827 Cerita Menuju India part II

3 Jam Sebelum keberangkatan menuju Airport…

Banyak…banyak sekali cerita dari hari jumat yag lalu sampai 3 jam sebelum keberangkatan ini…

sedih, ragu, bimbang, dan sangat menyusahkan orang lain…

semenjak hari jumat itu, akhirnya aku berhasil mendapatkan tanda tangan wali dengan konsekuensi terlambat datang kuliah dan menunggu ga jelas di tangga PAU selama 1 jam. tak apa ini tidak masalah asal aku dapat tanda tangan bapak. setelah menunggu selama itu aku pun langsung menuju TU untuk minta dibuatkan surat percepatan pembuatan pasport. sedangkan yuni sudah bersiap menuju rumahnya karena pembuatan pasport di Ciawi gagal dan usaha terakhir hanya membuat passport di Pamulang deket2 Brebes sana..semua tampak bisa berjalan mulus setelah ini…

Hari senin adalah hari dimana aku harus wawancara pembuatan passport, aku pun segera kesana setelah aku gagal mendapatkan surat dari TU akibat suratnya belum ditandatangai tak apa batinku. aku langsung melaju kesana..antrian sudah sangat panjanggg…satu jam..dua jam..akhirnya tiba giliran ku..dag dig dug sungguh entah mengapa…sampai akhirnya aku berhasil wawancara..aku pun bertanya “pa, jadinya kapan ya?” “oh tanggal 11…” what!!! lalalalala akhirnya aku di suruh menghadap ibu Umi kepala kantor Imigrasi tapi sebelumnya aku di suruh ke loker dahulu. aku ke loker lalala akhirnya ibu2 di loker menjawab “ada 2 cara. 1. kamu pakai biro perjalanan tapi biayanya lebih mahal (calo lah ya). 2. kamu menghadap ibu Umi” jelas, daripada pake calo mending menghadapi segala macam birokrasi rumit tetapi diridhai Allah. Aku pun menghadap. Ibu Umi orang yang tegas dan tidak bertele-tele, beliau menayakan surat, karena suratnya belum beres akupun pulang menuju kampus. Di kampus ternyata surat yang di buat SALAH. lagi-lagi..ya ampun..akhirnya aku harus buat surat lagi dan baru dapat di ambil besok..

Besoknya aku segera balik ke kantor imigrasi dengan membawa surat yang benar. disana aku bertemu ibu umi lagi. setelah berbincang cukup deg-degan dengan bodohnya aku lupa mebawa bukti pengambilan passport (ASTAGFIRULLAH..) aku pun balik lagi sekalian membawa bukti punya Arin dan Mil, teman seperjuangan. setelah menempuh perjalan jauh (karena harus jalan ke LFD dulu karena bukti suratnya dibawa..hiks) aku pun kembali ke kantor imigrasi..tok..tok..tok..aku pun masuk kesana. sudah disana dengan lempengnya ibu umi bilang “mana kopiannya?” YA ALLAH aku kan ga fotokopi..akupun mengantri fotokopian (sumpah itu adalah antrian terpanjang dan terlama dan termahal di tempat fotokopian yang pernah aku datangi)..setelah di copy akhirnya aku kembali dan ibu umi menyetujui pengambilan passport tanggal 4. selesai sungguh tampak selesai. sekarang urusannya tinggal visa dan dana..

selagi menunggu passport jadi akupun mencari dana kesana sii, belum booking tiket dan lain-lain..banyak aja masalahnya..hingga tanpa terasa tanggal 4 segera berlalu. sedang kami baru dapat mengurus visa tanggal 7 yaitu hari senin, dengan modal nekat tentu saja karena di setiap situs yang kami cari pembuatan visa itu 4-7 hari.kami pun sedikit PD karena mau birokrasinya serumit apapun kita bisa akhirnya jadi ini tuh terlalu dini untuk menyerah pada urusan birokrasi dan waktu.

tanggal 7 Maret 2011

kondisi : belum booking tiket karena kendala uang (jadi uang yang ada baru 14 juta dari 20 juta yang dibutuhkan) sudah sangat pasti tidak bisa booking tiket. masalah kedua uang yang ada pun cash padahal booking tiket itu harus pake debit BCA (pada awalnya). masalah ketiga kita bingung mau OL dimana untuk booking tiket secara jakarta itu kita butaaa banget. masalh keempat kita belum print buku tabungan sebagai syarat pembuatan visa jadi selain harus mencari BCA untuk menyimpan 14 juta kita juga harus ke BNI untuk print buku tabungan. masalah terakhir kita buta jalanan jakartaaaaaa…

dengan sangat nekat aku dan yuni pun langsung menuju  jakarata jam 5.20 berharap masih sempat naik yang 5.30..sedangkan 2 teman yang lain akan menyusul karena ada presentasi. jreng…jreng…kereta yang 5.30 sudah beragkat tepat 5 menit sebelum kita sampai…akhirnya kita naik kereta yang 6.30 yang kata penjual tiketnya untuk kelas bisnis sudah habis..dengan wajah memelas karena tidak punya uang akhirnya tiba-tiba “untuk berapa orang?” “2 paa..” “nih ada” hahhhh…amazing sekali bukan…kita pun sarapan bubur dahulu baru menuju kereta..

penjalanan yang sangat blank sebenarnya..sampai akhirnya sampai di jakarta kita langsung bertanya ke bapak2 satpam dimana BCA terdekat. kita pun disuruh naik metromini no *** (lupa) kita naik dan turun di pasar baru. disana kita menyusuri pasaran baru yang menjual berbagai macam jenis..tidak ada ciri-ciri adanya bank.lalu muter-muter udah ga tau arah akhirnya aku memutuskan ke Indomart karena hauss..disana kita bertanya ke mba-mba kasir dan diapun memberi tau dimana bank terdekat yang ternyata jauhhhh..jalan di tengah panasnya matahari sampai akhirnya menemukan bank BCA kamipun langsung menyimpan uang 14 juta yang dari tadi di bawa-bawa. lega sedikit.jam sudah menunjukan pukul 11 WIJ (waktu Indonesia bagian Jakarta). jalan lagi untuk mencari BNI agar kami bisa memprint buku tabungan..ntah mengapa meski biasanya bank BNI ada disebelah bank danamon, ketika kami melihat bank danamon kaki kami terus saja melangkah menjauh bank tersebut sampai akhirnya kami bertemu agen. dengan uang cuma 14 juta kami masuk ke agen tersebut memutuskan untuk membooking tiket dahulu. setelah ngobrol dengan bapa-bapanya dan tau kami belm memiliki visa dia memberikan kami selembar “tiket”. tiket amazing dengan harga gratis yang benar2 ampuh untuk menembus kedutaan India. dengan penuh rasa syukur akhirnya kami memegang “tiket”.terima kasih Romanta tor and travel..

semua tampak beress..yess alhamdulillah…

kami pun dapat petunjuk menuju ke BNI terdekat. di BNI dengan ramah petugasnya menunjukkan jalan ke Kuningan tempat adanya kedutaan besar India. naik busway.sambil terus bertanya tentang jalanan ke kawan disana.mul2.

akhirnya kami sampai di kedutaan besar India, and do you know something???IT’S HAVE CLOSED..

SUDAH TUTUP!! what jadi gembel di jakarta dan ga tau apa-apa..

OMG…

akhirnya setelah telepon sana sini kita pun menginap di rumah teman blogger..SUCI NIRMALA & EKA & RIRIN..thanks a lot guys…

disuguhi ini itu, merepotkan ini itu, meminjam ini itu sungguh malu tapi apa boleh buat.kita harus sedikit menebalkan muka..

8 Maret 2011

kembali lagi ke kedutaan dengan banyak rencana. ke dikti dan ke IA kalau bisa untuk meminta dana. nanya sana sini tentang angkutan dari kuningan ke senayan, sungguh merepotkan banyak orang…maaf ya kawan-kawan..

samapi disana awalnya kami kira mengurus visa itu mudah (dan memang mudah) cuma jadi sedikit ribet dan rebek. dari sekedar duduk di tempat antrian sampai harus menghadap ke bagian pendidikan serta menunggu di waiting room in visitor room yang sungguh sangat mewah dan merasa seperti tamu agung sudah kami hadapi. sampai akhirnya visa kami bisa jadi besok 9 Maret 2011 jam 16.00.

alhamdulillah dan tidak ada masalah lagi…

eh tunggu2 yuni harus RA di himpunan,dan aku harus bimbingan TA,Mil Ujian, dan uang kami masih kurang.tiket asli belum adaaaa…tidak!!!

kami sepakat langsung pulang ke Bandung.aku mengurus ini dan itu, mil ke IOM, arin ke salman tur, yuni langsung ke himp.awalnya kami bisa booking hari ini juga tapi nyatanya TIDAK, karena harus pakai kartu kredit dan tidak pakai debit BCA.uang sudah ada 20juta sekarang tapi tidak bisa digunakan. harga tiket terus naik dan uang kami menjadi tidak cukup.akhirnya aku dan arin memutuskan pinjam ke ginanjar salah satu kawan asrama. dapet tapi tetep aja ga bisa dipakai karena tidak bisa bayar pakai BCA. cari master card esana kesini tetep hari itu kami gagal booking tiket.

9 Maret 2011 (hari ini)

dengan sepenuh daya dan upaya kami pinjam kartu kredit ibu pengurus salman kami tercinta Ibu Fenny yang ternyata lagi di Turky dan saat kami menghubungi beliau, ternyata saat itu jam 2 malam..maaf ibu..dengan menyelesaikan masalah TA disini dan semuanya akhirnya kami berhasil mendapatkan tiket ke New Delhi.TA sudah selesai.kami semua bisa berangkat.

aku pun pulang pergi jakarta bandung untuk mengambil visa yang sudah selesai. eh tunggu ternyata dari new delhi ke orissa sangat jauh sampai 1 hari 1 malam.dan kami pun di suruh booking pesawat lagi.cari sana sini tidak ada. Ya Allah cobaan apa lagi ya Allah.tidak punya uang untuk booking,kami meminta bantuan ibu Fenny lagi namun beliau menyarankan minta bantuan pa Syarif tetapi pa Syarif sedang meeting dan tidak bisa di telepon akhirnya arin dapat pinjaman kartu kredit ibu Ami, tapi tau apa?tiket sudah habis dan tidak ada penerbangan dari new dwlhi ke kolkata…ASTAGFIRULLAH…apa lagi ini ya RABB..

dengan sedikit hopeless kami pun menghubungi Leo selaku ketua acara ISM disana.lalu dengan penuh pertimbangan jreng jreng Leo beliin tiketnya lah..ya Allah pertolongan Engkau sungguh sangat dekat..terima kasih ya Rabb.akhirnya kami bisa berangkat..meski agak tersendak dan banyak bebatuan curam namun bisa dilewati..terima kasi ya Allah..Engkau memberikan kami arti pentingnya waktu, pentingnya komunikasi, pentingnya relasi, dan pentingnya BAHWA SESUNGGUHNYA ENGKAU DEKAT!!!

terima kasih..

doanya ya kawan…

bismillahirohmanirohim…

maaf untuk semua pihak yang dirwepotkan dan terima kasih…

*1,5 jam menuju bandara..

**Nulis ini butuh 1,5 jam lah…

Nadia Juli Indrani

ditulis tanggal 9 Maret 2011 via Notes Facebook

~ by nadzzsukakamu on May 14, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: