Komitmen dan Amanah

Dalam sebuah keorganisasian adanya hubungan yang terjalin antara ketua dan anggotanya sangat penting. Ketika seorang ketua memiliki gagasan yang baik dan langkah nyata untuk mencapai gagasan tersebut tanpa seorang anggota yang membantu itu akan menjadi hal yang percuma, sia-sia, dan tidak dapat diwujudkan. Hubungan yang harmonis ini seharusnya dibentuk oleh sebuah tali pengikat kuat yang dinamakan komitmen.

Ada dua pendekatan dalam merumuskan definisi komitmen dalam berorganisasi. Yang pertama melibatkan usaha untuk mengilustrasikan bahwa komitmen dapat muncul dalam berbagai bentuk, maksudnya arti dari komitmen menjelaskan perbedaan hubungan antara anggota organisasi dan entitas lainnya (salah satunya organisasi itu sendiri). Yang kedua melibatkan usaha untuk memisahkan diantara berbagai entitas di mana individu berkembang menjadi memiliki komitmen. Kedua pendekatan ini tidak compatible namun dapat menjelaskan definisi dari komitmen, bagaimana proses perkembangannya dan bagaimana implikasinya terhadap individu dan organisasi (Meyer & Allen, 1997).

Komitmen tentu saja merupakan sesuatu yang penting yang seharusnya sudah dimiliki oleh para elemen organisasi yang terlibat karena komitmen ini merupaka satu bentuk amanah seorang manusia. Apa itu amanah? amanah dapat diartikan menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Bagaimana kita mampu menunaikan suatu amanah tanpa merasa terbebani ya salah satu jawabnya adalah dengan adanya komitmen. Jadi seharusnya ORANG yang AMANAH adalah ORANG yang memiliki KOMITMEN.

Komitmen memiliki tiga tingkatan* :

Affective commitment

Affective commitment berkaitan dengan hubungan emosional anggota terhadap organisasinya, identifikasi dengan organisasi, dan keterlibatan anggota dengan kegiatan di organisasi. Anggota organisasi dengan affective commitment yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena memang memiliki keinginan untuk itu (Allen & Meyer, 1997).

Continuance commitment

Continuance commitment berkaitan dengan kesadaran anggota organisasi akan mengalami kerugian jika meninggalkan organisasi. Anggota organisasi dengan continuance commitment yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena mereka memiliki kebutuhan untuk menjadi anggota organisasi tersebut (Allen & Meyer, 1997).

Normative commitment

Normative commitment menggambarkan perasaan keterikatan untuk terus berada dalam organisasi. Anggota organisasi dengan normative commitment yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena merasa dirinya harus berada dalam organisasi tersebut (Allen & Meyer, 1997).

Mengapa komitmen begitu penting? karena amanah itu SANGAT penting. Ini dapat dilihat dari beberapa ayat dan hadist berikut :

Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72).

Rasulullah saw. bersabda, “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah amanah itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (Al-Bukhari)

Lihat kawan betapa beratnya satu amanah dimana manusia sendiri yang memilih untuk memikul itu bahkan jika tidak dijalankan dengan baik hukumannya adalah suatu kehancuran. Inilah mengapa pentingnya menjalankan amanah dengan tingkat komitmen yang tinggi. Ketika seseorang menerima suatu amanah itu dapat diartikan bahwa orang tersebut memang siap atas segala resiko yang akan ditanggung, siap tidak tidur, siap syuro pagi-pagi, dan siap mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah nanti. Seseorang yang menerima amanah dapat diartikan seseorang yang memiliki komitmen yang tinggi atas amanahnya tersebut yang memiliki rasa kepemilikan dan keterikatan atas organisasi yang ia jabat sehingga ia  seharusnya mampu mempertanggungjawabkan di hadapan siapapun dan yang terpenting di hadapan Allah nanti (mudah-mudahan). Amin.

Pada akhirnya penulis ingin menanyakan sesuatu:

Komitmen, sesuatu yang seHARUSnya telah ada atau sesuatu yang HARUS diminta?

* diambil dari rumahbelajarpsikologi.com

Nadia Juli Indrani

10607041

~ by nadzzsukakamu on October 10, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: