Anak-anak Kampung 200

Sekarang, aku lagi nyari-nyari kesibukan ceritanyaa..ya sedikit beramal lah..

jadi ceritanya ada sebuah desa namanya Kampung 200, konon desa ini dinamakan demikian karena ada 200 buah anak tangga di sepanjang kampung itu.. mmm, menarik?

yang lebih menarik lagi, anak-anak disini sebagian merupakan anak-anak jalanan yang senang mengamen atau apapun untuk mencari uang di jalanan. Memang kalau kita lihat dari kondisi rumahnya warga kampung ini dapat digolongkan warga yang “seadanya” sehingga untuk membiayai satu kata yang bernama hidup, harus semua komponen keluarga yang ikut mencari. Tapi tidak semua anak di kampung ini menjadi anak jalanan ini sungguh hanya sedikit dari mereka.

Suatu hari ada seorang teteh yang mengajakku untuk mengajar ngaji, belajar, dan keterampilan di desa tersebut. tentu saja acara ini khusus anak-anak dan lebih di spesifikan lagi untuk anak-anak jalanan tersebut. Ini dilakukan agar minat mereka terhadap ilmu agama, pelajaran sekolah, dan skill mereka miliki -dimana semua itu sudah tidak mereka pikirkan-.Mereka semua sekolah tapi begitulah, karena mereka sudah asik dijalan merekapun kadang lupa dengan satu istilah penting “Pendidikan itu Penting”.

Program ini sebenarnya sudah berjalan dari tahun lalu tapi aku baru bergabung sekarang, tepatnya hari ini. aku baru bergabung hari ini dan melihat mereka secara langsung. Sayangnya sasaran utama program ini (anak jalanan) malah tidak datang dan digantikan oleh anak-anak di kampung tersebut tetapi bukan anak jalanan. sebenarnya ini tidak mengurangi keasikan sedikitpun. senang sekali bermain bersama mereka. belajar mengaji, menbaca surat pendek, berdoa, dan bercerita kisah-kisah nabi. seru.. banyak ekspresi yang lucu dan menggelikan. menyenangkan.

ahh dari mereka semua justru aku belajar banyak, belajar hidup, dan belajar untuk selalu ceriaaa.. banyak anak-anak di sana ada Alif, Zahra -adiknya Alif-, santi, sucita, putri, dinar, meidina, risna, wina, septi, hendri (uppss ketauan deh buka buku absen🙂 hehe) dan masiih banyakkk yang lain..semuanya baik, aktif, ribut, ceria, dan susah diatur.hehe..

aku senang menjadi bagian dari program ni, menjadi mereka, menjadi bagian dari hidup mereka, menjadi bagian yang mungkin akan mereka ingat jika mereka menjadi orang-orang hebat nantinya.. dan aku yakin mereka akan menjadi orang hebat🙂 aamiin..

Ayo bergayaa.. satu dua ceklikk..

Jiah Fahmi (seorang kaka yang pakai tas) malah ikut-ikutan..hush2..hehehe

iyaa jadi sebenernya pengajarnya banyakkk, tapi bagian hari senin ini aku, Suci (tapi hari ini ga dateng), ama Ka Fahmi Sipil 2006

Tuh liat, narsis kan fahmi..malah ikut-ikutan fotooo🙂 hehe

yahhh sekian lah kisah ku hari ini dengan anak-anak kampung 200..

ayo ade-ade kita berjuang bersama😀

-Nadia Juli Indrani-

SEMANGAT!!!

~ by nadzzsukakamu on January 17, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: