Nasihat Seorang Teman :)

Sekarang rasanya aku ingin bercerita tentang satu teman, teman yang belum pernah aku temui namun terasa sangat dekat. teman yang satu ini sebenarnya aku juga ga tau secara tepat tinggal di belahan bumi yang mana, yang aku tau dia berada di London. bertemunya? tidak pernah bertemu, hanya pernah saling megirimkan pesan singkat via teknologi bernama yahoo messenger.

Dia ini teman yang baik, dalam waktu pertemanan kami yang sangat sebentar dia sudah mengajari banyak sekali hal di dalam hidup. luar biasa memang teman london ku yang satu ini. awalnya hanya chatting, dengan kemampuan bahasa ingrris aku yang amat sangat teramat terbatas tidak membuat kamu putus asa untuk terus bercerita. hanya disini saja aku akan bilang bahwa setiap chatting dengannya aku selalu membuka kamus online dan menterjemahkan setiap kata yang tidak aku mengertišŸ˜› bahasa ingrris aja udah parah ketauan lah ya grammernya gimana? ya sama parahnya, tapi dia tidak pernah mengkoreksi itu, dia selalu mengerti apa yang aku maksudkan, sekali lagi aku ingin bilang, baik sekali ya teman londonku ini.

Kami sempat sharing dan terbuka mengenai banyak hal dari hal sepele cem hobi sampai masalah negara (gila kannn?).. dia teman sharing yang baik sebenarnya, selalu mengikuti pembicaraan, tidak pernah menyela, bahkan selalu memberi masukan. sampai pernah suatu hari kita ingin mengunjungi negara masing-masing, berbincang lebih banyak, bertukar pikiran lebih banyak, tetapi tentu saja hal ini sama seperti halnya aku ingin ke korea, tidak dapat direalisasikan begitu saja. namun karena teman londonku ini baik dia menawarkan untuk membiayai setengah perjalananku menuju kesana. wah baikkan? hanya saja aku yang tidak baik ini masih tau diri untuk menolak tawarannya secara halus. banyak hal yang dia ajarkan dan salah satunya yang paling aku ingat adalah jangan mudah bertukar emosi.

Maksudnya? jadi gini loh, sekarang kan ya banyak lah ya yang perempuan ama laki-laki itu curhat, dan jujur aku ga masalah dengan yang satu ini meski iya banyak masalahnya tapi sekali lagi aku tidak menganggap itu masalah. aku senang menjadi konsultan setiap masalah orang lain, senang membantu orang lain, dan aku mengikuti ajaran Ajahn brahm (seorang buddish) bahwa kita memang harus bersedia menjadi “tempat sampah” dalam hidup. biarkan orang mengeluarkan “sampah-sampah” mereka agar mereka bisa mengisi diri mereka dengan hal baru. dan kita selaku “tempat sampah” jadilah tempat sampah yang bolong pada bagian dasarnya. sehingga “sampah-sampah” orang itu setelah melewati kita kita analisis “jenis sampahnya” diputuskan akan diapakan sampah itu hilang setelah sampai di dasar. simple. membantu orang jenis ini membahagiakan. sampai pada tahap ini aku masih belum mengerti dengan apa yang teman londonku bicarakan.

Sampailah suatu hari tempat sampahku sudah penuh dengan sampah-sampahku sendiri aku ingin membuang sampah-sampah ini, tapi kemana? mencari tempat sampah yang bolong itu susah, selalu ada aturan jangan begini dan begitu harus dibuang kesini dan kesitu tetapi saat itu semua tempah sampah itu penuh, aku harus kemanaa? jadilah aku mencari tempah sampah asing yang lain, yang awalnya tidak biasa aku lihat, bahkan bentuknya pun sangat aneh namun karena aku anggap dia adalah tempah sampah kosong aku mulai membuang sampah-sampahku. lama berlalu dia membuang sampahnya kepadaku. sampai terbentuklah benang tak terlihat dari pertukaran sampah ini. aku butuh, dia butuh. kami sejalan, kami ada pada pemikiran dan irama yang sama. masalah dia itu masalah ku, masalahku itu masalahnya. begitu terus. hingga tanpa sadar terjalinlah pertukaran emosi. nah di tahap inilah aku baru merasa teman londonku ini benar.

Sedekat apapun kita dengan lawan jenis jangan sampai ada pertukaran emosi. sampai tahap ini juga aku tetap tidak beranggapan curhat itu salah, menanyakan pendapat itu salah, mengabarkan itu salah yang salah adalah ketika kita lupa menutup tempat sampah kita. sehingga kata-kata :”gimana kemarin?” atau “udah beres?” atau “aku ngerti ko gimana rasanya” atau “huhuhu, pengen disana deh buat ngehibur kamu” dan sebagainya tidak akan pernah keluar. tempat sampah yang kosong tidak akan ingat detail sampah yang masuk, jadi ya tidak dibahas lagi. selesai.

hufff, teman londonku kamu benar dalam hal ini. ingin sekali bertukar pikiran kembali denganmu. sayanganya dimana kamu sekarang?maasih ingatkah kamu denganku?karena aku sangat merindukan teman londonkušŸ˜¦

#pada siapakah emosi ini tertaut?ah itu sih biar saja menjadi misteri di ruang hatiku ini…xixixi

~ by nadzzsukakamu on January 6, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: