Mana Yang Lebih Besar?

“Dan janganlah kamu merasa hina dan janganlah kalian bersedih padahal kalianlah yang paling tinggi jika kalian beriman” (QS Ali Imran : 139)

Musibah yang diberikan Allah diterima dengan cara yang berbeda oleh semua hambaNya. Ada beberapa tipe manusia dalam menerima suatu musibah:

  1. Orang yang menganggap musibah itu adalah hukuman dan dari Allah sehingga dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh
  2. Orang yang menganggap musibah itu adalah penghapus dosa maka ia tidak pernah menyerahkan apa-apa yang menimpanya kecuali kepada Allah SWT
  3. Orang yang meyakini bahwa musibah adalah ladang peningkatan iman dan taqwanya, orang seperti ini selalu tenang serta percaya bahwa dengan musibah itu Allah SWT mwnghendaki kebaikan bagi dirinya.

Tipe orang poin dua dan poin tiga adalah orang yang sedikit beruntung dibandingkan dengan orang tipe pertama, namun bagaimana jika kita sudah termasuk pada poin pertama itu (semoga saja tidak)?

Mungkin tanpa kita sadari kita pernah mengeluh pada apa-apa yang menimpa diri kita, kita lebih senang menyalahkan seseorang atau sesuatu yang terjadi pada diri kita. Orang tipe pertama adalah orang yang TERLALU focus akan musibah yang mereka terima dan TIDAK focus ke hikmah dari musibah tersebut. Seorang muslim seharusnya memiliki perbandingan yang mutlak akan setiap musibah yang dia terima : Allah Yang Maha Besar. Coba bedakan dua kalimat dibawah ini:

  1. Aduuhh, saya tertimpa musibah besar.
  2. Musibah? Tenang. Saya punya Allah yang Maha Besar!

Beda? Mana menurut kalian yang lebih bagus? Setelah pikiran kita di ubah musibah mana yang akan terlihat lebih besar ?

Ummu Salamah berkata, “Saya mendengan Rasulullah bersabda, ‘tidak ada seorang muslimpun yang ditimpa suatu musibah lalu mengucapkan apa yang diperintahkan oleh Allah ‘Sesungguhnya kita ini milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali, ya Allah berikanlah kepadaku atas musibah ini dan gantikanlah dengan yang lebih baik darinya’, kecuali Allah akan menggantikannya yang lebih baik darinya’. Maka ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku bergumam, siapa di kalangan kaum muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah, sebuah keluarga yang pertama kali berhijrah kepada Rasulullah ? Tetapi aku lalu mengucapkan do’a tersebut. Allah pun menggantikanku dengan Rasulullah . (HR. Muslim)

Semoga hati dan pikiran kita dibukakan oleh Allah SWT sehingga kita akan menjadi lebih lapang dalam menerima semua cobaan yang diberikan. Amin.

”Sesungguhnya kami telah jadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, karena Kami hendak memberi cobaan kepada mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya.” QS Al-Kahfi (18) : 7

– Nadia Juli Indrani-

Diinspirasi oleh sebuah komen  di note FB.

~ by nadzzsukakamu on March 23, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: