Sepenggal kisah seorang anak broken home 2

Tulisan ini kelanjutan dari tulisan sebelumnya -> cek disini🙂

Okey, tulisan ini dibuat dari hasil aku baca komen orang-orang yang baca tulisan sebelumnya, anyway thanks ya sudah merespon dengan baik J tapi ada beberapa hal yang harus aku utarakan berhubungan dengan itu.

Okey, pada tulisan sebelumnya memang sangat mellow dan sedih sekali namun yang perlu ditegaskan adalah hidup tidak stuck pada kenangan itu saja, sebagai seorang anak broken home aku menjalani masa kecil dengan have fun juga, dan seharusnya kalian (untuk anak yang broken home, atau orang tuanya suka bertengkar, dan masalah keluarga lain) kalian juga begitu. Kalian yang merasa masa kecil kurang bahagia, tidak di-support oleh keluarga dengan seharusnya please STOP MENGELUH. Tutuplah masa kelam itu dan mulailah lembaran baru yaitu hidup dengan bahagia. Im really happy now. Jangan selalu murung, menyalahkan ini dan itu, mempertanyakan nasib, menangis, stress, sampai ingin mati. Asragfirullah life is more colorful than that. Jangan sampai urusan orang tua atau keluarga kalian (kita) menjadi penghalang kebahagiaan kita sendiri. Sudahlah kawan, kita sudah dewasa, jadi untuk teman-teman yang komen, yang add di facebook, maupun sempat inbox-an dengan saya di facebook sudahlah, jangan terlalu menyesali diri. PERCUMA!

Beberapa ada yang add saya di page broken home, begitu saya buka astaga kenapa isinya suram semua, maaf, tapi untuk apa. Kenapa kalian hanya stuck pada masa itu? Bener liat orang tua sering berantem itu sucks, menyebalkan, bikin sedih, tak kadang kita ikut menangis, tapi lewatilah masa itu sesegera mungkin. Bangun masa depan kalian sendiri. Karena mau kalian anak dari orang tua yang komplit maupun broken home masa depan tetap ada di tangan kalian. Ayo dong stand up and face the world!! Kadang sya greget untuk beberapa komen yang terlalu mengasihani maupun terlalu sedih karena pada dasarnya saya tulis tulisan itu hanya mengeluarkan emosi saya saat itu tetapi untuk hidup setelah-setelahnya saya itu normal, tidak melulu sedih, bahkan sangat bahagia. Banyak lah contoh anak broken home yang sukses, jadilah salah satu diantaranya. Jadi untuk admin page-page sejenis silahkan ubah image itu, jangan dijadikan tempat curhat masal yang saling mengasihani diri sendiri dan orang lain, saling menyalahkan nasib dan orang tua, please! à tentu ini hanya saran saja tapi sangat saya rekomendasikan. Ayo maju!!

Untuk orang tua yang ikut komen maupun curhat di inbox fb semoga kalian baca lagi, please, jangan terlalu gampang menyerah dengan urusan rumah tangga kalian, terutama jika kalian sudah memiliki anak, bagaimanapun sulit dibantah jika anak broken home memiliki perkembangan psikis yang berbeda dengan anak lainnya. Don’t be so selfish! (maaf!).
Apa sih yang penting dari pernikahan? Kenapa kalian menikah? Kenapa dulu bisa saling suka? STOP BILANG KALIAN SUDAH TIDAK COCOK LAGI!! Itu ga banget.. untuk para pasangan, tidak ada satu pasangan yang cocok di dunia ini satu sama lain, yang ada adalah bagaimana mencocokan diri pada masing-masing pasangan, bagaimana mentoleransi perbedaan-perbedaan itu, bagaimana bisa saling mengerti, saling menghargai. Jika sudah bertengkar ingat lagi bagaimana dulu kalian bisa saling jatuh cinta. Ingat perceraian hanya akan membuat setan-setan menang.. jangan sampai kita adalah orang yang membantunya. Tingkatkan lagi kesabaran dan ibadah ibu-ibu atau bapak-bapak sekalian. Maaf ini hanya saran dari seorang anak broken home yang merasakan bagaimana tidak enaknya di didik hanya oleh seorang single parent!

 

Sekian tulisan ini, sya harap kalian dan kita semua bisa menemukan kebahagian kita di dunia maupun di akhirat.

Yang mau berkomentar silahkan, yang mau add facebook juga silahkan, tapi maaf saya tidak memberikan no HP saya🙂 mohon maklum😀

SEMANGAT KAWAN-KAWAN!!

yang mau ngopi izin dulu ya ^^

Best regard,

Nadia Juli Indrani

~ by nadzzsukakamu on November 13, 2012.

5 Responses to “Sepenggal kisah seorang anak broken home 2”

  1. yang broken home atau yang keluarganya harmonis atau yang yatim semuanya adalah ujian justru hal itulah yang membedakan iman seseorang terhadap Allah swt masing2 kita sudah dibekali dengan perangkat yang lengkap dalam menghadapinya karena Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.

  2. Sya pun prnah mengalami hal ituu , wkt sya kcil sring banget mrka tengkar, dan mama emng orng yang keras, sys pernah mlihat mama berantem dan saya jg prnah liat papa selingkuh , disaat umur sya 4 taun , papa pergi ninggalin mama dan mama ke jakarta sya dititipin kluarga mama sya , di sna yah pst tmen tau lah, sya kurang perhatian jdlah nakal dll ,prtma sy bnci papa krn dia pnyebab smuanya ini, sya merasa irii dan sedih saat liat keluarga lengkap, mrka bahagia dan itu saya menyalahkan Tuhan , tuhan tdk adil tp pda saat sya kuliah , sya ikut seminar luka batin dan bisa mengampuni papa macem2 kenakalan sudah sya perbuat smpai sya umur 22 , sya baru tinggL 4 bln ditmpt mama dan tdk harmoniss , sering bertengkar di tmbh lagi mama sudah pnya anak dr suami lg , yah bgitulahh .. Sya smpt atheis jg dgn tdk pcya Allah lg , tp sya dikasi 3 tanda , walapun sya tdk prnah melihat dia , dan mendengar dia tp dia pstt mengasihi sya … Sya jg jd trsadar stlh baca web ini, bukan sya saja yang mengalami hal ini ;(

  3. aku pun broken home, tapi aku yakin ini memang jalan yg terbaik dariNYA..
    awalnya sulit menerima hal ini, tapi seiring berjalan nya waktu akupun bisa menerima nya.. aku sempat membenci dia tapi aku fikir buat apa ?? toh semuanya udh berlalu dan emg ga bisa di pertahankan.. tetap semangat.. keep rise and shine :))

  4. “kenapa harus ada pernikahan kalo ujung-ujungnya bercerai”
    saat ini aku cuma’ lagi rindu sama keluarga ku g dulu, meskipun banyak pertengkaran tapi asal bersama pasti itu semua tertutupi,
    tapi ga buat sekarang, 6 tahun sudah keluarga ku seperti ini, tanpa seorang ayah,
    entah gimna perasaan adikku sekarang yang sudah mulai beranjak baligh,
    ga sekali pun dy cari tau kabar aq, ga sekalipun dy perduli sama aq, apa iya dy udah lupa sama aq,
    sekarang, tanpa dy aq udah bisa bangkitin keluarga.q..
    bahkan aq juga bisa kuliah meskipun dengan keadaan seperti ini,
    yang dulunya ibu.q ditinggal pergi ayah.q dengan tinggalan hutang yang sangat banyak,
    sempat ada pikiran untuk masuk ke kehidupan yang kelam..
    tapi alhamdulillah aq masih di jaga olehNya…

  5. q ingin tanya gmn anak umur 10 thun yg broken home tnggal ama papa nya sdang kan ia ingin tnggal sma mama nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: