Bintang yang Paling Terang

             Pagi itu, pagi yang terasa sangat biasa bagi Nayla. Sesudah adzan subuh berkumandang Nayla pun bangun dari tempat tidurnya dengan berat, malas rasanya. Ingin dia terus tertidur untuk menghilangkan semua beban yang datang tiba-tiba ini. Nayla seorang gadis berusia 22 tahun yang tinggal di sebuah asrama dekat masjid, maka setiap adzan berkumandang semua penghuni asrama akan langsung bergegas ke masjid untuk mengikuti shalat berjamaah. Begitupula pagi ini, subuh ini, Nayla bangun dan langsung bersiap untuk melaksanakan sholat. Namun ada yang berbeda dari diri Nayla hari ini, biasanya Nayla adalah orang yang paling berisik di asramanya untuk membangunkan penghuni lain, tetapi pagi ini tidak. Imam sholat subuh kali ini membawakan surat An-Najm dengan sangat indah, Nayla sangat suka surat ini tetapi tidak pagi itu, baginya surat An-Najm ini terdengar biasa seperti surat-surat yang lain. Yah, baginya pagi ini semua hal yang terjadi terasa sangat biasa.

            Ceramah subuh pagi ini berbicara tentang interaksi antara laki-laki dan perempuan bukan muhrim. Pembicaraan ini terasa seperti menyinggung Nayla yang memang sedang gundah gulana. “Harusnya aku memang mendengarkan nasihat teman-temanku dari dulu” batin Nayla. Setelah ceramah usai Nayla diam sejenak agar dia bisa sendiri dan menyendiri. Setelah semua teman-temannya sudah meninggalkan masjid barulah ia menyusul di deretan paling belakang, sendiri, berusaha untuk mengumpulkan memori-memorinya tentang ini semua, tentangnya, tentang mereka. Seusai keluar dari masjid, ditatapnya langit yang masih gelap dan ditaburi banyak bintang. Nayla sangat suka bintang dulunya tetapi tidak hari itu karena bintang yang paling terang itu membawa lamunan Nayla pada kejadian satu bulan lalu kejadian saat Nayla sedang chatting bersama Tilgath.

akumemangganteng : Nay…

princessnayla              : oyy..

akumemangganteng : liat langit deh…

princessnayla              : emang napa?

akumemangganteng : pengen tau aja, disana langit lagi berbintang kah?

princessnayla             : mmm, bentar-bentar (menengok kearah jendela) iya, banyak banget bintangnya

akumemangganteng : coba cari bintang yang paling terang…

princessnayla             : yup…udah dapet..

akumemangganteng: disini juga aku ngeliat bintang itu..seneng ya bisa ngeliat benda yang sama walau jarak kita sangat jauh..ini ngebuat kita jadi berasa “deket”

Dan saat itu Nayla tidak mampu untuk menjawab apa-apa.

            Langkahnya sangat lambat menuju asrama, lamunannya terpaksa dihentikan ketika terdengar keributan di sekitar masjid itu. Keributan itu terjadi antara seorang mahasiswa yang tertangkap basah sedang mencuri dengan petugas keamanan masjid. Hal yang jarang terjadi, tetapi bagi Nayla ini tidak mengubah apapun, tidak mengubah perasaannya yang sedang patah hati.

            Sesampainya di asrama, diapun langsung menuju ke kamarnya. Ingin tidur lagi untuk melupakan perasaannya yang sangat tidak menentu. Diputarnya lagu favoritnya, QUEEN “Love of My Life”, setiap lirik yang dilantunkan oleh penyanyinya terasa menceritakan tentang dirinya “You taken my love and now desert me” setiap baitnya membawa lamunannya ke memori yang ingin dibuangnya jauh-jauh, Tilgath. Tilgath adalah seorang laki-laki biasa berusia 22 tahun, tidak ada yang istimewa darinya selain dia adalah teman SMAnya yang melanjutkan kuliah di Jepang. Nayla dan Tilgath memang merupakan teman yang sangat dekat di SMA dulu, banyak orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih yang sangat cocok dan pantas. Sama-sama tinggi, sama-sama pintar, sama-sama favorit di SMA, tetapi mereka tidak mengetahui kisah yang sebenarnya. Tilgath memang pemuda yang sangat tertutup mengenai masalah pribadinya, meski dia pribadi yang menyenangkan namun ia tidak pernah membuka masalah pribadinya ke muka umum, hanya satu orang yang sangat mengetahui Tilgath, dialah Nyla. Semua masalah Tiglath pasti Nayla tahu. Mereka memang sangat dekat.

“ Nay, gimana dong bentar lagi kelulusan dan Lani belum tau kalo gue suka ama dia” kata Tilgath

“ Yaudah, tembak aja” jawab Nayla perlahan

“Ya ga semudah itu Nay” bantah Tilgath

“ya mau gimana lagi” Nayla menampakkan muka bingung

“ada hal yang gue pengen tau tentang hal lain, gue suka Lani tapi ada hal yang nahan gue untuk nembak dia, gue juga ga tau itu apa, dan gue pengen tau itu dulu” kelit Tilgath

“ah kelamaan mikir, keburu tua..”jawab Nayla sambil berlalu

Lani, sahabat Nayla merupakan orang yang sangat Tilgath sukai, dan hanya Nayla yang tahu ini. Ini sebenarnya sangat menyiksa bagi Nayla karena tanpa Tilgath tahu, tanpa Lani tahu, tanpa seluruh orang di muka bumi ini tahu diam-diam Nayla sangat menyayangi Tilgath, bahkan perasaannya lebih dalam lagi, dia mencintai Tilgath.

       BUZZ!!

       Lamunan Nayla pun terhentikan akibat munculnya pesan di layar laptopnya, dari teman kampusnya yang menanyakn tentang tugas. Berat sekali Nayla mengetik menjelaskan, perasaan berat ini membuat dia ingat kejadian dua bulan lalu.

princessnayla             : gath, masih suka inget Lani?

akumemangganteng : ha? Kaga untuk apa inget-inget dia.

princessnayla              : lah, dia kan kecengan lo yang paling lo suka

akumemangganteng : itukan dulu, sekarang daripada inget-inget dia mending gue inget-inget lu

(diam sesaat)

princessnayla              :??

akumemangganteng : perasaan cowo itu kalo ga berbalas gampang berubah, lagian lo hidup di taun berapa sih? Hidup lu ko ga maju-maju

BUUKK, Nayla spontan melembarkan bantal “andai lu tau hidup gue ga maju-maju itu berkat lu…” batin Nayla.

            Nayla tidak ingin mengingat kejadian semalam, kejadian itu merupakan kejadian yang paling ingin dia lupakan seumur hidupnya. Kejadian yang membuat dia sangat patah hati. Kejadian dimana Tilgath pulang dari Jepang dan mengajak Nayla untuk bertemu. Kejadian yang dimana akhirnya Nayla mengungkapkan perasaannya.

“ Nay, gimana kabar lu?” kata Tilgath

“ hahaha, kayak ke siapa aja nanya kabar, lagian meski kita baru ketemu sekarang kan kita udah sering chatting” jawab Nayla perlahan

“abis gue pangling ama lu, lu pake kerudung ga bilang-bilang, jahat ye..” kata Tilgath

“Gath, gue mau ngomong” jawab Nayla dengan wajah serius

“Gue juga” balas Tilgath dengan serius pula

“Bintangnya bagus ya, apalagi itu tuh, bintang yang paling terang. Inget sesuatu?”jawab Nayla sambil menunjuk langit

“inget. Bintang dan kita sekarang bagai gue dan lu di kenyataan” jawab Tilgath

“hah, maksudnya?”

“gue emang bisa lu liat tapi ga bisa lu miliki…. Gue selama ini memikirkan tentang ini, tentang kita, tentang sesuatu yang nahan gue untuk nembak Lani dulu. Jawabnya itu lu…. Di salah satu sisi di hidup gue, gue sangat butuh lu, seperti bintang yang butuh pengagumnya tapi di sisi lain gue sadar kalo gue itu gak pantes buat lu, lu terlalu baik dan sempurna….”

“ko lu mikirnya gitu sih, lu tau ga orang yang selama ini bikin gue ga maju-maju, itu lu Gath..”

“gue tau, sangat tau..karena itu gue memutuskan hal lain, karena gue cuma bikin hidup lu ga maju..” jawab Tilgath sambil menunjukkan jari manisnya. Disana sudah ada sebuah cincin yang bersemayam dengan indah.

Nayla pun langsung berlari tanpa menengok ke belakang lagi, terus berlari meninggalkan malam yang pekat, meninggalkan kenyataan, dan meninggalkan Tilgath.

Nadia Juli Indrani

Tugas Apresiasi Sastra

~ by nadzzsukakamu on May 13, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: