827 Cerita Menuju India..

Bismillahirohmanirohim…

ditulisnya note ini sebenernya sebagai salah satu jalan biar semua unek-unek dan pikiran yang kusut mumet dan menjelimet ini keluar. Jujur, aku ga bisa ngerangkai ini jadi sebuah bahasa lisan karena semua ini bener-bener kusut dan membuat otak menjadi semrawut.

Cerita ini dimulai saat seorang kawan asrama mengajak untuk ke India, tidak pernah terbayangkan nama negara ini sebelumnya karena memang obsesi dan cita-cita ku hanyalah untuk Korea seorang, akhirnya dengan berbagai celoteh-celoteh mengenai ini akupun ikut meng-apply (yang sebenarnya hanya bermodal CV dengan pose foto sangan Alay). jreng..jreng..jreng..setelah lama yuni beremail ria dengan Professor disana akhirnya pada tanggal 17 Februari 2011 kami ber-7 lolos dan mendapat surat rekomndasi untuk datang ke India pada tanggal 11-13 Maret 2011. dimana sudah banyak kemudahan dari sana mulai dari biaya tiket pergi yang gratis sampai penginapan serta makan yang ditanggung, dan biaya regristasi yang akan kena diskon. sungguh senang menerima invitation letter dari prof disana saat itu. bayangkan, luar negeri, untuk orang rumahan macem aku itu sangat luar biasa…

kemudahan terus saja berdatangan.. ketika aku bercerita ke keluarga, mereka pun sangat mensupport aku dengan memberi biaya pembuatan passport dan visa serta bekal dan lain-lain di India nanti. sampai saat itu terjadi aku tidak pernah mengira ini akan menjadi semrawut sekarang.

masalahnya mulai ada sekarang, saat aku mengajukan dana ke IOM untuk membiayai perjalanan kami. ke IOMnya saja karena tidak sengaja bertemu yuni di tempat penge-print-an. saat itu dia sendiri sedang sibuk mengeprint proposal kami, akhirnya aku dengan yuni pun berangkat ke IOM..setelah sampai ternyata petugasnya bilang begini “oh, untuk ngajuin dana ke sini mah harus ada surat pengesahan dari LK” sampai disana aku dan yuni masih “oh, ya udah kita ke LK aja” cuk kucluk kucluk akhirnya sampai di LK ketemu ama Pa Jaji “oh, mau minta surat pengesahan??harus ada surat dari WD (Wakil Dekan) dulu yang menerangkan perizinan kegiatan..” ya ampun mulai ribet..akhirnya karena hari sudah mulai sore kami memutuskan untuk mengurus surat itu besok saja (tanpa pernah terpikir bahwa ada birokrasi yang lebih bikin cenat-cenut)..

Besoknya aku ke Kaprodi Biologi dulu dengan 2 hal, 1. mimta dana, 2. minta surat izin kegiatan. akhirnya setelah penuh peluh dan keringat serta jantung yang berdebar sangat keras aku pun berhasil menghadap kaprodi dan akan diberi sumbangan dana dari fakultas serta akan di beri izin mengikuti kegiatan ini. dengan senangnya akhirnya hari itu aku ke TU fakultas, disana ada pa ******* yang biasa mengurus surat menyurat. “Pa, mau minta surat perizinan kegiatan ISM India 2011 tapi di tanda tangani nya oleh WD atau dekannya” eh bapanya malah bilang “gimana..gimana..” jedang..aku ulangi perkataan aku yang barusan..bapanya mengangguk mengerti dan aku diberi form surat yang harus di tanda tangani oleh kaprodi..akhirnya balik lagi lah aku ke ibu yang baik hati tapi bikin takut..dapet tanda tangan, beres sudah aku kasih surat ke TU dan katanya bisa jadi besok…

Besoknya, aku ada asistensi sehingga tidak bisa mengurus passport dan akhirnya yuni lah yang berangkat kesana lebih dulu. tiba-tiba yuni sms” teh masa jam segini udah ga boleh ngambil antrian, penuh banget, besok kita kesini pagi-pagi”.

oke, pikirku besok aku ga ada kuliah.

aku ke TU hari ini dan jreng jreng bapaknya salah bikin surat..

jadi yang beliau bikin itu malah surat perizinan peminjaman tempat,yang mana sangat jauh sekali dengan surat yang aku maksud..akhirnya bapanya bilang ya udah besok kamu kesini saya bikin lagi..aduu maaf ya paaa…

besoknya (biar jelas, hari Rabu,230211) aku pergi ke kantor imigrasi setelah pulang mengambil surat-suratan yang diperlukan dan setelah bimbingan TA (dan kabar yang aku dapat juga ga begitu baik, TA aku yang sudah mengalami pengulangan 3 kali dan perlakuan 1 minggu serta telah menghabiskan waktu 3 minggu itu HARUS DIULANG!!! ini sudah tiga kali, tapi ternyata data yang aku dapat kurang bagus..akhirnya ibu pembimbing saat itu juga bilang “mmm, kamu masih bisa lulus Juli ga yaa? yang langsung bikin down banget.hiksss.mohon doanya). Abis bimbingan TA engan wajah kurang bersemangat aku ke asrama untuk print foto, waktu memang sudah menunjukan jam 9 katanya sudah terlalu siang untuk pergi ke kantor imigrasi tapi mau bagaimana lagi,akhirnya aku tetap melaju ke kantor imigrasi hingga sampai disana jam 10. Antriannya memang sangaaaatttttt panjang dan berjibun..akupun mengambil nomor antrian untuk penyerahan dokumen. nomor 479 urutanku, dan saat aku lihat papan urutan saat itu masih pada urutan 420..ahhh panjang tapi tak mengapaaa..satu jam…satu jam setengah…satu jam 45 menit..akhirnya tiba nomor urutanku..lalalalala dengan ibu-ibu yang mengurus dokumen akhirnya beliau memberikan tanggal dimana aku harus wawancara, 28 Februari 2011 dan tanggal jadinya passportku 14 MARET 2011..astagfirullah..aku harus berangkat tanggal 9 Maret, bagaimana ini??setelah dijelaskan betapa mepetnya waktu yang ada akhirnya ibu itu bilang “coba nanti pas wawancara kamu bilang ama petugasnya siapa tau bisa dipercepat, karena kalau sesuai dengan jadwal tanggal 14 kamu baru bisa ambil passport”. sedikit gamang, bingung, tapi ada harapan. terus berdoa dan berdoa…ibu-ibu itu juga bilang “nanti tanggal 28 kamu sudah bisa ambil no passport itu bisa dipakai untuk booking tiket ama ngurus visa”..oke, jelas seperti yang sudah jelas…

malam harinya yuni searching cara membuat visa ke India, yang ternyata jreng..jreng..kedubes India mewajibkan kami untu datang langsung kesana dan MEMBAWA PASSPORT asli.pengurusan memakan waktu 1 minggu..yang artinya jika kami ingin berangkat tanggal 9 maka kami harus mulai mengurus tangga 2 atau paling lambat 3 Maret..astagfirullah..benar-benar mumet..

di malam yang sama, yuni juga bilang bahwa dia ada studio ke Brebes wajib dan pergi tanggal 26 Februari yang artinya dia ga bisa wawancara pembuatan passport jugaa…tambah lagi kebingungan dan kebuntuan..kita semua sudah diam dan bingung..memberi semangat tapi sadar bahwa itu memang hanya sebuah kata-kata yang keluar,karena kita dihadapkan oleh birokrasi yang rumit dan membingungkan.

Besoknya yuni pergi ke kantor imigrasi minta percepatan jadwal wawancara.kita ambil tiket pembayaran “yess lolos pengawasan satpam”..antri lagi sampai akhirnya waktu istirahat tiba..saat itu aku dan yuni memutuskan untuk menghadap ke bagian pembayaran, menjelaskan ini dan itu sampai akhirnya bapa tersebut bilang “tidak bisa de, karena dokumennya belum ada coba ke loket..” akhirnya kita ke loket bertemu dengan ibu-ibu yang kemarin, ibu itu dengan baik dan tegas bilang “tidak bisa, karena datanya belum di input ke komputer, jangan memaksa kantor imigrasi untuk cepat cepat karena yang buat passport juga ratusan setiap harinya jadi kami juga mengurus banyak hal bukan passport ade saja..”. kata-katanya benar namun pahit.bagaimana ini??? akhirnya ibu itu bilang “kalau memang cepat-cepat minta surat dari dekan universitas ade, bawa pada saat wawancara, dan langsung menghadap atasan..” ..masih ada harapan, tapi tetap saja wawncara yuni tidak bisa dilakukan..akhirnya kami memutuskan untuk mengurus surat ke SAPPK dan besok langsung ke kantor imigrasi lagi buat percepatan wawancara dan bilang langsung ke atasannya. tampak selesai meski sulit saat itu..huffftt..

hari ini, jumat, adalah hari keputusan jadi atau tidaknya kami ke India. Yuni akhirnya memutuskan untuk pergi ke Ciawi, karena pengurusan passport disana lebih cepat daripada di Bandung..Mohon doanya yaaa..

Karena kemarin aku tidak sempat ke TU akhirnya hari ini aku mengambil surat dari dekan tentang perizinan kegiatan yang harusnya aku kasih ke LK agar dana dapat turun dari IOM. setelah janjian dengan fya untuk mengambil surat dari dekan SAPPK dan mengeprint proposal aku pun ke LK. di LK aku bertemu pa Brian, beliau orang yang sangat baik “mm, kamu bikin surat dulu dong, nanti kalau sudah saya bikin surat dari LK untuk ke IOM. kalau surat sudah beres simpan di ruang 22 aja yaa..” mudah batin ku..aku pun ke ruang 22 bertemu pa Castra, namun disana tidak semudah pikiran ku beliau bilang “kamu pikir berapa lama pengurusan surat di LK? 7 hari baru bisa selesai” dengan nada yang cukup keras yang mampu membuat semua orang di ruang 22 menengok ke arah ku..aku pun terdiam tidak mengerti mengapa bapa sewot begitu..akhirnya aku bilang “kalau begitu kapan suratnya bisa saya ambil?” akhirnya lalalalala hari Rabu depan aku disuruh mengecek surat itu jadi atau tidak. dan aku pun disuruh ke ruang 25, astagfirullah di oper2…aku ke ruang 25, dan disana aku bertemu pa teguh. bapa itu cukup baik dan tegas. tanpa banyak ngomong dia bilang “ga bisa jadi dengan waktu yang cepat ya, sudah simpan proposalnya,nanti suratnya ambil di ruang 22”.aku pun pergi meninggalkan LK dengan hati yang tidak merasakan apa-apa..bingung sebingung-bingungnya…aku harus gimanaa??

berdoa pasti??berusaha??aku rasa ini sudah semaksimal yang aku bisaaaa…

sekarang aku??aku sedang berusaha minta surat ke dekan fakultasku agar passport ku bisa jadi tanggal 3 Maret agar visa dapat diurus. surat persetujuan wali sudah aku pegang namun bapak wali ku tidak bisa ditemui sampai nanti setelah jumatan, padahal aku ada kuliah jam 1 dan aku juga belum balik ke bagian keuangan SITH untuk menanyakan kelanjutan pengajuan dana, dan mengurus dana biofront.

aku benar-benar minta doa dari teman-teman semuaa, semoga semua ini dimudahkan dan diridhai oleh Allah SWT.aamiin.

*NB : mengenai judul, kenapa begitu tanggung??karena ini akan menjadi 1001 cerita dengan berangkatnya kami ke India. sisa cerita ini akan ada ketika kami mengurus visa, membeli tiket, ke bandara, hingga sampai di India. kami harus bisa berangkat ke India agar cerita ini dapat selesai..

mohon doanya ya kawannnnn…

Ya Allah permudahlah..aamiinn..

Nadia Juli Indrani

*di tulis tanggal 25 Februari 2011 via notes Facebook

~ by nadzzsukakamu on May 14, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: