My Lovely Mamah

Mamahku, Lilia Dwi Pratiwi, seorang wanita yang lahir tanggal 10 Mei 1965. Mungkin yang seharusnya paling menderita dari perceraiannya adalah mamah, yah korban sebenarnya dari perceraian adalah mamahku. Karena berkat perceraian ini mamah jadi harus bekerja sangat keras mencari uang untuk biaya aku dan kakaku sehari-hari, belum lagi saat itu beliau juga harus mengasuh anak kakaknya yang tidak diurus dan menanggung biaya ibunya (nenek). Sepertinya beban mamahku sangat berat saat itu, bulanan yang tidak seberapa dari ayahku tentu saja tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Mulai dari mencari biaya untuk ongkos sekolah, listrik, air, kontrakan setiap tahun, bulanan sekolah, biaya makan, menyebabkan mamahku bekerja sangat keras, berangkat pagi hari dan baru pulang saat malam hari, wajar saja jika saat itu hutang keluargaku jadi sangat banyak. Meski tahu bahwa riba diharamkan hanya saat itu mungkin tidak ada pilihan lain untuk mamah.  Jika aku ingat-ingat dahulu mamahku tidak memasak seperti mamah yang lain, mamahku tidak menyuruh aku belajar seperti mamah yang lain, mamahku tidak melakukan apa yang ibu rumah tangga biasa lakukan, dan saat itu aku dengan sangat tidak pengertiannya menjudge mamahku bukan ibu yang pengertian (yang sangat aku sesalkan samapai saat ini..) sehingga aku tidak pernah ada saat mamah memerlukan aku untuk sekedar membagi cerita atau bergurau saat dia sangat lelah, aku tidak pernah mau disuruh oleh mamah, selalu marah-marah pada mamahku karena beliau tidak bisa menghadiri rapat orang tua saat sekolah, tidak bisa mengambil rapot, bayar iuran terlambat, tidak membeli tas baru saat ajaran baru, pindah-pindah rumah,tapi mamahku tidak pernah marah akan itu semua, Mamah selalu meminta maaf karena tidak bisa menjadi orang tua yang aku inginkan, yang selalu ada untuk anak-anaknya. Jika aku ingat sekarang rasanya aku membenci diriku yang dahulu. Mamah maafkan aku mah, akupun selalu sedih akan hal ini jika aku mengingatnya. Mamahku juga selalu mencoba untuk bercerita tentang apapun tetapi selalu aku tak hiraukan, tidak peduli akan keluhannya, yah mungkin aku yang dulu sangat tidak menyayangi mamahku. Apalagi saat nenekku meninggal mamah sangat sedih dan selalu menangis, tetapi aku yang melihat itu tidak mencoba untuk menghiburnya. Maafkan aku mamah. Setelah kakakku selesai S1 dan mendapat pekerjaan, mamahku tidak bekerja sekeras dulu lagi, hutang-hutang dan biaya lainnya kakakku yang menanggung, dan setelah 13 tahun beliau menjalankan hari-hari beratnya dengan sangat ikhlas agar anak-anaknya dapat makan, sekolah, dan mendapatkan tempat tinggal akhirnya mamah menikah lagi (namun saat itu aku tetap satu-satunya orang yang tidak setuju, keegoisan sekali). Mamahku orang yang sangat saying pada anak-anaknya, semua hal yang aku lakukan selalu dia maafkan, awaktu aku masuk rumah sakit beliaulah yang selalu mengurus aku, membelikan apa yang aku mau, dan rela tidur dilantai untuk menemani aku. Saat ini meski sudah tidak memikirkan biaya-biaya terlalu berat tetapi beliau belum bahagia dengan utuh. Ya Allah jangan Engkau ambil ibuku dahulu ya Allah. Aku belum bisa membalas semua pengorbanannya untukku, belum mampu untuk membahagiakannya ya Allah, maka jangan ambil mamahku dulu. Semoga Engakau sediakan surge paling indah untuk beliau, bahagiakanlah dunia akhirat, ampuni dosa-dosanya, berkahilah hidupnya, tunjukkan selalu jalan yang lurus ya Allah. Amin. Terima kasih mamah, semoga aku bisa membahagiakanmu. Amin. Aku sangat sayang mamah.

Kakak

Kakakku, Ratih Dewi Andrianny, seorang wanita yang lahir 15 Mei 1982. Dia adalah satu panutan bagiku. Saat orang tua kami bercerai dia masih kelas 6 SD, tepat disaat remaja mengalami emosi yang labil. Tetapi untung saja kakakku orang yang sangat sholeh, dia tidak pernah meminta yang macam-macam dan selalu menuruti apa yang orang tuaku bilang, sangat berbeda dengan aku yang selalu membantah. Kakakku orang yang sangat pintar, selalu rangking 1 saat SD masuk ke sekolah favorit dan masuk ITB di jurusan yang passing gradenya tinggi, bahkan di kampusnya dia juga sangat pintar, selalu mendapatkan beasiswa dan lulus dengan predikat cum laude (sangat jauh dengan diriku dalam masalah kepintaran), S2 gratis, dan S3nya pun begitu. Kakakku juga anak yang tidak neko-neko dia tidak meminta dibelikan tas baru saat masuk sekolah hingga tasnya rusak, tidak meminta dibelikan sepatu baru sebelum sepatunya rusak, tidak pernah marah ketika iurannya terlambat sampai 3 bulan, dan dia adalah anak yang rajin. Sebenarnya aku tidak tau apa yang kakakku rasakan karena perceraian orang tuaku, tidak tau apa yang dia pikirkan sehari-harinya karena dahulu hubungan kami sangat jauh. Hampir jarang mengobrol, aku selalu senang bermain bersama teman-teanku hingga pulang sore hari langsung menonton atau melakukan aktivitas lain. Aku tidak pernah tahu kakaku sibuk apa, pokoknya kami adik kakak yang sangat tidak dekat meskipun ada dalam satu rumah. Namun ini sedikit berubah setelah dia lulus S1 dan bekerja, aku sudah SMA kami jadi sering mengobrol dan bercerita setelah dia lulus S2 juga jadi lebih sering mengobrol dan menjadi dekat, aku malah merasa punya kakak saat SMA. Kakakku juga orang yang sangat bertanggung jawab setelah dia bekerja semua gajinya dia atur dan bagi-bagi untuk keluarga. Sekarang semua biayaku di biayai oleh kakak, mulai dari semesteran, bulanan, buku, kulap, beli ini itu kakaku yang menanggung. Dia juga menanggung biaya saudaraku, mamahku, pokoknya semua hal, kontrakan rumah, listrik air, membeli perlengkapan elektronik, dan semuanya hingga untuk dirinya sendiri terkadang dia kekurangan. Mungkin karena kakakku orang yang sholeh dan baik hati, disaat dia benar-benar merasa membutuhkan pendamping untuk menunjang kehidupannya (karena gajinya habis untuk menunjang keluarga) Allah mempertemukannya dengan (suaminya), Fauzan Saiffudin, seorang laki-laki yang baik dan menerima kakakku apa adanya. Saat pas dan serasi, semoga kakakku selalu bahagia dunia akhirat, dan semua amalannya diterima oleh Allah SWT.amin. Sekarang kakakku memiliki seorang anak perempuan Hanin Khairunnisa Fauzan. Ya jika dibandingkan dengan aku rela deh dibilang lucuan hanin. Hanin itu bayi yang pintar dan tidak pernah rewel, sangat baik. Jika dia rewel dan kita bilang “ Hanin jangan rewel ya saying” dia akan langsung diam dan tertawa..Ah lucu sekali, pipinya seperti bakpaw, pantatnya besar, anak yang menggemaskan, hanin kaya the cutest angel in the world. Sebenarnya pengen nyulik hanin deh kalo liat dia. Aku sangat sayang kakakku dan Hanin.

Aku

Jika Hanin Khairunnisa Fauzan artinya seorang putrid dari fauzan yang paling baik dan lembut maka Nadia Juli Indrani memiliki arti seorang wanita yang lahir pada tanggal 20 Juli 1988 yang sangat lucu, menggemaskan, baik hati, cute, baik, bijaksana, rajin menabung, dan berbakti pada orang tua, hehehehe… Sebelum perceraian orang tuaku aku lupa bagaimana kehidupanku maklum lah masih kecil, yang aku ingat hanyalah pertengkaran, cara aku meminta susu, dan bagaimana cara aku menyusu. Setelah perceraian orang tuanya otomatis saat itu aku tidak merasakan kasih sayang seorang ayah. Lingkungan yang selalu ada pertengkaran (bukan pertengkaran orangtuanya), selalu berpindah-pindah, selalu diikuti apa yang diinginkan, dan dijajah saat dirinya berada di SD, menyebabkan adanya kecacatan dalam pembentukakn karakternya yang sekarang (jelas sekali masa kecilnya ini adalah masa yang paling tidak diingat oleh dirinya). Seseorang dengan pribadi yang supel, riang, dan kuat adalah pribadi yang orang kenal, tetapi orang-orang tidak tahu bahwa sebenarnya dia adalah orang yang minder, tidak peduli, pendiam, pemurung, dan penyendiri. Aku merasa aku memiliki kepribadian yang aneh dan berusaha mengatasinya namun yah apa daya tak ada kapasitas. Aku sangat berbeda dengan kakakku, jika kakakku selalu ada dalam peringkat atas itu tidak berlaku bagi diriku, aku tidak masuk SMP dan SMA favorit (bahkan cenderung gagal, hehe..) gagal SPMB untuk yang pertama sampai akhirnya keterima saat uji coba kedua, yah kegagalan sepertinya sangat akrab dahulu dengan diriku, ini dikarenakan karena diriku sendiri, karena daya juangku sangat rendah, pemalas, dan cenderung meremehkan. Semoga tidak kali ini, aku tidak mau mengalami kekecewaan itu untuk ke-4 kalinya rasanya sudah cukup itu semua. Yah sekarang aku sedang mencari pendamping yang sesuai yang bisa sama-sama mensurgakan. Amin. Doain yah..

Suami ku

Ih..ih siapa yah???hohoho… yang pasti dia orang yang dapat membimbing aku ke surga, bisa membuat bahagia dunia akhirat, dan tidak berpoligami. Amin.

Aku Sayang Keluargaku…

Ya Allah jagalah mereka dimanapun mereka berada. Amin.

hihihi…ayo siapa yang fotonya mau dipajang di bagian yang kosong diatas ngacung..ngacung…hihihi…

-Nadia Juli Indrani-

Gambarnya kapan lengkap yah???

hohoho..

~ by nadzzsukakamu on January 19, 2010.

2 Responses to “Keluarga kuh (yang sangat Aku Sayang)..”

  1. hm…subhanallah…
    masih bisa tersenyum di saat ditimpa begitu banyak cobaan…itu keren Nad
    bahkan ela ga tau, bakalan kuat atau nggak nerima cobaan kayak gitu…
    Tapi ela yakin satu hal Nad, segala yang Allah berikan itu sesuai dengan kapasitas dan peran hambanya…
    Allah memberikan masalah sepaket dengan solusinya.. =)
    Smangat Nadia!!!! Luv You…

  2. hehehe…makasi ya la…
    kalo udah dijalanin mah pasti bisa da..
    doain aku yah semoga cepet dapet jodoh..hwakakakakak…
    dan jodohnya bisa nerima aku apa adanya..
    trus bisa bahagiain orang tua juga ya la..
    ela juga semangat yah!!!
    ganbatte…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: