Sifat Sholat Nabi

Assalamu’alaykum wr wb..

teman-teman, jadi sabtu kemarin di Salman ada usrah dengan materi Sifat Sholat Nabi ama ust Samsoe (ustad ini bagai perpustakaan agama berjalan!!). dan isinya bagus banget karena tanpa kita sadari banyak gerakan (dari wudhu hingga shalat) yang salah (ini mah aku sih..hahaha) jadi semoga tulisan ini dapat sedikit mengoreksi shalat kita.maaf kalo sok tau ya..

perlu di ketahui bahwa gerakan sholat nabi itu merupakan peliputan dari para sahabat, jadi ada sahabat yang melihat shalat nabi dari berbagai arah dan dituliskan, intinya tata cara shalat nabi bukan nabi sendiri yang berbicara. tetapi semua hadist yang di pakai untuk gerakan shalat shahih (insha Allah) silahkan di cek sendiri..

kenapa kita harus ikuti gerakan shalatnya Rasul? ini sesuai dengan hadist “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat” (HR Bukhari Muslim) jadi inilah yang melandasi kita semua untuk mengikuti sholatnya Rasul.

seperti yang kita semua tahu kalo sholat itu dapat mencegah fasa dan munkar (QS 29:45), nah tapi kalau kita salah pada salah satu gerakan sholat maka sholat kita pun salah dan hasilnya kita tidak dapat apa-apa –> ini akan mempengaruhi perilaku kita dan kita selalu dihadapi dengan kerumitan-kerumitan masalah.

Sebagaimana hadist Nabi yang dikeluarkan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah. Nabi bersabda : Apa pendapat anda jika ada orang mandi di sungai depan anda sebanyak lima kali sehari ? Apakah masih menempel di badanya itu kotoran ? Jawab para Sahabat, Tidak, tidak ada lagi kotoranya ( bersih betul ). Jawab Nabi, itulah contoh sholat lima waktu. Allah menghapus dosa dan kesalahan-kesalahan hamba-Nya.

kesalahan yang sering dilakukan :

Tayamum –> dalam hadist shohih tayamun yang benar itu hanya 2 anggota badan –> muka dan telapak tangan (dengan baliknya juga🙂 ) jadi sekali kita mengambil debu langsung ditiup sedikit dan diusapkan pada wajah dan kedua tangan –> tidak perlu sampai siku. selesai.

Wudhu –> kesalahan yang sering dilakukan adalah memisahkan kumur mulut dan hidung, memisahkan mengusap kepala dengan telinga, membasuh tangan.

seharusnya adalah :

1. Ketika kita mengambil air untuk berkumur maka itu disatukan untuk ke hidung juga. maksudnya sekali ambil untuk dua anggota mulut dan hidung. jadi JANGAN dipisahkan.

2. mengusap kepala dan telingga itu DISATUKAN dan HANYA SATU KALI PENGULANGAN (kalo yang lain boleh 2-3 kali pengulangan). jadi air yang kita tampung di tanggan di percikan sedikit lalu diusapkan ke bagian kepala –> telinga –> dan dibalikan ke bagian depan kepala lagi (ke bayang kan ya? kalo ga liat gambar aja –> searching di google yaks.hehehe)

3.membasuh tangga hingga ke sikut itu. air di tampung dulu kemudian dialirkan kesikut. baru setelahnya diratakan jadi dari jari ke sikut dan jangan cepet-cepet kudu sabar…

Shalat:

1. Takbiratul ikhram –> jari tangan rapat, telapak tangan menghadap kiblat, mengangkat sampai tangan di antara dada hingga telinga –> JANGAN MALAS jadi ngasal.

2. Ruku –> posisi 90 derajat kalau di hadist itu sampai ketika kita meletakan gelas yang penuh dengan air gelas tersebut tidak tumpah, jari tangan direnggangkan, mata melihat tempat sujud.

3. Sujud –> ada 7 anggota badan yang harus menyentuh lantai, kedua telapak kaki dengan jari kaki menghadap kiblat, lutut, kedua tangan (jari tangan rapat), dahi dan hidung (sebenarnya dalam hadist Rasul berkata Dahi sambil menunjuk hidung) jika kita sulit melakukan keduanya maka didahulukan apa yang diucapkan rasul yaitu dahi tapi kalo orang Indonesia mah bisa lah ya..hehehe..

4. Duduk di antara 2 Sujud –> kaki kiri diduduki dan jari kaki kanan menghadap kiblat, kalau ada kendala kesehatan seperti asam urat, rematik, atau obesitas kedua kaki bisa disilangkan (HR Bukhari).

setelah sujud mau berdiri (urutan berdiri berbalik dengan urutan sujud, jadi kalau sujud itu kedua telapak kaki, lutut, kedua tangan, baru dahi dan hidung.  kalo pas bangkit dari sujud itu hidung, dahi, telapak tangan, lutut, dan kaki -jari kaki maksudnya-🙂 ) untuk rakaat dua ada duduk istirahat –> ini sifatnya boleh dilakukan boleh tidak.

Nah untuk berdiri sehabis rakaat Ganjil pas berdiri tidak perlu mengangkat tangan seperti takbiratul ikhram langsung saja kedua tangan disimpan di atas perut (ini banyak versi dan semuanya shahih).

kalau berdiri setelah rakaat genap (abis tahiyat awal) tangan diangkat seperti takbiratul ikhram.

5. Duduk tahiyan akhir –> kaki kiri dimasukkan, jari kaki kanan menghadap kiblat.

6. Salam –> ini ada 4 versi yang keempat-empatnya bersumber dari hadist shahih. pertama 2 doa ke kanan dan 2 doa ke kiri –> paling banyak di riwayatkan. kedua 3 doa ke kanan dan 2 doa ke kiri. ketiga 2 doa ke kanan dan 1 doa ke kiri. keempat 1 doa ke kanan –> tidak menengok ke kiri.

*maksudnya 3 doa adalah Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh, 2 doa Assalamu’alaykum warahmatullah, dan 1 doa Assalamu’alaykum.

kalo kita sholat berjamaah JANGAN MENYAMAI ATAU MENDAHULUI IMAM. tunggu gerakan (atau ucapan imam jika imam tidak terlihat) SELESAI, baru kita ikuti..

TIDAK ADA SHOLAT YANG BACAANNYA DI DALAM HATI.. semua bacaan sholat harus diucapkan Jahr atau Sirh (keras atau pelan). keras dapat di dengar orang lain pelan di dengar diri sendiri. jadi mulutnya jangan mingkem aja tapi bacalah bacaan sholat!!

DOA DI SUJUD Terakhir bersumber DARI HADIST bukan AYAT AL-QURAN (apalagi doanya ngarang sendiri)..makanya hapalin doa-doa di HADIST🙂

Doa iftitah itu memang ada 8 jenis dan shalawat nabi di doa tahiyat akhir pun ada beberpa jenis (7 atau berapa) semua yang digunakan itu tidak apa-apa sah-sah saja karena semuanya bersumber dari hadist yang shahih. jadi kalau memang beda ama yang lain tak apa.

ada 2 sholat Rasul yang tidak menggunakan doa iftitah yaitu sholat Rawatib subuh dan sholat hukuman terlambat jumatan (ini bukan Rasul, tapi rasul menyuruh sahabatnya yang telat untuk melakukannya).

Solaht sunnah yang tidak pernah ditinggalkan Rasul itu Rawatib Subuh (sebelum subuh) dan witir) ayoo kita mulai amalkan🙂

Masbuk –> dibeberapa hadist itu sampai imam ruku dan kita masuk, maka rakaat kita di hitung, tapi dibeberapa hadist lain juga jika sholatnya adalah sholat yang bacaannya di keraskan maka kita wajib ikut mengaminkan Al-Fatihah, kalau itu sudah terlewat maka rakaat kita tidak dihitung. trus pas duduk tahiya akhir imam tapi bukan tahiyat akhir kita (kan kita masbuk) duduknya lebih baik mengikuti imam –> duduk tahiyat akhir.

Sekian penjelasan Ust Samsoe. ada baiknya teman-teman mencari lagi sholat ala Rasul agar ibadah sholat kita jadi ga sia-sia. kan yang di hisab pertama kali adalah sholat. sholat kita juga tiang agama. maka ada baiknya kita melakukan sholat dengan benar. maaf ya teman-teman kalau banyak salah dan sok tau. hanya ingin sharing..intinya jangan buru-buru pengen selesai sholatnya..rugi…

*tulisan ini butuh masukan yang benar sebanyak-banyaknya, maaf sekali lagi kalau terkesan menggurui…

~ by nadzzsukakamu on May 29, 2011.

2 Responses to “Sifat Sholat Nabi”

  1. Jd klo wudhu perlu basuh tangga jga ea..(da xg slah nulis tuch ^)

    ~.+”

  2. Iya tulisannya tanggan ya?ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ..terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: