Antara Api, Asap, dan Gosip

Saya hanya bermain api, namun tanpa saya sadar saya sedang menyebar asap

Api dan asap merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan, ada api ada asap, ada asap pasti karena ada api. Masalah yang sebenarnya harus kita perhatikan adalah seringkali ketika kita sedang asik bermain api tanpa kita sadari kita sedang menebar asap. Semakin besar kadar api yang kita mainkan maka semakin tersebar asap yang dihasilkan. Ini tak ada bedanya dengan suatu kata yang sering  disebut GOSIP.

Gosip adalah suatu kata yang menggambarkan keadaan seseorang yang sedang membicarakan orang lain. Apapun, dimana pun sepertinya gossip sudah sangat mendarah daging dengan masyarakat Indonesia sekarang. Ibu-ibu, anak muda, bahkan sampai bapak-bapak senang berkecimpung dengan tayangan gosip. Tentu sudah banyak yang tau juga mengenai hukum-hukum bergosip, baik yang mendengar, membicarakan, maupun yang menyebar, namun anehnya kata ini selalu asik untuk menjadi bahasan masyarakat zaman sekarang. Di bus umum celoteh para anak remaja “eh lo tau ga si ini…” di pasar antara ibu dan pedagang “ah ibu meni siga nu tara nonton gossip wae atuh (kaya yang tidak pernah menonton gosip saja)” dan masih banyak lagi. Sebagai penulis saya tidak akan membahas mengenai hukum-hukum, namun saya lebih senang membahas mengapa hal-hal yang digosipkan itu bisa timbul.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam gossip, orang yang membicarakan, orang yang mendengar, dan hal yang menjadi topic pembicaraannya itu. Tanpa ada topic yang dibicarakan maka tidak akan ada pembicaraan yang dilakukan seseorang (dalam hal ini si pencerita dan tentu saja, pendengar). Mari kita ingat analogi api dan asap tadi, bagaimana asap bisa muncul? Karena ada api, dan darimana api muncul? Karena ada yang menyalakannya. Sekarang Bagaimana gossip bisa muncul? Karena ada suatu topik yang dibahas, darimana topik tersebut bisa muncul? Karena ada yang PELAKUnya.

Seringkali kita lebih menekankan atas perilaku si pencerita dan pendengar gosip ini tanpa kita sadari bahwa hal itu justru ditimbulkan karena tidak ada bantahan dari pelakunya.  Hal-hal yang seringkali digosipkan adalah hal-hal yang baru dilakukan oleh pelaku, tidak biasa dilakukan oleh pelaku, atau dianggap aneh oleh orang lain jika hal tersebut dilakukan pelaku. Sebenarnya ini tidak perlu terlalu dipusingkan jika ada suatu proses yang bernama Tabayyun (konfirmasi) sesuai dengan Surah Al-Hujurat ayat 6 “ Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.”  Namun ini akan menjadi kasus yang berbeda jika si pelaku tidak mau menjalani proses konfirmasi, dia tetap membiarkan orang-orang diluaran sana bergunjing tentang dirinya jelas ini bukan hal yang baik namun seringkali dilakukan oleh pelaku, padahal dalam QS. At-Tahrîm [66]: 6 “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” . Kita disuruh memilihara diri dari apapun termasuk gosip-gosip yang sedang menimpa diri kita, bukan malah senang akibat adanya gosip mengenai diri kita.

Maka ada baiknya ketika ada gossip yang sampai ke telinga kita, lalu kita sudah mencoba mengkonfirmasi berita tersebut kepada pelakunya namun jika sang pelaku tidak mau mengkonfirmasi atau jika pelaku sudah mengkonfirmasi namun pada kenyataannya dia masih melakukan hal yang dapat menimbulkan gosip kita ingatkan, karena dia secara tidak langsung membiarkan orang-orang tetap bergosip tentang dirinya.

“ Asapnya hitam, legam, membuat nafasku tertahan. Ah mengapa aku harus merasakan asap ini, padahal aku tidak bermain api”

Apakah suatu perbuatan baik, membiarkan seseorang berbuat dosa akibat perbuatan kita?

-Nadia Juli Indrani-

ini buat teman saya..

~ by nadzzsukakamu on April 4, 2010.

2 Responses to “Antara Api, Asap, dan Gosip”

  1. buat Gibran?

  2. ehem…
    merek..
    sttt jun..jangan bilang-bilang yah…
    hahaha…
    ini buat temen aku yang yah kaya gibran lah…
    haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: